Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Kegundahan Hati Astrid


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Seperti apa yang di minta oleh Felix tadi, kini Astrid dan yang lainnya sudah sampai ke Mansion utama milik keluarga Llyod.


Astrid terpaku, menatap sejenak rumah yang sudah sangat lama dia tinggalkan.


Dari usianya masih belasan tahun, dia sudah di paksa keluar dari Mansion ini sampai - sampai dia memiliki takdir untuk bertemu dengan Melvin.


“Ayo kita masuk.” Ajak Felix, berjalan masuk dengan mengenakan tongkatnya.


Mereka bersama masuk ke dalam rumah, dan melihat Kenny anak pertama dari Collin dan Mikha beridiri menyambut mereka di depan pintu.


“Papah, kenapa Papah lama sekali pulangnya.” Protesnya dengan wajah yang sangat - sangat cemberut.


Mikha tersenyum lalu mendekati putrnya, “sayang, mukanya kok bete gitu, gih sapa Tante Astrid dan om Keith.” Ujarnya, meminta agar putranya itu lebih dulu menyambut ke dua adik papahnya itu.


Kenny tersenyum lalu menatap ke arah Keith dan Astrid secara bergantian. “Hallo Om, Hallo Tante.” Sapanya dengan perasaan canggungnya.


“Papah, Kenny mau top up Diamond,” pintanya, kembali mengacuhkan yang lain.


Beginilah Kenny, putra Collin itu memang tidak terlalu akrab dengan siapapun. Seharian kerjanya hanya sekolah dan bermain game.


Tetapi herannya nilainya selalu bagus, itulah yang membuat Collin tidak melarang putranya bermain game sampai kapanpun dia mau.


Collin menganggukan kepalanya pelan, lalu dia mengikuti putranya itu untuk masuk ke dalam menuju kamarnya.


Sedangkan Mikha pamit untuk menemui Stevy, anak perempuanya yang pasti sedang berada di taman. Karena anak itu selalu saja suka bereksperimen dan berhubungan dengan apapun yang membuatnya penasaran.


Collin dan Mikha, sudah menikah selama 9 tahun lamanya. Memiliki 2 anak yang menjadi pelengkap keluarganya.


“Keith, bawa adik mu untuk beristirahat di kamarnya! Nanti malam kita akan berbicara.” Perintah Felix pada anak ke duanya.


“Baik Pah.” Balas Keith dan langsung nengantarkan Astrid masuk ke dalam


Kamarnya.


Sedangkan Felix, masih berdiri dan masuk ke dalam ruang kerjanya.


“Douglas, kumpulkan semua pelayan wanita terbaik yang ada di Mansion kita, dan panggil juga Mikha, Collin dan Keith.” Perintahnya, yang kini di tujukan pada Douglas pelayan terpercayanya.

__ADS_1


Douglas menganggukan kepalanya pelan. “Baik Tuan, akan saya kumpulkan mereka.” Sahut Douglas, bergerak untuk memanggil semua pelayan wanita yang ada di Mansion itu.


****


Berbeda di sisi Melvin, yang terlihat sekali pria itu sangat pusing saat ini. Dia harus membayar pengacara untuk Sheila, agar vonis hakim pada adiknya itu bisa rendah.


Bahkan dia sampai rela menjual Apartemannya, mobil mamahnya, dan juga mobil Shiela untuk menambah modalnya membangun perusahaan.


Dia sudah ke sana dan ke sini mencari investor yang mau menanamkan modal tambahan untuk bisnisnya, tetapi itu sangat sulit dia dapatkan.


Para investor menolak menolong Melvin karena kasus yang di miliki adik, kekasih dan asisten pribadinya.


Belum lagi tentang dirinya yang ketahuan menyelingkuhi dan menyiksa istrinya selama 3 tahun pernikahaan membuatnya kini menjadi public enemy saat ini.


“Melvin, masa kamu mau diam saja sedangkan adikmu mendapatkan tuntutan seperti itu!” Sejak tadi pulang dari Pengadilan, Paramita terus saja protes pada Melvin yang diam saja tanpa mau merespon pertanyaan dari Mamahnya itu.


Sudah sangat lama, pertanyaan hanya itu saja terus menerus. Membuatnya merasa sedikit jengah.


“Melvin! Mamah sedang bicara dengan kamu! Bisakah kamu menjawabnya dengan serius.” Emosinya kembali bergumul, membuat Melvin merasa sakit kepala sendiri.


“Terus Mamah mau aku melakukkan apa Mah? Aku juga punya masalahku sendiri! Makanya kalau tidak mau di tuntut seseorang jangan buat kejahatan! Dan mamah sebagai ibu dari Sheila, seharusnya melaranganya bukan malah mendukung.” Balas Melvin, lalu memilih pergi meninggalkan rumah.


