Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Pertempuran Antara Keith dan Melvin


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Ketika mereka berdua telah selesai melakukkan kegiatan sore mereka di parkiran. Kini mereka berdua telah sama - sama keluar dari mobil dan berdiri seakan - akan mereka tidak pernah melakukkan apapun tadi.


Namun, ketika mereka sama - sama terdiam, tiba - tiba saja Melvin kembali mengunci Astrid dan mendekatkan wajah mereka bersama. “Bagaimana? Apakah kamu sudah mengakui kehebatanku yang lebih hebat darinya?” tanya Melvin, dengan suaranya yang sedikit berbisik di telinga Astrid.


Dan tentu saja, kedekatan seperti ini, sangat membuat Astrid merasa tidak nyaman, bahkan wajahnya kembali memerah karena merasa malu jika mengingat kejadian barusan.


Melvin tersenyum kecil, ketika melihat wajah Astrid yang memerah mungkin karena malu. Membuatnya kembali terhipnotis, dan ingin kembali merasakan bibir manis itu.


Namun, ketika bibir mereka baru saja mau menyatu, tiba - tiba terdengar suara sumbang dari kejauhan menyela mereka. Dan itu langsung menghilangkan ketegangan sekkks ual di antara keduanya.


“Apa yang sedang kalian lakukkan di sini?!” Suara Keith terdengar sangat marah, dan bahkan dia langsung menampilkan wajahnya dingin, lalu secara paksa memisahkan keduanya sebelum gerakannya tiba - tiba langsung melayangkan pukulan ke wajah Melvin.


Buggghhhhh, pukulnya dengan begitu keras, bahkan gerakan itu terlihat sangat cepat sehingga Melvin tidak sempat untuk menghindarinya.


Membuat Melvin langsung mendengus kesakitan, dan bahkan sangking kerasnya pukulan itu, membuat dirinya dipaksa mundur dua langkah agar tetap bisa menahan keseimbangannya.


Tangan Melvin terangkat untuk menyeka darah yang merembes dari sudut mulutnya.


Sedangkan Astrid telah di paksa mundur dan bersembunyi di belakang tubuh Keith, dia berdiri bersama dengan Jalen yang akan menjaganya.


Melihat Melvin yang di pukul oleh kakaknya, Astrid merasa sedikit khawatir pada awalnya, tetapi itu hanya sebentar saja, sampai kepuasan kembali tertulis di seluruh Wajahnya, Dia bahkan hampir bertepuk tangan dan akan berteriak bersorak menyumpahi Melvin. Karena pria brengsek itu sudah berani menggertaknya bahkan memaksanya untuk melayaninya. Bahkan mungkin saja Pukulan barusan itu tidak cukup untuk membalasnya.


Dia ingin melihat Melvin kembali dipukuli lagi dan lagi, mungkin sampai pria itu mati.

__ADS_1


“Saya mendengar bahwa Tuan Freeman sudah memiliki pacar baru, tetapi Anda masih mengganggu mantan istri Anda. Apakah Anda tidak ingin menjaga perasaan dari kekasih Anda? Bukankah menganggu kehidupan dari seorang wanita yang sudah Anda campakan, itu sangat tidak pantas?” Keith tersenyum setengah, melanjutkan sikap sopannya yang biasa, seolah - olah dia bukanlah orang yang baru saja melakukan kekerasan pada mantan suami adiknya itu.


“Dia yang mencampakkan aku, bukan aku yang mencampakkan dia!” Melvin memprotes kalimat Keith yang mengatakan jika dialah yang mencampakan Astrid.


Lalu setelah itu Melvin kembali membalasnya dengan tatapannya. meskipun wajahnya memar, dia tidak akan pernah mengaku kalah dari Keith.


“Lagi pula, seorang mantan istri juga pernah menjadi Istri, tapi Tuan Lloyd, apa statusmu yang memberikanmu hak untuk membela mantan istriku?” Tanyanya, tentu saja ingin menyombongkan dirinya, jika dia tetaplah mantan suami dari Astrid. Bahkan Dia sengaja menekankan kalimatnya pada kata “Istriku.” seperti se ekor singa yang bangga ketika mengumumkan kepemilikannya, dalam menghadapi musuh yang mendambakan mangsanya.


Keith tersenyum sinis, ketika dia mendengar betapa sombongnya pria yang ada di hadapannya ini. “Ya jelas aku punya hak, karena aku -“ kalimatnya terhenti, karena mendapatkan cengkeraman dari Astrid di lengannya menegang.


Membuatnya akhirnya hanya bisa mendengus, kesal, karena lagi - lagi dia tidak bisa memberitahu jika dirinya adalah kakak dari Astrid. “Tuan Freeman, menurut saya, Anda ini sangat - sangat lucu. Astrid ini adalah seorang individu yang mandiri. Dia berhak memilih siapa pun yang dia suka. Hak apa yang Anda miliki untuk mengklasifikasikannya sebagai barang Anda secara egois?” Balasnya lagi, membuat Keduanya kini saling menatap, mata dengan mata, seperti tidak ada pandangan lain selain ke duanya.


