
...HAPPY READING-!!❤️...
Pagi ini tak secerah kemarin. Cuaca di luar terlihat seperti ingin turun hujan. Suasana hati Rea pun sedang mendung, ia sama sekali tidak bersemangat untuk berangkat ke sekolah. Bahkan saat ini, Rea masih tidur di atas kasurnya yang empuk.
"Rea!! Bangun!! Harus berapa kali lagi mama bangunin kamu!! Cepat bangun!!!" Ucap Geisha setengah berteriak. Tangannya dalam keadaan bertolak pinggang.
"Lima menit lagi" Jawab Rea lesu, matanya masih dalam keadaan tertutup.
"Ya Allah Rea" Geisha sudah pasrah, ia bergegas untuk keluar dari kamar Rea untuk memanggil Genta.
Geisha turun dari tangga dan melihat Genta yang sedang meminum kopi seraya membaca koran.
"Bang Genta" Panggil Geisha, ia menghampiri Genta.
"Kenapa ma?" Tanya Genta menatap wajah Geisha.
"Ayo bangunin adik mu biar dia mau bangun, dari tadi mama bangunin, dia ga bangun-bangun, bilangnya lima menit mulu" Adu Geisha.
"Ya udah abang coba bangunin" Jawab Genta, ia beranjak dari duduknya, kopi nya ia taruh di meja beserta koran yang baru saja ia baca.
Genta mulai berjalan menuju kamar Rea, sedangkan Geisha, ia mengikuti langkah Genta dari belakang.
Tok tok tok..
Genta mengetuk pintu kamar Rea.
"Langsung masuk aja bang, Rea ga bakal buka" Ucap Geisha, Genta pun mengangguk.
Genta membuka pintu dan berjalan menuju kasur Rea. Benar saja, Rea masih tertidur pulas.
Genta menatap wajah Rea sebentar. "Rea, bangun" Ucap Genta dengan lembut seraya menepuk pipi Rea.
"Lima menit" Jawab Rea lemas.
"Sudah hampir jam 7, kamu ga mau sekolah, hm?" Tanya Genta
Rea menggeleng.
"Kenapa?" Tanya Genta dengan lembut.
"Males.." Cicit Rea, ia menyelimuti tubuhnya.
Genta menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.
"Kenapa males? sini cerita sama abang" Jawab Genta
Perlahan, Rea bangun dari tidurnya. Rea menatap wajah Genta dengan wajahnya yang masih terlihat mengantuk.
Rea terdiam sejenak..
"Kenapa, hm?" Tanya Genta dengan lembut.
Rea menatap wajah Geisha yang bersembunyi di balik pintu.
Sontak, Genta pun ikut menatap wajah Geisha. "Ma, bisa tolong pergi dulu? sepertinya Rea ingin bicara berdua dengan abang saja" Ucap Genta hati-hati. Geisha pun mengangguk lalu ia pergi.
Setelah melihat Geisha pergi, Rea menatap wajah Genta kembali.
"Rea.. ga mau nikah.." Cicit Rea pelan, pandangannya ia turunkan ke bawah.
"Masih dua minggu lagi, lagian, adek masih bisa sekolah" Ucap Genta
Rea menggeleng. "Rasanya pasti akan beda, Rea mau habisin waktu Rea bareng sama abang"
Genta terdiam..
__ADS_1
"Kalo aja abang bisa batalin pernikahan kamu, pasti akan abang lakuin, dek"
Genta memeluk Rea.
"Meskipun adek nikah, abang akan tetap bareng sama adek, abang akan tetap jadi cintanya adek, adek ga perlu takut, lagian, abang percaya, seseorang yang telah di pilih oleh papah, pasti adalah orang yang sangat baik, orang yang sangat di percaya" Ujar Genta. Ia berusaha untuk tetap kuat, meskipun pada kenyataannya, ia tidak bisa.
Rea menggeleng pelan. "Rea ga siap"
"Rea, kalo kamu di tanya, siap atau tidak, sudah pasti jawabannya tidak, begitu pun dengan abang, kalo abang di tanya, siap atau tidak kehilangan adik abang, abang ga akan siap dan ga pernah bisa siap. Tapi, segala sesuatu itu harus di coba dulu, abang yakin, lama-lama, Rea akan menjadi terbiasa dan melupakan ketidaksiapan itu" Ujar Genta bijak
Rea terdiam, ia mulai mencerna perkataan Genta.
"Rea ga perlu khawatir, abang akan selalu ada di sini, abang akan selalu jaga kamu dari belakang sini" Ucap Genta dengan sangat tulus.
"Tapi untuk hari ini, ga apa-apa kan, kalo.. kalo Rea tidak sekolah dulu?" Tanya Rea hati-hati.
Genta tersenyum tipis lalu mengangguk. "Ga apa-apa"
Rea tersenyum senang. "Makasih abang!!" Seru Rea.
Genta melepaskan pelukan. "Sama-sama, kalo gitu abang ke bawah dulu, masih banyak yang harus abang lakuin" Ucap Genta beranjak dari duduknya.
Rea mengangguk. "Okey abang!! semangat!!"
Genta tersenyum tipis, ia mengelus rambut Rea dengan penuh sayang, kemudian ia pergi dari kamar Rea.
Setelah melihat Genta pergi dari kamarnya, Rea mulai girang.
"Akhirnya gue bisa bebas dari pelajaran Bu Surti!!!!" Seru Rea. Wajahnya tampak terlihat sangat senang, berbeda sekali dari wajah yang sebelumnya.
Bu Surti adalah guru dari mata pelajaran sejarah, sedangkan Rea sangat tidak menyukai pelajaran sejarah, maka dari itu Rea sangat senang.
