
...HAPPY READING-!!❤️...
Saat ini Rea dan Vania sedang berada di kantin sekolah. Suasana kantin tampak ramai sekali.
"Tuh kan, gue paling males kalo ke kantin rame kayak gini" Oceh Rea
"Ya namanya juga kantin Re, kalo mau sepi ya di kuburan" Jawab Vania, Vania pun berusaha untuk tetap memesan makanan di kantin, meskipun ramai. Bahkan kakinya sempat terinjak oleh siswa lain.
"Gue duduk disana dulu aja deh Re" Tunjuk Rea kepada meja di pojokan.
"Yaudah, lo mau pesen apa biar gue sekalian pesen"
"Gue mie ayam aja deh sama es teh manis"
"Oke" Vania pun segera memesan, sedangkan Rea cepat-cepat melangkah menuju kursi tersebut, pasalnya meja kantin hanya tersisa di situ saja.
Dan sampailah ia di meja pojok kantin.
Saat ingin duduk..
"Aduhh" Desis Rea
"Ini tempat duduk gue" Ucap seorang lelaki yang berada di hadapan Rea. Rea pun menatapnya dengan intens.
"Njir dia siapa, kok gue ga pernah liat ya?" Batin Rea bertanya-tanya.
Rea melihat name tag lelaki itu..
Damian Geo Rionald
"Minggir!" Ucap Geo itu duduk di kursi yang ingin Rea tempati.
"Dihh, enak banget lo duduk di tempat gue!!!" Ketus Rea
"Masalah buat lo?" Perkataan Geo sangat menjengkelkan.
"Iya, masalah buat gue, mending sekarang lo pergi dari tempat gue"
"Punya hak apa lo nyuruh-nyuruh gue?"
"Gue yang pertama duduk di sini, jadi kursi ini punya gue" Ucap Rea kesal
"Gue yang duluan di sini"
"Gue!"
__ADS_1
"Gue"
"Gue!!"
"Ada apa nih ribut-ribut?" Tanya Vania baru saja datang.
"Dia rebut kursi gue Van!" Adu Rea menunjuk Geo
"Gue? bukannya elo yang rebut kursi gue?!" Ucap Geo tak ingin disalahkan.
"Gue yang di sini duluan ya!" Ketus Rea
"Ehh udah jangan berantem, ini kan kursi nya ada banyak, bareng-bareng aja duduknya" Ucap Vania berusaha melerai keduanya.
"Gak!!" Jawab keduanya bersamaan.
"Udah-udah jangan ribut, biasanya yang awalannya ribut, lama-lama jadi saling suka loh" Ujar Vania
"Jijik banget gue suka sama dia" Rea memutarkan bola matanya malas.
"Gue juga jijik sama lo" Balas Geo
"Udah duduk, gue laper dengerin kalian berantem mulu, nih pesenan lo Re" Ucap Vania langsung duduk di kursi itu. Mau tak mau Rea juga ikut duduk di kursi sebelah Vania.
"Lo juga duduk" Titah Vania kepada Geo.
"Baikan gih" Ucap Vania
"Ogah" Jawab keduanya bersamaan lalu mereka memalingkan wajahnya.
"Baikan aja napa, lagian kan kursi ga cuma satu" Ucap Vania, ia lelah dengan pertengkaran ini.
Dengan rasa malas, Rea pun berbalik menatap Geo. "Harusnya lo yang minta maaf, tapi karena gue baik hati dan tidak sombong, gue minta maaf" Ucap Rea.
Geo pun ikut menatap wajah Rea. "Karena gue lebih baik dari lo, gue maafin lo, inget, gue cuma maafin lo, bukan berarti gue minta maaf sama lo" Jawab Geo menajamkan tatapannya.
"Yaelah masih aja ribut" Ucap Vania geleng-geleng kepala mendengarnya.
"ELO-"
"UDAH WOI GUE MAU MAKAN!!" Ketus Vania memukul meja kantin. Sontak seluruh penghuni kantin pun melihat ke arah mereka.
Rea dan Geo pun menjadi diam.
"Bukan temen gue..." Gumam Rea takut
__ADS_1
"Bukan sepupu gue juga.." Ucap Geo membalas gumaman Rea.
"Jadi lo sepupunya Vania?" Tanya Rea membisik, Geo pun mengangguk.
"Lo mau jadi sorotan orang-orang?" Ucap Geo, Rea pun menggeleng, seluruh penghuni kantin masih melihat kepada mereka, sedangkan Vania masih marah kepada mereka berdua.
"Ayo cabut dari sini" Ajak Geo menggandeng tangan Rea pergi dari kantin.
Vania pun melihat kepada mereka berdua yang sudah berjalan tanpa mengajaknya.
"REA AZALIA SALSABILA, DAMIAN GEO RIONALD!" Teriak Vania dengan nada yang sangat seram, sontak Geo dan Rea pun berjalan lebih cepat supaya tidak kena amuk Vania.
Cukup lama mereka berdua berlari, hingga akhirnya sampai di taman sekolah.
"Vania udah ga ngejar kan?" Tanya Rea dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Udah engga" Jawab Geo, nafasnya juga tersengal-sengal.
"Huft.. cape gue.. ini semua gara-gara lo!!" Ketus Rea menunjuk Geo.
"Lah kok gara-gara gue??"
"Elo yang mulai duluan!! coba aja kalo dari awal lo ngalah, pasti Vania ga bakal marah sama gue!!" Ucap Rea dengan tatapan tajam.
"Heh, itu juga salah lo karena lo ga mau kasih gue tempat duduk" Jawab Geo tak ingin di salahkan.
"Lah duduk tinggal duduk, kursi kan masih banyak di sebelahnya!"
"Ck, tapi gue mau nya duduk di situ" Geo berdecak kesal, perempuan di hadapannya ini sangat keras kepala. Yaa meskipun dirinya juga keras kepala sih..
"Udah-udah, gue males debat sama lo" Ucap Rea pasrah, ia duduk di kursi yang berada di dekatnya, lalu Geo pun ikut duduk di kursi tersebut.
"Lo kenapa ikutan duduk?!!"
"Gue capek" Ucap Geo, dari tampangnya, memang Geo terlihat sangat kelelahan.
"Halah alesan" Balas Rea memutar bola matanya malas.
"Gue beneran cape, gue ga bisa lari" Ucap Geo, mukanya terlihat sedikit pucat.
"Lohh, kok mendadak lo keliatan ga sehat gitu sih?" Tanya Rea khawatir
"Gue.." Belum sempat melanjutkan ucapannya, Geo sudah pingsan terlebih dahulu.
"Lohh??!! woii, Damian!! anjir lo jangan bercanda dong, bangun lahh, lo ga ngerasa gitu kalo tubuh lo berat?!!" Ucap Rea panik, ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan.
__ADS_1
"Kenapa ini?"