
...HAPPY READING-!!❤️...
"Gue kurang suka sama desain gaun yang lo tunjukin" Ujar Nathan.
"Kenapa?" Tanya Rea tidak mengerti.
"Di bagian depan terlalu terbuka" Jawab Nathan
"Tapi itu cantik" Ujar Rea
Nathan pun hanya bisa pasrah. Kemudian Sonia kembali datang dan membawakan gaun tersebut.
"Nah, yang ini bedanya di bagian depan dan coraknya saja" Ucap Sonia mulai memperlihatkan gaunnya.
"Kalo yang itu gue setuju" Sahut Nathan.
"Stttt, diem dulu" Ucap Rea membekap mulut Nathan. Sonia yang melihatnya hanya terkekeh geli.
"Bagus mba, melebihi ekspektasi saya" Kagum Rea.
Sonia tersenyum. "Untuk bahannya juga adem, dan gaun ini juga best seller di butik kami" Ujar Sonia.
Rea manggut-manggut mengerti.
"Boleh saya lihat dulu?" Tanya Rea.
"Boleh-boleh, kalau mau di coba juga silahkan" Jawab Sonia memberikan gaun tersebut.
Rea pun menerimanya dengan senang hati.
"Kalau begitu saya permisi dulu ya, kalau butuh apa-apa, bisa minta tolong dengan staff saya" Ucap Sonia
"Baik, terimakasih atas bantuannya" Jawab Rea sopan.
Sonia pun melenggang pergi dari sana.
"Bagus ya" Ucap Rea memperhatikan gaun tersebut dengan intens.
"Mau yang itu?" Tanya Nathan.
"***-"
"E-ehh" Rea mulai salah fokus dengan harganya.
"800 juta?!" Gumam Rea terkejut melihat harganya.
"Kayaknya gue gajadi beli yang ini deh" Ucap Rea, ia mulai takut memegang gaun tersebut.
"Loh, kenapa?" Tanya Nathan.
"Mahal" Bisik Rea.
__ADS_1
Nathan terkekeh. "Beli aja yang itu" Ucap Nathan.
"Gila lo?! ini harganya selangit" Jawab Rea kesal.
"Lo pikir, gue bakalan jatuh miskin cuma karena beliin lo gaun seharga 800 juta?" Ucap Nathan santai.
"Tapi ini terlalu mahal untuk harga gaun, Nathan" Jawab Rea.
"Gue orang kaya, santai aja, nih mending lo cobain dulu, kita juga masih harus beli baju untuk prewedding" Ucap Nathan
"Iya deh si paling kaya, tunggu disini, gue cobain dulu" Jawab Rea, ia mulai berjalan menuju ruang ganti.
Saat Rea sudah berada di ruang ganti, Fella dan Geisha berjalan menghampiri Nathan.
"Rea mana?" Tanya Fella.
"Lagi cobain gaun" Jawab Nathan menunjuk ke arah ruang ganti.
"Kamu, udah nemu jas yang cocok?" Tanya Fella.
"Nathan mah gampang" Jawab Nathan santai.
"Ehh, ga ada gampang-gampang, sana cari dulu, kemeja, sama setelan jas dan celana" Ucap Fella
"Nathan mau liat Rea dulu" Jawab Nathan
"Tenang, ada kita, mending kamu pergi cari jas yang cocok dulu" Sahut Geisha.
"Betul itu, sana cari" Ucap Fella
Selang beberapa menit, Rea keluar dengan mengenakan gaun yang ia coba.
"Cantiknya, calon menantu" Puji Fella.
Rea pun tersenyum malu mendengarnya.
"Cocok" Ucap Geisha.
"Adik abang cantik banget" Puji Genta dari belakang tubuh Geisha.
Sontak semua yang berada di sana pun menoleh ke arah Genta.
"Lohh Genta??" Ucap Geisha terkejut.
"Abang!!" Seru Rea berjalan ke arah Genta.
Genta tersenyum tipis. "Cantik banget sih" Ucap Genta mencubit pipi Rea.
"Sejak kapan kamu disini?" Tanya Geisha.
"Baru tadi sampai, kebetulan kerjaan abang udah lumayan beres, jadinya abang sempetin kesini buat liat Rea cobain baju" Jawab Genta
__ADS_1
"Cocok ga, bang?" Tanya Rea memperlihatkan gaun yang sedang ia kenakan.
"Cocok banget" Ucap Genta
"Jadinya mau pilih yang itu aja?" Tanya Fella
Rea menoleh ke arah Fella dan mengangguk. "Tadi udah tanya mas Nathan, dia juga setuju" Jawab Rea.
"Coba gue liat" Ucap Nathan dari belakang, ia juga sudah mengenakan pakaian pengantin.
Sontak Rea pun menoleh.
"Cantik" Puji Nathan tersenyum tipis.
Rea terpesona dengan penampilan Nathan, meskipun Nathan sering memakai jas, namun kali ini tampak berbeda.
"Kenapa lo? gue ganteng ya??" Ucap Nathan percaya diri. Sementara semua yang berada disana hanya terkekeh geli melihatnya.
"Cocok banget kalian" Sahut Geisha menatap keduanya.
"Rea kepengen ada mahkota gitu deh di kepala, biar lebih rame gitu" Ucap Rea.
"Nah iya, tante juga berpikiran yang sama, ayo tante bantu cariin mahkota yang cocok" Ajak Fella.
"Oke tan" Jawab Rea, ia pun ikut Fella mencari mahkota.
"Mama mau ikut dulu, kamu sama Nathan ya" Ucap Geisha, tanpa mendapatkan jawaban, ia pergi mengikuti Fella dan Rea.
Setelah dirasa mereka sudah pergi, Nathan kembali bersuara.
"Calon istri gue cantik ya?" Ucap Nathan
"Adek gue emang cantik" Jawab Genta
"Oo ya, gue mau nanya, soal yang kemarin, gimana? udah dapet jawaban?" Tanya Nathan
"Untuk sementara, gue lagi urus perusahaan yang ada di Surabaya, kerja sama yang lo maksud, di perusahaan kota apa?" Jawab Genta balik bertanya.
"Jakarta" Ucap Nathan.
Genta mulai berfikir. "Apa keuntungan kerja sama dengan perusahaan lo?" Tanya Genta.
Nathan mulai berjalan ke arah Genta. "Keuntungannya banyak, akan ada banyak client yang akan lo dapetin, plus, lo juga pasti akan mendapatkan uang lebih untuk perusahaan" Jawab Nathan
Genta mulai menimang-nimang tawaran Nathan.
"Kasih gue waktu untuk meeting dengan karyawan gue" Ucap Genta
"Oke, gue bakal kasih lo waktu, tapi menurut gue sih, lo mending langsung terima tawaran gue, kapan lagi coba, di ajak kerja sama dengan perusahaan terkenal" Jawab Nathan menepuk pundak Genta.
Genta hanya diam.
__ADS_1
"Yaa kalau gitu, gue mau liat calon istri gue dulu" Ucap Nathan, ia mulai melenggang pergi meninggalkan Genta.
Sementara Genta hanya terdiam melihat Nathan. "Gue harus gimana?" Batin Genta bertanya-tanya