Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Siasat Citra dan Sheila


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Astrid terlihat sedang mendengarkan musik yang terdengar di lantai dansa sembari Mencicipi mousse cokelat yang dibuat oleh koki bintang tujuh dari Prancis.


Namun, tiba - tiba saja, ada seorang pria yang mendatanginya. Dan Dengan dingin serta telapak tangan lebar pria itu masuk ke garis pandangnya. “Nona muda ini, aku ingin tahu apakah aku akan bisa mendapatkan sebuah kehormatan untuk mengundangmu berdansa bersamaku.” Tanya dengan suaranya yang terdengar kurang bersahabat.


Mendengar ajakan itu, tentu saja Astrid langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke atas di sepanjang tangannya, lalu melihat wajah dingin Melvin yang tidak berubah. Membuat Nafsu makannya langsung menjadi kurang baik.


Mereka kini terlibat saling memandang Jantung Melvin tiba-tiba berdetak kencang. Ini adalah pertama kalinya baginya untuk Serius menatap wajah Astrid, Dia menemukan bahwa terdapat fitur - fitur sempurna di wajah itu. Kulitnya putih dan bahkan tanpa cacat cela, membuatnya tak tertandingi oleh wanita manapun.


Ternyata mantan istrinya ini Benar - benar terlahir sangat dengan wajahnya yang sangat cantik. Terutama di bagian mata, ke dua mata itu terlihat seperti bintang-bintang yang gemperlap di langit yang jernih tetapi dengan temperamen yang keras kepala membuat Melvin jadi merasa sangat di sayangkan sekali.


Tanpa sadar, Melvin tampak tercengang bahkan ke dua Matanya memberikannya sebuah ilusi deja vu.


Untuk sesaat dia merasa linglung saat melihat Astrid tiba-tiba tersenyum sinis ke arahnya, Matanya penuh dengan rasa ketidak perduliannya pada Melvin dan bahkan ke dua mata itu menampilkan tatapan yang jijik kepadanya.


“Maaf, Tuan Freeman, Anda mau berdansa dengan saya?” Tanyanya dengan lembut, Namun Melvin hanya diam dan sedikit mengedikan bahunya singkat.


“Tetapi sepertinya Anda tidak memenuhi syarat sebagai laki - laki yang menarik untuk berdansa dengan saya.” Tambahnya lagi, dengan suaranya yang lumayan terdengar, hingga Orang - orang yang lewat bisa mendengarnya mengucapkan kalimat itu, dan merasa takut dengan itu hal yang akan terjadi selanjutnya.


“Wanita ini terlalu sombong, bukan? Beraninya dia mengatakan bahwa Tuan Freeman tidak memenuhi syarat?” Bisik salah satu dari mereka.


Dan tentu saja secepat kilat Wajah Melvin langsung berubah menjadi dingin, bahkan lebih dingin dari yang sebelumnya. Kehormatannyang melekat padanya kini telah hilang terbang entah kemana, setelah mendengar apa yang Astrid katakan barusan.

__ADS_1


Tangannya masih mempertahankan ulurannya, dan mencoba untuk memaksakan senyum sebagai tanggapan, “Hanya sebuah Tarian Nona Carroll, apakah Anda takut dengan seseorang?” Pintanya lagi, membuat ke dua mata Astrid juga berubah cepat menjadi pandangan tajam.


“Apakah dia akan bersikeras sampai akhir? Bagaimana pria ini bisa begitu murah sekarang?!” Apakah dia lupa dengan siapa dia berbicara sekarang?” Batin Astrid mulai merontah, dia bertanya - tanya dengan sikap Melvin yang sangat menggelikan baginya.


Untuk sesaat mereka melakukan kontak mata lagi. Perang akan segera dimulai.


Ketika Melihat suasananya semakin tidak terkendali, Keith akhirnya bangkit dari duduknya sambil tersenyum. “Astrid adalah temanku, jadi mengapa Tuan Freeman harus membawanya pergi?” Ucapnya bohong, lagi - lagi dia muak dengan identitas adiknya yang harus dia sembunyikan. Ingin rasanya dia berteriak pada semua tamu yang ada. Jika Astrid adalah adik kandungnya.


