
...HAPPY READING-!!❤️...
"Makasih ya" Ucap Rea menatap wajah Nathan yang sedari tadi hanya diam.
"Hm" Jawab Nathan cuek
"Lo kenapa diem mulu sih dari tadi?!" Tanya Rea kesal
"Terus gue harus apa? kayang?" Ucap Nathan kesal, ia masih marah tentang ajakan Geo yang tadi. Ya, dia mendengar nya dengan jelas.
"Bodo ah, gue masuk dulu, bye!!" Rea pun keluar dari mobil Nathan lalu menutup pintu dengan sekuat tenaga.
Brakk..
Nathan hanya menatapnya saja, pikirannya sangat kosong saat ini.
Sementara Rea, ia kesal dengan perlakuan Nathan, ia pun membuka pintu rumah dengan cepat dan menutupnya.
"Udah pulang dek?" Ucap seseorang dari belakang Rea.
"Dek??.." Batin Rea bertanya-tanya
"Jangan bilang kalo ini.."
Rea pun berbalik dan melihat ada seorang lelaki yang tersenyum ke arahnya.
"Ga mau peluk abang?"
"BANG GENTA!!" Teriak Rea lalu buru-buru memeluk abang tersayangnya itu.
"Aduh, bisa jatuh nih abang, hahaa" Ucap Genta tertawa kecil, ia sangat merindukan adik tersayangnya.
"Abang kapan pulang? kok ga bilang-bilang ke Rea??" Tanya Rea, ia memeluk Genta dengan sangat erat seolah tidak ingin kehilangan Genta.
"Sengaja, biar suprise hahaa" Jawab Genta, ia mengelus-elus rambut Rea dengan penuh sayang.
"Adik abang sudah besar" Ucap Genta menatap wajah Rea, ia tersenyum tipis.
"Iyalah masa kecil terus!!" Ketus Rea sedikit bercanda.
"Hahaaa" Genta tertawa melihat Rea yang sangat lucu dimatanya.
"Gue ga siap kalo adek gue nikah, gue ga siap.." Batin Genta sendu
"Abang kenapa bengong gitu?" Tanya Rea, tatapannya yang polos, semakin membuat Genta tidak tahan untuk tidak menangis.
"Ga apa-apa kok, ayo masuk, sini abang bawain tas nya"
"Ga usah bang, tas nya enteng kok"
"Udah sini abang bawain" Genta pun merebut tas milik Rea, lalu membawanya ke kamar.
"Abang.." Ucap Rea dari belakang. Genta memanglah sosok abang yang sangat baik, perhatian, dan yang terpenting, ia selalu meratukan dirinya ataupun Geisha.
Rea pun berlari kecil berusaha menyamai langkah Genta.
...----------------...
Malam pun telah tiba..
__ADS_1
Saat ini Rea dan keluarganya sedang makan malam bersama.
"Kamu tau ga bang?" Ucap Geisha memulai percakapan.
"Apa tuh?" Tanya Genta sedikit penasaran.
"Masa ya, si Rea udah mulai ga sopan sama mama" Adu Geisha. Jika sedang bersama Genta, Geisha lebih seperti anak-anak karena Geisha merasa bahwa Genta adalah suaminya, lebih tepatnya duplikat dari suaminya.
"Rea.." Tatapan Genta menjadi tajam kepada Rea.
"Apa sih ma, jangan ngarang cerita deh!" Ketus Rea.
"Yeee, mama cerita jujur ya ke abang, mama kan orang nya jujur, ga pernah bohong" Ucap Geisha yakin
"Rea.. abang udah sering bilang ke kamu, harus bersikap sopan ke siapapun, apalagi kan mama itu nama kamu, kamu harus sopan, harus patuh" Ujar Genta dengan serius.
"Nyenyenyenyee" Ejek Rea dengan memutar bola mata malas.
"Rea!" Ketus Genta
"Maaf abang.." Cicit Rea menunduk.
"Minta maaf nya ke mama" Ucap Genta menunjuk Geisha dengan dagunya.
"Hm, maap"
"Giliran sama abang nurut, sama mama ga nurut, udah lah mama mengundurkan diri aja" Ucap Geisha pura-pura merajuk
"Ishh iyaaaa, kan Rea cuma bercanda yang waktu itu!!" Rea mulai panik karena ia pikir bahwa Geisha benar-benar merajuk.
"Kalo bercanda jangan kelewatan" Peringat Genta, sedikit-sedikit ia melahap makanannya.
