MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)

MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)
(13) JOGGING BERSAMA GENTA


__ADS_3

...HAPPY READING-!!❤️...


Baru saja setengah berlari, namun Rea sudah tidak kuat, rasanya ia ingin sekali rebahan di kasurnya.


"Bangg, istirahat dulu yaa bang" Ucap Rea dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Belum ada 15 menit loh dek, masa udah cape sih? kamu jarang olahraga ya?" Tanya Genta dengan rasa curiga, padahal setiap mereka telfonan, Rea selalu berkata bahwa dirinya selalu olahraga, tapi mengapa sekarang baru lari Sebentar, Rea sudah merasa lelah?


"E-eeee Rea olahraga kok!" Jawab Rea dengan sedikit gugup.


Genta memicingkan matanya. "Abang ga suka di bohongin, kamu diam aja disini, istirahat sendiri, abang mau jogging sendiri" Ucap Genta dengan nada yang sedikit dingin, kemudian ia berjalan meninggalkan Rea.


"Abang!!" Teriak Rea dari belakang.


Lalu Rea pun mengejar langkah Genta.


"Abang tungguin Rea dong" Ucap Rea dengan langkah yang sedikit cepat agar bisa menyamai langkah kaki Genta.


"Kenapa? katanya cape, mau istirahat" Jawab Genta tanpa menatap wajah Rea.


"Ish abang maafin Rea, Rea salah, Rea bohong sama abang, sebenernya Rea ga pernah olahraga, kecuali waktu sekolah di jam olahraga" Ucap Rea jujur.


Genta pun berhenti.


Melihat Genta berhenti, Rea pun ikut berhenti berjalan. Kemudian Genta menatap wajah Rea dengan tatapan yang serius.


"Abang paling ga suka dibohongin, apalagi sama adik abang sendiri" Ucap Genta memegang kedua pundak Rea.


Rea menunduk. "Maaf" Jawab Rea menunduk takut.


"Hei, tatap abang, abang juga paling ga suka kalo abang bicara tapi tidak dilihat oleh orang lain, terutama oleh adik abang, Rea Azalia Salsabila" Ucap Genta memegang dagu Rea agar Rea mau menatapnya. Namun Rea menutup matanya.


"Hei, buka matanya" Titah Genta.


"Abang itung 1 sampai 3, kalau matanya tidak di buka, abang beneran tinggalin Rea disini" Ucap Genta.


"1.."


"2.."


"IYA ABANG MAAFIN AKU!" Jerit Rea membuka matanya.


Genta tersenyum tipis, lalu mengusap rambut Rea dengan penuh sayang.


"Jangan lakuin itu lagi, adik abang harus jadi anak baik, anak yang sopan" Ucap Genta lembut.


"Iya abang" Jawab Rea masih merasa bersalah.


"Kamu laper?" Tanya Genta lalu dijawab oleh anggukan dari Rea.


"Di sana ada tukang bubur, Rea mau?" Tawar Genta


"Mau mauu, tapi abang yang bayar yaa!!" Seru Rea bersemangat.


"Hahaa iya dehh abang yang bayar, yaudah ayo kesana" Ucap Genta lalu menggandeng tangan Rea menuju gerobak bubur yang berada di seberang jalan.


Sembari berjalan, Rea melihat tangannya yang di gandeng oleh Genta, ada perasaan senang di dalam hatinya.


"Abang gue sweet banget sih!" Jerit Rea di dalam hatinya.

__ADS_1


"Adek duduk di situ, biar abang pesen dulu" Ucap Genta. Rea pun mengangguk, ia segera duduk.


Kemudian Rea menunggu Genta yang sedang memesan.


Namun tak di sangka, Geo datang dan menghampiri Rea.


"Lo ngapain di sini?" Tanya Rea mulai sewot.


"Ya gue mau beli bubur lah, lo sendiri ngapain?" Jawab Geo kembali bertanya.


"Ya gue.."


"Ini siapa?" Tanya Genta, ia membawa nampan berisikan dua mangkuk bubur, dan dua teh manis. Kemudian ia menaruhnya di meja.


"Ini Damian, temen Rea" Jawab Rea memperkenalkan Geo.


"Gue Geo!" Ketus Geo, ia tak ingin di panggil 'Damian' oleh orang lain.


"Dih, nama lo kan Damian"


"Damian Geo Rionald, panggil aja gue Geo" Ucap Geo dengan tangan sudah siap untuk berjabat tangan.


"Gue Genta Argantara, panggil aja gue Genta, gue abangnya Rea" Jawab Genta membalas jabatan tangan Geo.


