MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)

MARRIED TO MAFIA (Smbil Aku Revisi Sedikit Ya)
(4) PEKERJAAN NATHAN?


__ADS_3

...HAPPY READING-!!❤️...


Rea dan Nathan sudah berada didalam mobil Nathan, tentunya Rea sangat takut. Pasalnya sedari tadi Nathan terus melihatnya dengan tatapan yang sangat menyeramkan.


"Saya tahu, kamu pasti ingin mengadu tentang hal itu ke tante Geisha, kan?!!" Ucap Nathan tiba-tiba


Deggg..


"Kenapa dia bisa tahu, sih?!" Batin Rea dengan terheran-heran.


"Ya jelas saya bisa tahu, saya sudah tahu dari gerak-gerik kamu" Ucap Nathan


Rea terkejut, bagaimana bisa Nathan mendengar isi hatinya??!!


"Maaf, aku tidak akan lakukan itu lagi.." Cicit Rea menunduk


"Kamu tahu kan, apa akibatnya?" Ucap Nathan tersenyum miring


Gleggg..


Rea meneguk ludahnya dengan susah payah.


"Oke, saya rasa, kamu sudah tahu, jadi saya tidak perlu beritahu lagi" Timpal Nathan. Ia mulai menyalakan mesin mobilnya.


Mobil Nathan melaju dengan cepat, hal itu membuat Rea ketakutan, namun ia berusaha untuk tetap tenang.


"Nathan.. bisa pelan-pelan tidak? Aku takut" Cicit Rea terbata-bata.


Nathan yang mendengar ucapan Rea pun tersenyum miring, Bukannya memelankan nya, justru ia malah menambah kecepatan mobilnya.


"Dia tahu kata pelan tidak, sih?" Batin Rea kesal.


"Aku minta pelan, Nathan.." Ucap Rea memberanikan diri.


"Kalo saya tidak mau?" Nathan menatap kearah Rea dengan singkat, lalu mengecup pipi kanan Rea.


Sontak Rea pun terkejut akan tingkah Nathan yang tidak bisa di tebak.


"Tidak usah baper, saya hanya iseng" Ucap Nathan kembali cuek.


"Apaan sih?!!" Rea mengelap pipinya dengan tangan kanannya.


"Tidak usah munafik, saya tahu kalau kamu suka" Ucap Nathan percaya diri.


"Tidak usah ge'er ya kamu" Jawab Rea memutar bola matanya malas.


Nathan hanya tersenyum tipis lalu kembali fokus kepada jalanan.


Sesampainya disekolah Rea..

__ADS_1


"Aku masuk dulu" Ucap Rea


"Hm


"Ck, apa-apaan ham hem ham hemm!!" Ketus Rea berdecak sebal.


"Terserah saya" Ucap Nathan


"Oke, bye" Tanpa basa-basi, Rea bergegas keluar dari mobil Nathan dan berlari kecil menuju kelasnya, hal itu disaksikan sendiri oleh Nathan.


"Lucu" Batin Nathan tersenyum tipis


"Apaan sih Nathan?!! Tidak!! Kamu tidak mungkin suka dengan anak SMA itu!!! dan tidak akan pernah suka!!" Ketus Nathan pada dirinya sendiri, sepertinya Nathan sudah mulai gila.


Nathan pun kembali menyetir mobilnya menuju kantor.


...----------------...


Saat sudah sampai kantornya, ia disambut baik oleh beberapa pegawainya.


"Tuan, kita punya misi baru” Ucap Geo, Geo bekerja sebagai asisten Nathan yang akan memberitahukan misi apa yang akan mereka kerjakan.


"Apa?" Tanya Nathan mengangkat sebelah alisnya.


Rion mulai membisikkan tentang misi apa yang akan mereka kerjakan.


"Let's play the game.." Gumam Nathan lalu bergegas pergi menjalani misi.


...----------------...


"Jadi menurut kamu enakan pentol ayam atau pentol sapi?" Tanya Rea


"kamu tidak waras sekali, sejak tadi selalu menanyakan yang aneh aneh, ntah itu sapi bisa terbang lah, gajah pipis di toilet lah, kami sedang kenapa sih, Rea?!" Sungguh Vania sudah tidak kuat menghadapi ocehan Rea yang sungguh diluar nalar.


"Aku bingung, kalo aku nikah, berarti nanti aku ga bisa godain abang ojek yang ada dipertigaan, dong?" Ucap Rea lesu


"Ya ga bisa lah, kan kamu nanti sudah punya suami!!" Ketus Vania, pertanyaan Rea ada-ada saja.


"Tapi ga apa-apa kali ya, lagian kan si Than-Than tidak cinta aku" Ucap Rea


"Than-Than siapa coba??"


"Itu loh, si Nathan" Jawab Rea. Mulutnya sungguh tidak bisa di rem.


"Bagus juga nama panggilannya" Ucap Vania manggut-manggut.


"Jelasssss, kan buatan aku" Jawab Rea berbangga diri.


"Mulai lagi tingkahnya" Vania geleng-geleng kepala atas tingkah laku Rea, yaaa semoga saja suaminya nanti bisa betah dengan sikapnya yang kadang-kadang di luar nalar.

__ADS_1


"Baksonya mau kamu yang makan atau aku?" Tanya Vania menatap ke arah mangkuk yang sama sekali belum disentuh oleh Rea.


"kamu saja deh, aku lagi tidak nafsu makan" Jawab Rea mendorong mangkuk berisi bakso tersebut.


"Alhamdulillah rezeki anak sholehot" Ucap Vania dengan mata yang berbinar.


"Apa itu sholehot?" Tanya Rea


"Sholehah dan hot" Jawab Vania santai. Lalu ia memakan bakso yang diberikan oleh Rea.


...----------------...


"S-stop.. Arrgghhh.. jangan siksa saya!!"


"Lemah banget anda" Ucap Nathan. Ia mulai mencambuk kaki orang itu.


"Arrggghhhhh, cukup.."


Nathan tersenyum puas atas karya yang telah ia buat. Pipi yang sudah tergores gores oleh pisau, darah dimana-mana, ia sangat menyukainya, rasanya ia tidak ingin berhenti melakukannya.


"Sentuhan terakhir, anda harus mati!!!" Ucap Nathan menancapkan pisau tepat di jantung orang itu.


Brukk..


Orang itu telah tewas..


"Hahahahahaaaa, Rion.. Cepat bereskan mayatnya" Titah Nathan


"Siap tuan" Jawab Rion. Ia mulai membawa mayat tersebut bersama beberapa asisten lainnya.


Nathan mulai menelfon seseorang..


"Target sudah mati"


"Terima kasih, anda memang selalu dapat diandalkan, saya sudah transfer uangnya"


"Baik"


tutttt..


Nathan menarik nafas panjang.


"Rion, bawa minuman segar keruangan saya!" Titah Nathan. Ia sudah sangat lelah dengan pekerjaan ini, ingin sekali rasanya ia menghentikan ini, namun sepertinya tidak bisa.


"Baik tuan" Jawab Rion menuruti perintah tuannya.


Nathan mulai berjalan menuju ke ruangannya, sesekali ia melihat ke arah tempat dimana ia menghabisi target.


Nathan tersenyum miring melihatnya. Terdapat rasa kepuasan tersendiri di dalam dirinya.

__ADS_1


__ADS_2