
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Sejenak mereka berdua terdiam, sampai terlihat kika Keith mengingat sesuati. “Ngomong-ngomong, Collin baru-baru ini terbang ke luar negeri setiap hari, akhir - akhir ini Rumah sakit tempat Mikha bekerja banyak menerima pasien dengan penyakit langka. mereka terlalu sibuk untuk mengambil cuti. Tetapi ketika Mereka mendengar bahwa kamu sudah bercerai. Mereka sangat senang, dan langsung membelikan hadiah kecil. Mungkin kalau di kira - kira hadiah itu akan tiba dalam beberapa hari ini.” Ucap Keith, dengan senyumnya yang mengembang di wajahnya, tetapi tidak dengan Astrid yang malah menampilkan wajahnya yang cemberut.
“Baru kali ini, Ketika saudara perempuan kalian bercerai, ke dua saudara laki - lakinya bahkan sampai kakak iparnya semua sama, terlihat sangat bahagianya dengan Merayakan penderitaan adiknya. Aku berdoa supaya Tidak ada lagi saudara yang akan seperti kalian!” Protes Astrid merasa sangat terintimidasi oleh ke dua kakak laki - lakinya.
Meskipun itu masalahnya, dia penasaran. Collin adalah kapten pertama, saat menjalankan bisnis di seluruh dunia dan memiliki informan baik di dunia hukum maupun ilegal, sedangkan istrinya Mikha adalah pasukan rumah sakit yang masuk jajaran kelas elit dalam medis
Tetapi, ketika mendengar jika Kedua orang ini akan memberinya hadiah, dia bisa memastikan jika hadiah itu pasti sesuatu yang benar - benar hebat.
Keith menatap matanya yang cerdas dan tersenyum, menggaruk pangkal hidungnya sebelum naik ke atas untuk mandi karena malam sudah semakin larut.
***
Melvin terlihat baru saja pulang mengantar Citra ke hotel, lalu dia sendiri kini sudah sampai di Vila miliknya. Di mana Vila itu yang menjadi saksi pernikahaannya bersama dengan Astrid selama 3 tahun ini.
Ketika Melvin bergerak membuka pintu, dia melihat ruang tamu yang gelap dan juga kosong.
Tidak terlihat sosok yang menunggunya pulang ke rumah setiap hari seperti biasanya, rasanya sangat dingin dan hampa. Dia tidak tahu apa yang dia rasakan dalam dirinya. Dia merasa jika hatinya mulai sedikit merasa sangat berantakan.
Melvin berjalan Menyalakan lampu, dan setelah itu dia duduk di sofa dan menyalakan sebatang rokok sambil mendengarkan laporan Fred yang baru saja tiba.
“Maaf Tuan, Saya tidak tahu ke mana Nona Astrid pergi. Dia meninggalkan hotel dan menghilang tanpa jejak seolah - olah dia sudah pergi. Ponsel dan akunnya juga memiliki gangguan sumber sinyal. Orang - orang kita juga sudah mencoba segala macam metode dan sampai sekarang masih belum bisa Melacaknya.” Lapor Fred, dengan jujur menjelaskan keadaan saat ini.
Melvin terlihat kembali mengisap rokoknya dan tampak tidak mengerti dengan laporan yang di berikan oleh Fred.
Anak buahnya semuanya adalah peretas elit, dan mereka tidak bahkan tidak dapat mencari lokasi dari seorang wanita.
“Apakah Seseorang membantunya? Mungkinkah Keith Lloyd?” Batinya, bertanya - tanya tentang bagaimana Astrid bisa menghilang dari jangkauannya.
Melvin mengerutkan kening, suaranya dingin dan tegas, “Terus cari, dan kirim seseorang untuk menyelidiki Keith. Laporkan kepada saya segera setelah kamu menemukannya.” Perintah Melvin.
“Baik Tuan.” Sahutnya lagi. Fred mungkin memang menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia patuh dengan Melvin, tetapi pembangkangan tertulis di wajahnya, sangat jelas jika dia tidak berada di pihak Melvin maupun Astrid.
Melihat bahwa Fred masih berdiri di sana, Melvin merasa sangat bingung, “Untuk apa kamu berdiri di sini? Apa ada yang ingin kamu katakan?” Tanya Melvin, menatap Fred dengan lekat.
__ADS_1
Fred merasa ragu - ragu untuk mengatakan apa yang ada di dalam hatinya, dan jika dia mengungkapkannya, mungkin itu malah akan membuat bosnya kesal, tetapi dia tidak bisa menahannya. “Maaf, Tuan, tapi Anda membingungkan saya dalam bergerak, Anda dan Nona Astrid sudah nyata bercerai, tetapi Anda masih sangat peduli dengan mantan istri Anda, ketika Anda harus benar - benar memperhatikan Nona Matthews. Bolehkah saya bertanya apa yang Anda pikirkan?” Ungkapnya, lalu dia kembali bertanya tentang posisi Citra untuk Melvin.
Mendengar pertanyaan itu Mata Melvin langsung meredup. Dia dengan santai mengambil asbak kaca di atas meja, dan melemparkannya ke arah kaki Fred.