"Oo abangnya, gue pikir pacar.." Batin Geo lega.


"Udah-udah jangan jabatan terus, nanti jadi suka" Ucap Rea, ia melerai kedua tangan mereka.


"Sorry, gue masih waras" Balas Geo malas.


"Hahaa, Geo katanya mau beli bubur? ga pesen?" Tanya Genta


"Eh iya gue lupa, bentar ya" Jawab Geo baru ingat, kemudian ia langsung memesan bubur.


Sementara Geo melihat gerak-gerik Rea yang sangat menggemaskan menurutnya.


"Ngapain lo ngeliatin gue gitu?!" Ketus Rea menatap wajah Geo dengan tajam.


Sontak Genta pun ikut menatap ke arah Geo.


"Dih, ge'er banget lo, gue cuma.. ngeliat pemandangan yang di belakang lo!" Ucap Geo mencoba mengelak.


"Sial, gue ketauan, mana malu banget ada abangnya" Batin Geo kesal.


"Idih alesan" Rea pun kembali memakan buburnya.


"Gue pulang dulu ya, gue udah ditungguin sama adek gue" Ucap Geo pamit.


"Yaudah sono, ga ada yang larang elo pulang" Jawab Rea tidak peduli.


"Rea.." Tegur Genta


"Ck, iyaaa pulang ajaa, hati-hati yaaa" Ucap Rea tersenyum manis, lebih tepatnya senyuman yang di paksa.


Geo hanya tertawa dalam hati melihat wajah konyol Rea.


"Bang, gue pulang ya"


Genta mengangguk sambil tersenyum. "Hati-hati di jalan ya" Ucap Genta. Genta memanglah tipikal orang yang ramah, penyayang, dan yang terpenting, ia selalu mengutamakan attitude.

__ADS_1


"Iya bang" Jawab Geo, kemudian Geo pergi dari sana menuju ke rumahnya. Kebetulan rumah Geo berada di dekat kompleks yang sedang mereka jadikan tempat jogging.


"Bang, padahal aslinya si Damian itu nyebelin tau bang" Ucap Rea


"Ga boleh menilai orang dari luarnya saja, Rea" Jawab Genta, ia mulai memakan kembali buburnya.


"Hmm iya deh" Rea pun pasrah dan ikut memakan kembali buburnya.


...----------------...


Setelah memakan bubur tadi, mereka kembali melakukan jogging.


"Bang, cape" Keluh Rea.


Genta geleng-geleng kepala melihat Rea. "Gini aja, ini kan sudah mulai siang, gimana kalau yang sampai ke rumah duluan, dia yang di belikan es krim" Ucap Genta, mungkin dengan itu, Rea bisa bersemangat untuk berlari lagi.


"ES KRIM?!! BOLEH-BOLEH!!" Jawab Rea mulai berantusias.


"Oke, abang hitung ya.."


Rea mengangguk dengan bersemangat.


"1.."


"2.."


Rea mulai bersiap-siap untuk berlari.


"3!!"


Mereka pun sama-sama berlari, Genta sengaja tidak berlari dengan cepat, agar Rea bisa menang.


Rea sudah berlari dengan sangat cepat karena ia ingin mendapatkan es krim.


Tak terasa, Rea sudah hampir sampai ke rumahnya.


Dan..


"YEYYY REA SAMPAI!!" Girang Rea.


"Loh, kok cuma kamu, abang kamu mana?" Tanya Geisha melihat Rea hanya sendirian.


"Eeee ituu.."


Tiba-tiba saja Genta datang dengan nafas yang sengaja ia buat tersengal-sengal.


"Cepet banget larinya" Ucap Genta tersenyum mengelus rambut Rea.


"Hehehee, mana es krimnya?" Tagih Rea


"Nanti yaa siangan, nanti kita ke toko es krim" Jawab Genta tersenyum tipis.


"Okeee abang, Rea mau masuk dulu ah cape" Ucap Rea melenggang masuk ke dalam rumah.


Genta dan Geisha hanya geleng-geleng kepala melihat Rea


"Bukannya kamu bisa lari, Genta?" Tanya Geisha, bahkan dulu Genta adalah juara lomba lari Nasional, namun mengapa sekarang ia kalah melawan Rea?


"Sengaja ma, biar Rea bahagia" Jawab Genta dengan sangat tulus.

__ADS_1


Geisha tersenyum tipis.


"Kedepannya harus tetap seperti ini ya?" Batin Geisha berharap


__ADS_2