MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)

MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)
(15) NATHAN DATANG


__ADS_3

...HAPPY READING-!!❤️...


"Mamaaa, Rea sama abang pulang!!" Ucap Rea membuka pintu rumah. Genta terkekeh dari belakang Rea.


"Gimana? udah, makan es krimnya?" Tanya Geisha sambil menghampiri Rea.


Rea mengangguk. "Enak banget tau, es krimnya" Ucap Rea ingin memanasi Geisha.


"Buat mama mana?" Tanya Geisha mengerucutkan bibirnya.


"Ah, ini tadi abang beliin burger, kalo beli es krim takut cair di jalan" Ucap Genta langsung memberikan kantung berisikan 3 buah burger.


"Wuih, enak nih. Makasih ya bang" Buru-buru Geisha mengambil kantung tersebut dari tangan Genta.


"Heh, itu ada punya Rea juga!" Ketus Rea kesal.


"Buat mama aja ah" Ucap Geisha lalu berjalan menuju ke dapur.


"Ih mamaa" Buru-buru Rea mengejar langkah Geisha, sementara Genta hanya bisa tertawa kecil sambil geleng-geleng kepala melihat keduanya.


...----------------...


Pagi hari yang cerah menggambarkan suasana hati Rea saat ini. Rea Azalia Salsabila, ia tidak sabar untuk di antar ke sekolah oleh Genta Argantara atau yang biasa di panggil Genta.


"Abang ayo!" Seru Rea bersemangat.


"Iya-iyaa ayo" Jawab Genta pasrah.


"Mamaa, Rea berangkat dulu yaa" Pamit Rea


"Iya, hati-hati yaa" Jawab Geisha dari dapur.


Rea pun bergegas keluar rumah. "Abang cepetan" Panggil Rea dari luar.


"Iyaa, abang ambil kunci mobil dulu" Jawab Genta


Setelah mengambil kunci mobil, ia pun keluar.


"Ayo ayoo buka pintunya" Ucap Rea tidak sabar.


Dengan kesabaran yang mendalam, Genta pun membuka pintu mobil, lalu mereka pun segera masuk ke dalam mobil.


"Abang" Panggil Rea sembari memakai seatbelt nya.


"Apa?" Tanya Genta


"Abang tau ga, Rea udah bisa bawa mobil sendiri loh!" Seru Rea


"Oh ya?? bagus dong, tapi tetep jangan sering-sering yaa, bahaya" Ujar Genta khawatir.


"Iya abang.."


Genta tersenyum lalu mengelus rambut Rea dengan penuh sayang, setelah itu ia menyalakan mobilnya dan melajukannya.


Baru lima menit mereka pergi dari pekarangan rumah, datanglah sebuah mobil berwarna hitam datang.


Seseorang keluar dengan kacamata hitam di matanya.


Ia adalah..

__ADS_1


Nathaniel Alvaro Bautista.


Nathan berjalan menuju bel rumah, lalu ia pencet.


Ting..


"Iyaa sebentar" Sahut Geisha dari dalam, ia segera keluar dari rumah.


"Eh ada Nathan, mau cari Rea ya? Rea nya udah berangkat duluan dianter abangnya"


"Udah gue duga" Batin Nathan.


"Ah tidak tan, saya ingin berbicara dengan tante, apa boleh?" Tanya Nathan hati-hati.


"Eh boleh banget, ayo masuk" Ajak Geisha membuka pintu dan mempersilahkan Nathan untuk masuk. Dengan senang hati Nathan pun masuk ke dalam rumah.


"Duduk di sini dulu, mau di bikinin apa?"


Nathan pun duduk di sofa ruang tamu. "Ga usah repot-repot, tante" Jawab Nathan tersenyum singkat.


"Ga repot kok, kalo gitu tante bikinin kopi dulu ya, Nathan biasanya minum kopi apa?"


"Cappucino"


"Ya sudah sebentar ya, tante buatkan dulu" Ucap Geisha yang dibalas dengan anggukan oleh Nathan.


Nathan menunggu seraya melihat-lihat dalam rumah Rea.


Sebuah foto dengan bingkai berukuran kecil mencuri perhatian Nathan, dengan cepat, Nathan pun berjalan ke arah letak foto tersebut.


Foto tersebut terdapat Rea di dalamnya.


Terdapat empat orang di dalam foto tersebut. Rea, Geisha, dan dua orang lelaki yang tidak Nathan kenal karena Nathan tidak pernah bertemu oleh kedua orang ini.


