
...HAPPY READING-!!❤️...
Hari sudah siang, sedari tadi Rea merengek kepada Genta untuk di belikan es krim. Namun saat ini Genta sedang lumayan sibuk karena urusan kantornya belum kelar.
"Abang ayo dong bang" Rea terus menarik-narik baru Genta agar Genta mau membelikannya sekarang juga.
"Abang masih sibuk Re, sama Nathan aja ya? nanti mama telfon Nathan nya" Sahut Geisha dari luar kamar.
Rea menggeleng. "Mau sama abang" Ucap Rea mengerucutkan bibirnya.
Genta menghela nafas panjang kemudian menutup kembali laptopnya. "Ayo" Ucap Genta pada akhirnya.
Dengan cepat, Rea pergi ke kamarnya untuk mengambil cardigan yang akan ia pakai.
Setelah mengambil cardigan, Rea kembali menemui Genta.
"Ayo bang!!" Ucap Rea tersenyum girang.
Genta mengelus rambut Rea dengan penuh sayang. "Iya" Jawab Genta.
"Kamu yakin, Genta? pekerjaan kamu belum selesai loh" Tanya Geisha dengan tatapan kurang yakin.
Genta mengangguk. "Yang penting sekarang, Rea seneng. Urusan kerjaan biar di urus nanti" Jawab Genta.
"Yasudah deh, hati-hati ya" Peringat Geisha
"Iya ma, Genta sama Rea pergi dulu" Ucap Genta pamit dan di balas oleh anggukan dari Geisha. Kemudian Genta dan Rea pergi keluar rumah menuju mobil nya, lalu masuk ke dalam mobilnya.
"Sudah siap??" Tanya Genta
"Siap!!!" Seru Rea dengan semangat yang menggebu-gebu.
"Let's go!!" Genta pun menyalakan mobilnya lalu melajukannya.
Baru saja mereka pergi dari pekarangan rumah, sebuah mobil berwarna hitam datang.
Tinn tinn..
Geisha buru-buru keluar rumah dan melihat siapakah yang datang ke rumahnya.
__ADS_1
Pintu mobil terbuka dan menunjukkan sosok lelaki dengan kemeja putih dan di balut oleh jas abu-abu.
"Lohh ada Nathan? ada apa kesini nak Nathan?" Tanya Geisha
Ternyata lelaki itu adalah Nathaniel Alvaro Bautista.
"Rea nya ada?" Jawab Nathan balik bertanya. Ia datang ke rumah Rea bukan tanpa alasan. Ia ingin mengajak Rea untuk jalan-jalan ke tempat yang sudah ia rencanakan sejak kemarin.
"Haduhh maaf ya Nathan, baru aja Rea pergi sama abangnya" Ucap Geisha tidak enak hati.
"Abang?" Nathan baru tahu bahwa Rea memiliki seorang abang, pasalnya ia tidak pernah melihat kehadiran Genta di rumah ini.
"Iya, dua hari yang lalu, abangnya pulang, ya jadi gitu deh, Rea kangen berat sama abangnya, sekarang dia lagi ke toko es krim"
Nathan mengangguk. "Toko es krim yang mana, ya?" Tanya Nathan, ia ingin menyusul Rea. Rasanya ia sangat rindu sekali kepada calon istrinya.
"Aduh kalo itu ga tau deh, coba aja di telfon, atau mau tante aja yang bantu telfon Rea?" Tawar Geisha
"Ga usah, kalo gitu saya pulang dulu" Jawab Nathan. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia sangat kecewa berat karena tidak dapat menemui calon istrinya.
"Oh gitu, ya sudah kalau begitu, sekali lagi maaf ya, Nathan" Ucap Geisha semakin tidak enak hati, ia tahu sekali bahwa Nathan pasti sangat kecewa.
Nathan mengangguk. "Assalamu'alaikum"
Nathan pun kembali masuk ke dalam mobilnya.
"Kira-kira dia pergi kemana?" Batin Nathan bertanya-tanya.
...----------------...
"Gimana es krim nya? enak ga?" Tanya Genta tersenyum tipis ke arah Rea.
Rea mengangguk dengan perasaan hati yang sangat senang. "Enak banget bang, Rea suka!!" Seru Rea, ia kembali memakan es krimnya.
Genta mengusap rambut Rea dengan penuh sayang. "Bagus lah kalau suka, abang jadi ikut seneng" Jawab Genta.
Rea berhenti memakan es krim, ia menatap ke arah Genta. "Emmm.. abang ga apa-apa? pekerjaan abang belum selesai karena Rea" Tanya Rea hati-hati. Ia sangat merasa bersalah karena telah merengek seperti itu kepada Genta di saat Genta sedang sibuk-sibuknya. Namun ia juga ingin egois untuk sekali ini saja, karena jarang sekali Genta pulang ke rumah.
Genta tersenyum tipis. "Ga apa-apa, nanti bisa abang lanjutin, yang penting sekarang, abang bisa bahagiain adik abang terlebih dahulu" Jawab Genta.
__ADS_1
"Maafin Rea ya, abang" Tutur Rea, ia bersandar di bahu Genta dengan sebuah es krim di tangan kanannya.
"Ga apa-apa, sayang" Jawab Genta
Rea terdiam menatapi es krimnya.
"Kenapa? di makan dong, masa di diemin aja"
Rea menggeleng. "Rea salah ya bang?" Tanya Rea, ia masih sangat merasa bersalah atas kejadian tadi.
"Engga kok, cuma.. caranya salah, lain kali jangan seperti itu ya, itu tidak baik" Jawab Genta menasihati Rea dengan lembut.
Rea mengangguk. "Iya abang, maafin Rea"
"Ya udah, es krimnya di makan lagi dong"
Dengan cepat, Rea pun memakan es krimnya kembali.
...----------------...
Seorang lelaki dengan kemeja putih, di balut oleh jas abu-abu, celana hitam, serta ikat pinggangnya, sedang duduk di kursi kantor.
"Maaf tuan, saya gagal mengejarnya"
Lelaki itu memutarkan kursinya dan menggebrak meja.
BRAKK..
"ANDA PAYAH! MASA HAL INI SAJA TIDAK BISA DI LAKUKAN?!!" Bentak pria itu
"Sekali lagi saya minta maaf"
"Saya tidak mau tahu, hari ini juga, dia harus sudah ada di ruangan bawah tanah!" Titah pria itu tak ingin di bantah.
"Baik tuan" Kemudian asisten pria itu pergi dengan wajah yang menunduk.
"ARRGGHHHH!! DASAR TIDAK BERGUNA!!!"
Pria itu meninju dinding dengan perasaan yang campur aduk.
__ADS_1
"Liat aja, lo bakal habis di tangan gue" Ucap pria itu, tatapan matanya sungguh mengerikan.
"Lo udah main-main dengan seorang, Nathaniel Alvaro Bautista" Lanjut pria itu setelah itu ia tertawa dengan kencang.