"Tuh dengerin kata abang kamu" Sahut Geisha
"Apa sih mama so'k asik" Ucap Rea mengacungkan ibu jari dengan terbalik.
"Rea.." Panggil Genta dengan nada bicara yang berat.
"Hehee peace bang" Jawab Rea dengan memberikan dua jari.
"Jangan gitu lagi!" Peringat Genta
"Siap!!" Jawab Rea, Geisha hanya tersenyum melihat keduanya.
"Mas, coba aja kamu ada disini, anak-anak kita sudah pada besar mas.." Batin Geisha menatap keduanya dengan sendu.
...----------------...
Setelah selesai makan malam tadi, Rea menyuruh Genta untuk datang ke kamarnya dan membacakannya dongeng sebelum tidur, Genta hanya menurut saja.
"Kemudian, Cinderella dan Pangeran, hidup bahagia, selamanya.."
"Yeyyy, ayo bacain lagi!" Ucap Rea bersemangat.
"Udah ah abang cape, lagian kan dongeng ini udah sering di baca, abang aja sampai hafal dongengnya" Jawab Genta dengan nada lembut.
"Mau lagii abang" Ucap Rea sedikit memaksa, ia mengerucutkan bibirnya supaya Genta bisa luluh kepadanya.
"Dasar bocil" Genta tertawa kecil lalu mencubit bibir mungil Rea.
__ADS_1
"Ih abang!! sakit ish" Desis Rea lalu mengusap-usap bibirnya.
"Abisnya udah gede masih minta di bacain dongeng, malu sama umur dek" Ejek Genta
"Biarin, kan mintanya sama abang, wleee"
"Kalo nanti kita udah ga serumah, gimana dong?" Tanya Genta
"Apaan sih bang, kita kan bakalan terus serumah, emang abang mau kemana lagi??" Jawab Rea balik bertanya.
"Adek kan dikit lagi mau nikah, pasti bakal pindah rumah" Ucap Genta tersenyum, senyuman yang hambar.
Rea terdiam..
"Rea ga mau nikah.." Cicit Rea menunduk, matanya mulai berkaca-kaca.
Genta tersenyum lalu memeluk tubuh mungil milik Rea.
"Ga apa-apa, abang yakin pasti dia baik, dia bakalan jagain kamu, kalo abang.. abang kan ga bisa selalu ada di samping kamu, Rea" Ujar Genta, sejujurnya ia sangat berat mengatakan hal ini, karena ia yakin, setelah itu pasti akan ada air mata yang bercucuran.
"Ga mau, maunya sama abang, ga ada yang bisa gantiin abang" Jawab Rea mengeratkan pelukannya.
Genta mengusap rambut Rea dengan penuh sayang.
"Adek ga boleh gitu, kasian mama, adek harus nurut sama kemauan mama, kan adek udah janji sama abang, adek ga bakal nakal lagi, iyakan?" Ucap Genta menatap wajah Rea dengan sorotan wajah yang sendu.
Rea mengangguk. "Rea usahain buat lakuin apa yang mama mau" Jawab Rea.
"Pinter adik abang" Ucap Genta tersenyum lalu kembali memeluk Rea dengan sayang.
"Sampai kapan pun, Rea bakalan selalu jadi adik abang yang paling abang sayang"
...----------------...
Pagi ini terlihat sangat cerah, Genta dan Rea berniat untuk berolahraga pagi. Yaa sebetulnya Rea sangat malas berolahraga pagi, bahkan ia hampir tidak pernah berolahraga pagi saat tidak ada Genta.
"Kita berangkat dulu ya ma!" Pamit Rea
"Iya hati-hati yaa" Balas Geisha
"Iyaa"
Setelah itu, Rea bergegas keluar rumah.
"Lama banget" Ucap Genta, sudah sedari tadi Genta menunggu Rea.
"Ya sabar dong bang! kan Rea harus dandan dulu biar cantik" Jawab Rea tersenyum manis.
"Centil, lagian kamu ga dandan juga udah tetep cantik" Ucap Genta dengan jujur.
"Affah iyah dek?" Jawab Rea dengan sedikit bercanda.
"Dak dek dak dek, yang sopan kamu sama abang" Ucap Genta memukul kepala Rea dengan pelan.
"Heheee maaf bang" Balas Rea dengan cengengesan.
"Yaudah ayo mulai jogging" Ajak Genta, ia sudah berlari kecil duluan
Lalu Rea pun mengikutinya.
__ADS_1
"Bang Genta ganteng banget hihiii" Batin Rea dari belakang.