Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Mengambil Alih Vila


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Mendengar kabar Astrid yang sudah sadar, Melvin terlihat ingin mengunjungi Astrid di rumah sakit.


Namun, dia hadus berhadapan dengan Keith yang bahkan melarangnya masuk ke dalam.


“Kenapa aku di larang masuk? Jelaskan alasanya?!” Tanya Melvin, menuntut jawaban yang pas untuk Keith berikan kepadanya.


Tetapi Keith hanya tersenyum dengan ramah. “Kamu mau bertemu dengan Astrid, dengan alasan apa? Memangnya kamu siapa sampai aku mengizinkan kamu untuk bertemu dengan adikku?” Tanya Keith balik. Mempertanyakan tentang status Melvin untuk adiknnya.


“Aku adalah mantan suaminya, dan aku berhak mendapatkan hak -“


“Hak apa?” Keith langsung memutus kalimat pria yang ada di hadapannya ini.


Dan di saat mereka sedang berbincanh, terlihat Collin yang baru saja tiba dari menjemput istrinya Mikha yang baru saja datang.


“Ada apa ini?” Tanya Collin, ketika adiknya ada di luar dan bahkan suaranya terdengar sampai lorong rumah sakit.


Keith dan Melvin langsung menoleh dan melihat Collin yang berdiri dengan membawa seorang wanita di sebelahnya.


“Sayang, aku masuk duluan.” Tungkas Mikha, tidak mau berada di antara urusan para lelaki.


Collin menganggukan kepalanya pelan. “Oke sayang, titip Astrid ya.” Balas Collin, yang hanya di jawab dengan senyum oleh istrinya.


Setelah itu, barulah Collin menatap bingung ke arah pria yang ada di hadapannya ini.


“Kamu, bukannya Melvin, mantan suami adik saya ya?” Tanya Collin dengan begitu santai.


Melvin terdiam sejenak. “Benar, tadi kita juga sudah bertemu di kantor, yang sekarang sudah Anda ganti namanya.” Jawab Melvin, dengan suaranya yang sangat dingin.

__ADS_1


Dia merasa Collin sedang mempermainkannya, karena menanyakan hal yang seharusnya sudah tidak perlu lagi di tanyakan.


“Lalu untuk apa lagi kamu ke sini?” Tanya Collin lagi, namun untuk kali ini raut wajahnya berubah menjadi lebih dingin.


“Untuk apa ke sini? Tujuan saya sudah jelas, jika saya ingin melihat keadaan Astrid.” Jawabnya dengan jujur. Karena sedari kemarin dia memang sangat merindukan wanita itu.


Collin kembali tersenyum, lalu menoleh ke arah Keith. “Aku pernah ingat, jika Astrid mengatakan jika Vila yang di tempati oleh Mantan suaminya itu, adalah miliknya sekarang. Apakah kamu bisa mengurusnya untukku?” Tanya Collin lagi tetapi kali ini tujuannya langsung pada Keith.


“Tentu saja kak, akan aku pastikan mereka keluar dari Vila ini dalam waktu 1 jam.” Jawab Keith dengan begitu yakin,


“Bagus sekali adikku,” Collin memuji apa yang di katakan oleh adiknya. Lalu tidak lama kemudian Keith menjauh untuk menghubungi Jalen.


Sepeninggalan Keith, Collin kembali tersenyum pada Melvin. Sepertinya pria itu memang suka sekali tersenyum.


Namun senyumnya itu, tidak bisa di artikan jika dia sedang ramah dengan orang - orang di sekelilingnya. Karena bisa jadi senyumnya ktu tersirat amarah untuk meremehkan lawannya.


“Vila kamu sudah akan di ambil alih oleh adik saya, terus kamu masih mau di sini? Apakah kamu tidak masalah jika anak buah Keith membongkar Vila mu, dan melemparkan semua barang - barangmu keluar? Atau -“ kalimatnya tehenti, ketika melihat amarah mulai menyelimuti pria di depannya ini.


“Kakak.” Panggil Keith, ingin memberikan sebuah laporan pada kakak pertamanya itu.


“Jalen ternyata sudah ada di sana sejak 30 puluh menit yang lalu, dan ternyata di sana juga ada keluarga pria ini. Dan, Jalen berhasil mendapatkan sebuah rekaman Cctv yang bisa merekam suara, ketika mereka mengakui perbuatan mereka yang melakukkan hal itu pada Astrid.” Lapornya pada Collin, yang masih setia mendengar laporan dari adiknya itu.


Collin menghela nafasnya legah, lalu melipat tangannya di depan dada. “So?” Tanyanya, namun membuat Melvin langsung bebalik dan bergegas untuk pulang.


Sedangkan Collin, merasa ada yang tidak beres dengan pria ini. “Keith, kamu susul Jalen, dan pastikan rekaman Cctv itu aman di tangannya.” Pinta Collin pada adiknya.


“Baik kak, aku titip Astrid ya kak.” Balas Keith, dan langsung bergegas ke parkiran untuk mengambil mobilnya. Agar dia bisa lebih dulu pergi ke Vila itu.


****


Sedangkan di Villa, Jalen kini sedang berhadapan langsung dengan Fred yang melindungi 3 wanita yang khususnya adalah melindungi Citra.

__ADS_1


Ketika Jalen berjalan masuk, dia bahkan tertawa dengan keras ketika melihat Fred yang merupakan pria tidak berguna. “Kamu!” Panggil Jalen, pada salah satu anak buahnya.


“Ya Tuan.” Sahut pria itu.


“Cepat pergi ke ruang Cctv, dan ambil semua rekaman CCtv dari 3 tahun yang lalu! Jangan sampai ada yang tersisa!” Perintah Jalen pada anak buahnya itu.


“Baik Tuan.” Balasnya lagi, dan langsunh bergegas menjalankan perintah dari Jalen.


“Hey, apa -“ Fred berniat untuk melarang anak buah Jalen yang berani masuk ke dalam Vila milik Melvin.


Namun Jalen menghentikannya. “Kamu tidak punya hak untuk melarang apa yang akan kami lakukkan atau tidak! Karena Vila ini sudah menjadi milik Nyonya kamo Astrid dari beberapa hari yang lalu.” Jalen mengingatkan Fred jika mereka sudah tidak ada hak lagi untuk menghalangi apapun yang ingin mereka lakukakn, selama itu mendapatkan izin dari Astrid maka dia bebas.


“Apa - apaan kamu?! Enak saja ngaku - ngaku! Vila ini adaah milik anak saya Melvin! Dan tidak akan pernah menjadi milik perempuan jal lang itu!” Sahut Paramita tidak terima ketika ada yang mengatakan jika Vila ini adalah milik Astrid.


Jalen langsung menoleh ke arah Paramita. “Ahh, kalau tidak percaya tidak apa - apa, ada asisten kesayangan anak Anda di sini, Anda boleh menanyakan kebenaranya.” Balas Jalen dengan sangat santai, melirik ke arah Fred yang hanya terdiam karena tidak tahu mau mengatakan apapun terkait masalah ini.


“Bohong Mah! Wanita itu pasti sudah menghasut kakak untuk memberikan Vila ini kepadanya, wanita itu benar - benar tidak tahu diri.” Sahut Sheila, ikut mengompori Mamahnya.


Jalen hanya tersenyum menanggapinya. “Pela cur lebih baik diam ya! Dari pada nanti saya lebih banyak menyebarkan foto - foto Anda menggoda suami orang.” Tegur Jalen, mengingatkan Sheila untuk lebih baik diam dari pasa mengatakan hal yang tak pantas mengenai Adik bosnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2