Praaanggggg, asbak itu terpecah dan berserakan, Fred tahu sudah waktunya baginya untuk pergi.
Setelah melihat Fred pergi, Melvin merokok dua batang lagi, dan dia tampak sedikit kabur di bawah asap yang tersisa.
Merasa sedikit lapar, dia bangkit dan Membuka kulkas. Kulkasnya penuh, yang semuanya adalah makanan favoritnya.
Dia tertegun di tempat untuk sejenak.
Tiba - tiba sebuah pemikiran terlintas di dalam bayangannya. Bahwa selama tiga tahun terakhir, setiap kali dia pulang, hal pertama yang dia lihat adalah pandangan mata Astrid yang menatapnya dengan penuh harapan.
Dia akan menyambutnya sambil tersenyum, menyerahkan segalanya padanya dan berkata, “Kamu sudah pulang? Pasti hari yang melelahkan. Apakah Kamu lapar? Makan malam sudah siap.” Kalimat itulah yang selalu keluar dari mulut Astrid untuknya.
Tetapi dia malah tidak pernah sekalipun menatap mata istrinya itu.
Sedangkan untuk makanan panas di atas meja, dia biasanya hanya menjatuhkan atau membuang makanan itu, dan melontarkan beberapa hinaan untu Astrid lalu pergi ke kamarnya.
Sudah Jelas, bahwa dia tidak akan menerima rasa terima kasih dari Melvin, tetapi wanita bodoh itu masih menikmati dan terus memasak untuknya setiap hari.
Malam ini, entah bagaimana dia ingin mencicipi makanan panas itu. Tetapi kata - kata terakhir Astrid sebelum dia meninggalkan pesta malam ini tiba - tiba terdengar kembali di telinganya.
“Setelah tiga tahun menikah, hanya untukmu, aku memiliki hati nurani yang bersih.”
Tetapi Jika dia benar - benar memiliki hati nurani yang bersih, ada apa dengan Keith Lloyd?
Menyadari bahwa dia telah berpikir menerus Tentang Astrid Melvin memiliki kegemparan emosi di dadanya. Dia dengan marah membanting kulkas dan naik ke atas untuk mandi dan pergi tidur.
****
Keesokan paginya.
Lobi di lantai pertama Angle Grup penuh dengan kerumunan orang - orang.
Para karyawan berdiri dalam beberapa baris dan menunggu kedatangan Presiden Mereka dalam diam.
__ADS_1
Setengah jam kemudian, Keith muncul di gerbang lobi bersama Astrid.
Astrid hari ini sengaja memilih jas putih two-piece- jaket dan rok pensil. Dengan kuncir kudanya yang tinggi, dia terlihat elegan dan intelektual, cantik Dan seksi.
Dengan penampilannya, ada keributan di antara staf. Karena gambar keduanya yang masuk melalui pintu terlalu eye-catching.
Keith berjalan ke tengah dan mengumumkannya dengan sungguh - sungguh, “Ini adalah Nona Astrid Carroll, direktur baru departemen agen perusahaan, yang akan bekerja dengan Anda semua di masa depan.” Serunya memberitahu kepada semua karyawan yang ada di kantornya.
Kerumunan yang tadi terdiam, kini mulai ramai dengan riuhnya suara Tepuk tangan.
Melihat hal itu Astrid tentu saja langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya untuk Respon rasa berterima kasihnya, karena sudah di sambut dengan ramah di dalam perusahaan itu. Dan kemudian, Keith membuat pidato singkat tentang kemajuan dan tujuan bisnis baru - baru ini. Kemudian dia membiarkan orang - orang kembali ke meja mereka, tetapi tim agen diminta untuk tinggal.
“Stacy Kim, Astrid baru di kota dan belum terbiasa dengan bisnisnya, Tolong bantu dia.” Stacy, yang dipanggil oleh Keith, adalah agent-in-chief. Rambut bergelombang kecoklatan dan riasan yang agak berat, dia juga cantik dan juga termasuk sosok yang hebat.
Dia menganggukkan kepalanya berulang kali dan tersenyum hangat, “Tuan Lloyd, Anda dapat yakin bahwa saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu Astrid.” Responnya dengan begitu sopan.
Setelah Keith pergi, dia berhenti tersenyum dan melirik Astrid dengan tatapan sinis. “Astrid, tolong Ikuti aku.” Pintanya, lalu mengalihkan pandangannya menatap Astrid yang ternyata Astrid juga sedang memandangnya.
Namun, Astrid kemudian segera menangkap kilatan jijik kepadanya, yang tersembunyi di mata Stacy.
Astrid tersenyum dengan sinisz “Stacy ini sepertinya tidak ramah, dan yang terlebih lagi dia juga Ular Berkepala dua.” Batin Astrid, tapi masih mencoba untuk mengembangkan senyumannya.
“Nona Stacy, lain kali tolong panggil saya dengan sebutan Nona Carroll mulai sekarang! Kamu adalah bawahan! Dan tidak ada hak memanggil saya dengan nama depan saya.” Tegas Astrid, dengan wajahnya yang sangat dingin.
Dan tentu saja itu langsung membuat Tenggorokan Stacy tersedak dan sikapnya langsung menjadi tunduk pada Astrid.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*