Nathan memegang bingkai foto tersebut dan melihat satu-satu wajah di dalamnya.


Nathan tersenyum tipis melihat wajah Rea dengan dress berwarna putih dan mahkota bunga yang terukir di kepala Rea. "Cantik" Gumam Nathan.


Tiba-tiba Geisha datang dengan membawa secangkir kopi di tangannya.


"Liat apa Nathan?" Tanya Geisha, ia menaruh secangkir kopi tersebut lalu berjalan menuju Nathan.


Geisha tersenyum melihat bingkai foto yang di pegang oleh Nathan.


"Itu foto keluarga kita sebelum papah Rea meninggal dunia" Ucap Geisha memberi tahu.


Nathan terdiam mendengarnya.


Nathan memegang wajah Genta yang berada di dalam foto.


"Yang itu namanya Genta Argantara, dia abang Rea, yang saat ini sedang mengantar Rea ke sekolah" Ucap Geisha


Nathan mengangguk mengerti, lalu ia mengembalikan bingkai foto tersebut ke tempatnya semula, kemudian ia kembali duduk di sofa.


"Ayo di minum dulu" Ucap Geisha tersenyum.


Nathan mengangguk, lalu ia meminumnya sebentar.


"Ada apa Nathan?" Tanya Geisha penasaran.

__ADS_1


"Jadi gini tan, ini tentang pernikahan saya dengan Rea" Ujar Nathan mulai serius.


Jantung Geisha berdetak dengan cepat. "Apa ini saatnya?" Batin Geisha.


"Kenapa?" Tanya Geisha


Nathan kembali menyeruput kopinya.


Nathan menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya. Ia sangat grogi saat ini.


"Pernikahannya akan di percepat" Lanjut Nathan


"Di percepat?! kenapa?!!" Tanya Geisha dengan terkejut.


"Untuk alasannya, nanti malam akan di bicarakan, jadi saya minta keluarga tante datang ke rumah saya malam ini" Ucap Nathan tersenyum singkat.


Geisha mengangguk. "Kira-kira kapan kalian akan menikah?" Tanya Geisha.


"Perkiraan dua minggu lagi, tante" Jawab Nathan


Geisha termenung..


"Mungkin itu aja yang bisa saya sampaikan, untuk selanjutnya, tante bisa tanyakan kepada bunda ataupun ayah saya" Ucap Nathan, Geisha mengangguk mengerti.


Nathan beranjak dari duduknya. "Terimakasih ya, tante. Saya permisi dulu" Pamit Nathan dengan sopan, yang dibalas oleh anggukan.


Nathan pun berjalan pergi keluar rumah dengan Geisha yang berada di belakangnya untuk mengantarkannya ke dalam mobil.


Nathan masuk ke dalam mobil, lalu melajukannya, meninggalkan pekarangan rumah Rea.


Geisha terdiam melihat mobil Nathan yang semakin menjauh.


"Aku ga akan siap kehilangan Rea, meskipun Rea hanya menikah, tetap saja, tapi mungkin memang ini yang terbaik" Batin Geisha.


...----------------...


Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Rea baru saja sampai ke rumah, harusnya ia sudah sampai dari satu jam yang lalu, namun ia ingin berjalan-jalan dahulu bersama Genta.


"Mamaa, Rea pulangg!!" Ucap Rea masuk ke dalam rumah.


"E-ehh anak mama sudah pulang" Balas Geisha tersenyum tipis.


"Tadi seru banget loh ma!!" Seru Rea


"Rea.. ada yang ingin mama bicarakan" Ucap Geisha mulai serius.


"Mau bicarain apa sih ma? langsung ngomong aja" Jawab Rea penasaran.


"Di kamar ya" Ucap Geisha, ia menggandeng tangan Rea menuju ke kamar Rea, Rea hanya diam saja mengikuti langkah Geisha. Sementara Genta, ia sudah tahu tentang apa yang akan di bicarakan oleh Geisha.


Sejujurnya Genta sangat sedih, ia akan kehilangan adik satu-satunya. Berat rasanya di tinggal menikah oleh adik sendiri, bahkan ia harus menjadi wali nikah Rea. Ia tidak tahu apakah ia kuat nanti atau tidak. Untuk membayangkannya saja, sudah membuat Genta bersedih.


Sementara di dalam kamar..


"Mama mau ngomong apa sih??" Tanya Rea penasaran


"Pernikahan kamu dengan Nathan, akan di percepat.."


"APA?!!"

__ADS_1


__ADS_2