Dia mengembalikan tangan Melvin dengan Kesal dan mengalihkan pandangannya ke samping, “Tuan Freeman, bukankah Anda harus mengundang teman wanita Anda sendiri. Jangan membuat wanita muda itu cemburu.” Tambahanya lagi, lalu melirik ke arah Citra.


Melvin terlihat tetap tidak bergerak. Untuk menunggu Astrid, membuat Astrid sedikit kesal, dan setelah berbisik kepada Keith, dia meninggalkan ruang perjamuan utama meninggalkan Melvin begitu saja dan pergi ke taman untuk istirahat.


Tadinya Melvin ingin mengikuti, tetapi lenganya ditarik oleh Keith. Beberapa presiden dari perusahaan lainpun muncul, yang membuatnya tidak bisa lolos.


Sheila menatap punggung Asteid dengan kebencian, “berani - beraninya *** *** ini! Dia padahal sudah bercerai dari kakakku, tapi dia masih saja mencoba menggoda saudaraku.” Lirihnya kesal.


Sedangkan di sisi lain, Citra merasa sangat bersalah sehingga matanya merah. “Astrid dia mungkin benar - benar menjadi milik Melvin Jika Melvin juga memiliki perasaan terhadap Astrid karena lima tahun ini. Dan jika itu memang akan terjadi, saya bersedia untuk berhenti mengejar Melvin dan membantu mereka untuk kembali.” Dia berkata, terisak - isak dalam tangisnya penuh penyesalan.


Sheila panik saat mendenga kalimat yang keluar dari mulut Citra itu, apa lagi dia berkata ingin menyerahkan kakaknya pada wanita *** *** itu. Tentu saja dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


“Jangan Citra! Bagaimana kamu bisa Berhenti!? Aku hanya mengenalimu sebagai kakak iparku. Sedangkan Pela cur ini! Aku sangat membencinya! Selama aku masih hidup, dia tidak akan pernah memasuki keluarga Freeman lagi!” Tegasnya, mengatakan kalimatnya dengan kobaran api - api yang muncul di matanya.


Citra tidak mau berhenti menangis, tetapi malah bertambah sedih dan penampilannya yang menyedihkan tidak berdaya bagi Sheila “Sheila, tapi aku? apa lagi yang bisa aku Lakukan sekarang?” Tanyanya, dengan wajahnya yang seakan - akan tidak tau apa yang harus dia lakukkan lagi, untuk mendapatkan Melvin kembali.


Sheila menatapnya dengan tatapan jengkel, lalu melihat ke arah Astrid tadi pergi. Dia merenung sejenak, dan tiba-tiba punya ide. “Citra, kamu bisa menyerahkan masalah ini padaku. Aku akan memastikan bahwa wanita *** *** ini akan benar - benar didiskreditkan dan tidak pernah memiliki hak untuk bersaing denganmu lagi!” Ucapnya dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


“Sheila, apa yang ingin kamu lakukan?” Tanya Citra penasaraan. Lalu Sheila bersandar di dekat telinganya dan Membisikkan beberapa kata. Seketika ke dua mata Citra langsung membulat.


“Apakah ini benar-benar akan baik-baik saja?” Tanyanya merasa ragu dan khawatir dengan rencana yang ingin di jalani oleh Sheila.


“Tunggu saja pertunjukan yang bagus.” Jawabnya dengan santai, dan Setelah mengatakan hal itu, Sheila bangkit dengan senyum jahat di wajahnya dan pergi ke arah taman.


Dan Ketika dia pergi, Citra menyingkirkan tatapan sedihnya dan ada menghapus jejak air matanya yang melintas di bawah matanya.


“Sheila, si bodoh ini, ternyata sangat berguna dan bahkan dengan mudah jatuh ke dalam perangkapku hanya dengan beberpa pasangan kata - kata saja.” Citra sangat yakin, jika sampai kapanpun, mungkin Sheila juga tidak akan pernah membuatnya turun untuk membuat rencana itu langsung.


“Baguslah, setidaknya namaku bisa aman untuk saat ini.”


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2