Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Target Pembunuhan


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah berhasil merebut apa yang bisa mereka rebut, kini Keith dan Jalen kembali ke rumah sakit, untuk memberikan semua rekaman bukti CCVT yang ada Vila itu.


Collin menerima bukti Cctv itu, lalu dia membuka semua file itu menggunakan laptop miliknya. “Sayang, bisakah kamu editkan semua vidio ini dan jadikan satu agar nanti di serahkan pada polisi tidak kepanjangan?” Tanya Collin pada istrinya Mikha, yang biasa menangani masalah seperti ini.


Mikha yang sejak tadi sedang mengobrol dengan Astrid, langsung menoleh dan mengambil alih laptop itu dari tangan suaminya.


“Apakah kalian akan benar - benar memanjarakan mereka?” Tanya Astrid, ketika dia tidak yakin dengan hal ini.


Keith menoleh menatap ke arah adiknya, yang masih mempertanyakan hal yang seharusnya sudah tidak perlu dia tanyakan.


“Yang jahat akan mendapatkan balasan akan kejahatannya.” Jawab Collin, mempertegas kalimatnya, jika dia tidak mentoleransi bentuk kejahatan yang sudah dengan keji membuat adiknya celaka seperti ini.


Astrid menghela nafasnya, membuat Mikha yang sedang berada di sebelahnya tahu apa yang sebenarnya di rasakan adik iparnya ini. “Berdoa saja kalau Melvin tidak terlibat dalam kecelakaanmu, jadi dia tidak perlu masuk penjara untuk mempertanggung jawabkan apa yang gidak dia lakukkan.” Ucap Mikha, memberikan sebuah harapan pada adik iparnya, jika kakaknya itu tidak akan melakukkan kejahatan dengan memfitnah seseorang seperti apa yang di lakukan Melvin kepada istrinya sendiri.


“Oh ya, tentang Tia?” Tanya Keith, yang sudah lama tidak mendengar kabar wanita yang menjadi ibu tirinya itu, Termasuk orang yang mereka curigai atas kecelakaan adiknya beberapa tahun silam.


Collin menganggukan kepalanya pelan. “Masalah Tia, biar Papah dan Douglas yang mengurusnya, tapi kakak pastikan jika wanita itu tidak akan bisa menyentuh adik kecil kita.” Jawab Collin, memberikan jawaban atas apa yang sebenarnya di inginkan Astrid selama ini.

__ADS_1


“Apakah sudah di pastikan bahwa dia yang melakukkannya kak?” Tanya Astrid, meyakinkan jawabannya, jika selama ini orang yang menginginkan kematiannya itu adalah ibu tirinya sendiri.


“Masih belum ada bukti, karena ini adalah kasus beberapa tahun silam, jadi untuk mencari bukti kembali agak rumit, apa lagi kalau orang membantunya sudah meninggal atau hilang di telan bumi -“


“Sayang, meninggal dan di telan bumi sama dalam artian.” Mikha menegur suaminya yang sebenarnya sudah cukup birwibawa, namun jadi gagal, karena teguran dari istrinya


Astrid menundukan kepalanya, dia memikiran setiap apa yang terjadi padanya selama ini. “Sebenarnya apa yang salah denganku kak? Kenapa semua orang sepertinya menginginkan jika aku mati?” Tanyanya, dengan pandangan yang tertunduk.


Jelas dia merasa sangat sedih, ketika dia tidak pernah menyenggol orang lain, apa lagi menyakiti orang lain tetapi dirinya selalu saja menjadi target pembunuhan seseorang.


Keith langsung melangkahkan kakinya, duduk di sebelah adiknya lalu memeluk tubuh Astrid dengan begitu erat. “Sayang, jangan sedih dong, adik kakak yang satu ini tuh harus kuat dong, gak semua inginkan kematianmu sayang, buktinya di sini kakak dan Kakak Collin serta Mikha masih sama kamu. Jadi kamu jangan berpikiran macam - macam ya,” Keith berusaha menghibur adiknya, memberitahu bahwa mereka masih banyak yang sayang dengannya.


“Yang di katakan oleh Keith itu benar, di dunia ini pasti ada orang yang jahat dan ada orang yang baik agar dunia ini seimbang, mungkin kamu mendapatkan banyak orang jahat karena belum menemukan orang yang baik. Astrid.” Mikha berucap, lalu berdiri dari duduknya yang tadi bersebelahan dengan suaminya, kini meletakan laptopnya dan mendekat ke arah adik iparnya.


Mendengar kalimat dari beberapa orang yang mengatakan jika mereka menyayanginya, Astrid langsung mengangkat pandanganya dan melihat ke arah wajah orang - orang yang mencintainya.


“Terima kasih ya, Kak Keith, kak Mikha, dan kak Collin, jika kalian tidak di sini bersamaku, maka mungkin aku sudah lama pergi.” Balasnya, mengungkapkan rasa terima kasih sebanyak - banyaknya pada mereka yanh sampai saat ini terus memberikan dukungan kepadanya.


“Sama - sama Astrid, sudah jangan sedih lagi.” Sahut Mikha, lalu kembali lagi di tempat duduknya untuk melihat - lihat Vidio yang di berikan pada suaminya tadi.


Mikha kini dalam mode serius, dia tidak ingin mendengar apapun yang orang lain katakan. “Apakah kalian sudah melihat ini?”

__ADS_1


Tanya Mikha, pada Keith dan juga Collin suaminya.


Keith merasa ada yang tidak beres, lalu bergegas untuk duduk di sebelah kakaknya. Mereka mendengarkan rekaman terakhir dari semua kumpulan vidio itu, sepertinya rekaman ini tercacat pada 2 jam sebelum Jalen datang ke Vila Astrid.


“Apa respon kalian untuk hal ini?” Tanya Mikha, membuat mereka kini langsung saling pandang.


“Tidak ada yang bisa menyentuh adikku selama aku masih hidup.” Jawab Keith, dengan ke dua matanya yang memperlihatkan sebuah kobaran api kemarahan yang di respon dengan anggukan kepala oleh Collin yang juga menyetujui apa yang di katakan oleh adiknya barusan.


“Good, berarti sudah saatnya kita bergerak sekarang.” Sahut Mikha, lalu mengambil alih laptop itu lagi untuk mempercepat pekerjaanya mengedit vidio itu sebelum di berikan kepada polisi.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2