...----------------...
"Selamat pagi guys!!" Sapa Rea kepada penjuru rumah.
Sedangkan Genta tersenyum tipis mendengarnya.
"Pagi, sayang" Sahut Nathan dari belakang Rea.
Rea mematung mendengar sahutan itu. Ia melihat ke belakangnya.
"KYAAAAA PENYUSUP!!!" Teriak Rea, ia bergegas kembali ke kamarnya. Namun tangannya di cekal oleh Nathan.
"Mau kemana, cantik?" Tanya Nathan tersenyum miring.
"ABANG!! TOLONGIN REA!!" Teriak Rea dengan histeris.
"Lo pikir gue mau ngapain lo, hm? gue cuma mau liat kondisi calon istri gue yang bolos sekolah karena ga mau nikah sama gue, padahal aslinya, karena ga mau ikut mata pelajaran sejarah" Bisik Nathan tepat ditelinga Rea.
Rea bergidik ngeri di buatnya."Kenapa dia bisa tahu?!!" Batin Rea panik.
"Cieee yang lagi panik" Usil Nathan
"Sttttt" Rea membekap mulut Nathan rapat-rapat.
"Lo mau apa si?!!" Ketus Rea.
Nathan menepuk tangan Rea yang telah membekapnya. Sontak, Rea pun membuka bekapannya.
"Simple aja, gue cuma mau ajak lo jalan" Ucap Nathan santai.
"Lo ini ga tau diri banget ya!!!" Ketus Rea kesal.
"Ya udah, kalo gitu.. gue bakal aduin ke abang lo" Jawab Nathan.
__ADS_1
Rea membulatkan matanya. "Ck, ya udah ayo" Ucap Rea berdecak sebal.
"Nah, gitu dong, kalo gitu.. gih siap-siap dulu" Titah Nathan.
"Ngapain gue siap-siap? gue udah cantik gini, udah wangi" Jawab Rea percaya diri.
"Rea sayang, gue akuin lo cukup cantik dan wangi, tapi seenggaknya, lo bisa liat penampilan diri lo yang menurut gue engga banget untuk di ajak jalan" Ucap Nathan melihat penampilan Rea dari atas sampai bawah.
Sontak Rea pun melihat penampilannya. Celananya yang pendek, baju kaus polos berwarna putih, dan rambut yang ia ikat asal. Rea mulai berpikir. "Bener juga" Batin Rea.
"Kalo gitu, ga usah ajak gue jalan" Jawab Rea sederhana.
"Lo di bilanginnya ngeyel ya, cepet ganti baju, atau gue aduin ke abang lo" Ancam Nathan.
"Iya iyaaa sebentar!!!" Jawab Rea, ia buru-buru pergi ke kamarnya untuk mengganti baju. Nathan yang melihat pergerakan Rea pun tersenyum puas.
"Masa gue ngebiarin orang-orang ngeliat tubuh sexy lo sih, Re?" Batin Nathan geleng-geleng kepala.
Cukup lama Nathan menunggu Rea berganti pakaian.
"Genta, adik lo kenapa lama banget sih?!" Ucap Nathan kesal.
"Sabar, dia emang gitu, kadang butuh waktu sejam buat nunggu dia make up doang" Jawab Genta santai, ia seraya mengotak-atik laptopnya.
Nathan memutar bola matanya malas. "Lo lagi ngerjain apa?" Tanya Nathan penasaran.
"Gue lagi ngerjain beberapa dokumen yang bakal di buat meeting besok" Jawab Genta.
Nathan mulai melihat layar laptop Genta. "Menurut gue, yang ini kurang tepat" Ucap Nathan.
Genta berhenti mengetik. Ia menatap wajah Nathan.
"Lo tau apa soal ini?"
"Lo lupa? gue CEO P.T TISTA" Jawab Nathan penuh penekanan.
Genta menghela nafas pelan. "Ya udah, jadi ini gimana?" Tanya Genta pasrah.
"P.T mana yang mau kerja sama dengan perusahaan lo?" Jawab Nathan balik bertanya.
"Lyion"
"Pffttt, Lyion?? Lo yakin mau kerja sama dengan perusahaan itu?" Tanya Nathan dengan terkekeh kecil.
"Ya, begitulah" Jawab Genta
"Gue pernah kerja sama dengan perusahaan itu, hasilnya ga menguntungkan sama sekali, mending kerja sama dengan perusahaan gue" Jawab Nathan seraya menawarkan Genta.
Genta menimang-nimang tawaran Nathan.
"Gue-"
"Nih, gue udah siap, ayo cepet" Ucap Rea memotong ucapan Genta.
Nathan melihat penampilan Rea yang terlihat sangat cantik. Dress yang berwarna merah muda dengan motif bunga di seluruh bagiannya, di tambah rambutnya yang di ikat kebelakang dengan aksesoris pita berwarna putih. Sangat cocok dengan wajah imut Rea.
"Perfect" Puji Nathan tersenyum tipis.
"Gue ijin jalan sama adek lo, oh ya, soal tawaran gue tadi, mending lo pikirin baik-baik, inget, keuntungannya besar" Ucap Nathan
"Jagain adek gue" Jawab Genta, wajah nya masih tertuju kepada layar laptopnya.
"Tenang, gue bakal jagain, thanks bro" Ucap Nathan menepuk pundak Genta.
"Jalan dulu ya bang" Pamit Rea, Genta pun mengangguk.
__ADS_1
Kemudian Nathan dan Rea pun berjalan keluar rumah menuju ke mobil Nathan.