Mereka sepertinya sedang berkelahi dengan tatapan tajam, ingin mengirim pihak lain ke neraka, tetapi terlalu dekat untuk dipanggil.


Bahkan mungkin seseorang bisa mencium bau api dan Asap dari medan perang di sini.


“Uhuuuukkk,uhhukkk.” Dia terbatuk, untuk menyadarkan ke dua pria itu dari aksi saling pandangnya.


“Sepertinya hari Sudah semakin larut. Besok masih hari kerja. Tuan Lloyd, Tuan Freeman, lebih baik kalian pergilah, pulang dan beristirahat.” Ucapnya, lalu terlihat seperti ingin pergi meninggalkan medan perang.


Ketkka Melvin melihat bahwa Astrid akan pergi dan bergegas melewati tubuh Keith,dan menarik tangan Astrid untuk berhenti. Tetapi Keith juga tidak tinggal diam, dia juga bergerak selangkah ke depan dan menghentikan aksi yang sedang di lakukkan oleh Melvin dengan tatapan matanya yang berkedip dengan penuh peringatan.


Membuat Melvin tidak bisa berkutik, karena dia sadar jika saat ini dia sedang berada di wilayah Keith, jadi dia hanya bisa tersenyum dan menatap ke arah Astrid. “Kamu belum makan, kan? Kenapa kamu tidak bergabung denganku untuk makan malam bersama hari ini dan mungkin kita bisa mengobrol dengan baik?” Dia menawarkan dinner pada Astrid. Membuat Astrid menatap Keith karena merasa bingung dengan sikap perbuahan Melvin yang tiba - tiba. Karena ini kali pertama selama masa pernikhaan mereka di masa lalu, Melvin mengajaknya makan malam bersama.


“Aku Tidak lapar, dan aku juga sedang diet, jadi tidak makan malam, dan tidak ada lagi obrolan di antara kita.” Astrid menolak ajakan Melvin itu, bahkan tanpa perlu memikirkannya.


Dan ketika mendapatkan penolakan Astrid itu, Wajah Melvin langsung berubah menjadi sangat suram, tetapi berbeda dengan Keith yang malah mendengus tawa, karena mendapatkan Adik kecilnya memiliki lidah yang tajam.

__ADS_1


Sepertinya dia mendapat kemenangan kecil karena penolakan yang baru saja di berikan oleh adiknya. Membuat Keith dengan sorot matanya yang provokatif menatap Melvin. “Astrid hari sudah mulai gelap. Haruskah aku membawamu kembali?” Tanyanya pada Astrid, namun pandangannya tidak lepas dari pria yang ada di depannya.


Astrid kembali menoleh dan mendapatkan kedua pria itu saling bersitegang lagi.


Dia bahkan sampai tidak bisa berkata apapun saat ini. dia hanya bisa berharap pada Tuhan semoga bisa membawa kedua pria ini pergi dan mengembalikannya ke kehidupan yang damai.


Dan karena tidak bisa memberikan jawaban apa - apa, Astrid memilih untuk menghela nafasnya yang lelah itu saja, berharap ke dua laki - laki di hadapnnya itu bisa sedikit peka dengan kondisinya yang sangat - sangat tidak nyaman. “Tidak, aku akan pulang sendiri, agar aku bisa membiasakan diri dengan perjalanan ke kantor.” Setelah mengatakan itu, dia buru-buru masuk ke dalam mobilnya dan dengan cepat menyetir Pergi meninggalkan ke dua pria yang masih di sana dengan pertempuran pandangan mereka.


Dan karena Astrid juga menolak tawaran dari Keith, membuat Melvin langsung tersenyum menghina. “Sepertinya Tuan Lloyd masih belum mengenal mantan istri saya dengan baik.” Ucapnya, seakan - akan dialah yang paling mengerti mantan istrinya.


“Aku tumbuh bersamanya dari kecil, jelas aku mengenalnya lebih baik darimu!” Balasanya, tanpa ragu.


Mendengar kata - kata itu, wajah Melvin sedikit berubah. Dan Setelah Keith memperhatikan raut wajah rivalnya yang berubah, membuatnya langsung menjadi senang. “Peringatan terakhir untuk Anda! Dan ini juga bisa menjadi pengingat yang baik! Awasi terus orang yang saat ini ada di depan dan di sekelilingmu! dan berhentilah mendambakan orang yang sudah hilang dan tidak akan pernah bisa kamu dapatkan kembali.” Tungkasnya, dan Setelah itu, Keith berjalan ke atas bersama dengan Jalen.


Untungnya, dia tadi telah melihat apa yang terjadi di parkir bawah tanah dari layar monitor saat itu, dia juga sudah mengetahui apa yang Melvin lakukkan tadi dengan adiknya. jadi dia segera menginstruksikan anak buahnya untuk menyegel pintu masuk lantai terendah, tidak mengizinkan karyawan berada di sana. Kalau tidak, adik kecilnya pasti akan mendapat masalah lagi.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2