Dia ingin tenang untuk saat ini, dia merasa muak dengan omelan dan tuntutan Mamahnya setiap saat. Tanpa memikirkan keadaanya yang juga hampir mati memperjuangkan hidup ini.


“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa hidupku malah hancur berantakan seperti ini?” Gumamnya, mempertanyakan takdirnya yang entah seperti apa akan membawanya.


“Dulu, aku merasa menjadi orang yang paling tersiksa dengan kehadiran Astrid, dan aku mengira jika berpisah dengannya adalah hal yang paling menggembirakan. Tetapi kenapa sekarang aku seperti menerima karma dari perbuatanku yang dulu?”


“Apa yang salah? Kenapa semuanya menjadi semakin buruk?”


Melvin mengusap wajahnya kasar, dia tidak tahu harus bagaimana saat ini. Semenjak bercerai dengan Astrid, dia merasa jika hidupnya merasa sangat kosong. Seperti ada celah yang sangat membuatnya tidak nyaman.


“Apakah jika aku datang untuk meminta maaf kamu akan memaafkan aku Astrid?” Tanyanya, membayangkan apa yang akan terjadi nanti.


Dia ingin meminta maaf pada Astrid, namun dia khawatir jika Astrid tidak akan menerima maafnya, mengingat semua yang dia lakukkan kepada wanita itu.


****


Sedangkan di sisi lain, Astrid terlihat diam duduk di kursi rodanya. Dia melihat ke arah taman bunga iyayang ada di bawah sana.


Ketika dia duduk di Balkon, maka taman itu akan terlihat. “Apa yang sedang kamu lakukkan?” Tanya Keith tiba - tiba datang dan mengejutkan Astrid.

__ADS_1


“Eh, kak, kenapa kakak di sini? Bukankah tadi kakak di panggil oleh Papah?” Tanya Astrid, dengan senyumannya.


“Iya, tetapi Papah memanggilku hanya untuk membantu Kak Collin dan Kak Mikha memilih seorang pelayan yang akan menjagamu.” Jawabnya, menjelaskan kenapa papahnya tadi memanggilnya.


Astrid menganggukan kepalanya mengerti, lalu dia kembali memfokuskan pandanganya ke depan.


“Kak,” panggilnya pelan.


Keith menatap wajah adiknya. “Ada apa? Kakak tahu pasti kamu ingin mengatakan sesuatu.” Sahut Keith, yang sudah sangat mengetahui raut wajah adiknya.


Astrid sejenak menundukan kepalanya, dia tidak tahu apakah hal yang mengganjal di hatinya itu, bisa dia beritahukan kepada kakaknya atau tidak. Dia Khawatir jika nanti Keith akan marah dan bahkan membencinya.


Keith mengambul tangan adiknnya, lalu menggengamnya dengan lembut. “Ada apa Astrid? Katakanlah, kakak akan mendengarkannya.” Keith kembali mempertanyakan apa yang sedang menganggu pikiran adiknya itu.


“Kak, Astrid ingin meminta sesuatu, tetapi Astrid tidak tahu apakah kakak akan memberikannya atau tidak.” Jawabnya, masih dengan perasaan yang menunjukan keraguan di dalamnya.


“Permintaan apa sayang? Kalau permintaan itu cukup masuk akal, kakak akan memberikannya.” Balas Keith, terlihat sangat bersungguh - sungguh.


“Memangnya permintaan yang tidak masuk akal itu seperti apa kak?” Tanyanya lagi, dengan pandangannya yang meneliti wajah kakaknya.


Keith tersenyum, “Yah, seperti kamu meminta untuk kakak memetikan bintang untukmu, atau kamu meminta untuk pergi ke Bulan, atau bahkan kamu meminta kakak menurunkan hujan, itu jelas tidak bisa.” Jawabnya, mengundang tawa dari Astrid.


“Hahahah kakak bisa saja, ya tidak mungkinlah aku meminta hal seperti itu.” Balas Astrid dengan tawanya.


“Lalu apa yang kamu inginkan sayang? Katakan pada kakak kamu ini, pasti akan terkabul.” Tanyanya kembali, meyakinkan Astrid jika dia akan memberikan apapun yang di minta oleh adik kesayanganya itu.


*To Be Continue. **


Gengs, Maaf ya Mimin Kemarin gak Update, soalnya tangan kanan Mimin berasa mati rasa. Merasa gak nyaman, jadi 2 hari kemarin Mimin nulisnya juga gak maksimal bahkan libur. Jadi harap di maklumin ya gengs 🙏🏻🙏🏻


Dan mohon maaf sebesar - besarnya 🙏🏻


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2