Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Laporan Polisi


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Hari ini, dengan di temani oleh pengacaranya dan juga Jalen, Keith terlihat mendatangi Polda, dan bahkan langsung bertemu dengan Kapolda untuk menjebloskan ke empat orang yang terlibat dalam kecelakaan adiknya.


“Baik, semua berkas sudah masuk, buktinya juga sudah lengkap. Kami akan segera mengeluarkan surat penangkapaj untuk ke empatnya.” Ucap Kapolda itu, yang menangani langsung kasus yang melibatkan seorang anak konglomerat yang ada di Negaranya.


Keith tersenyum, lalu menjabat tangan Kapolda itu. “Baik, terima kasih atas bantuannya Pak, saya mohon untuk memberikan adik saya sebuah keadilan.” Balas Keith, lalu berdiri dari duduknya.


“Pasti Nak Keith, kami pasti akan melakukkannya.” Ucap Kapolda itu lagi, dan lalu kini ke tiganya pamit untuk keluar dari ruangan tersebut.


Di dalam mobil, Keith berbicara dengan pengacaranya. “Pastikan kamu mengurus hakim yang menangani kasus ini! Kalau perlu sogok dia dengan banyak uang agar hukuman yang jatuh pada ke empat orang itu berat. Kalau bisa hukuman mati.” Pintanya pada sang pengacara.


“Tuan, maaf kalau hukuman mati tidak bisa Tuan, karena korban tidak meninggal. Kemungkinan besar 15 tahun penjara Tuan.”


“Kaeena jika pasal utama dalam pembunuhan berencananya adalah menggunakan Pasal 340KUHP, atau pasal lain yang terkait tindakan pembunuhan berencana. Yaitu Pasal 338, Pasal 55, dan Pasal 56 KUHP, yang seperti ini bunyinya.”


Pasal 338 KUHP:


Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.


Pasal 55 KUHP:


Di pisana sebagai pelaku tindak pidana:




mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan.




mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan. Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.


__ADS_1



Pasal 56 KUHP:


Dipidana sebagai pembantu kejahatan:


mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan.


mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.


Keith terdiam untuk sejenak, mendengar semua yang di jelaskan oleh pengacaranya. Dan Keith bukanlah type pria yang emosian, dia masih bersikap tenang walaupun keinginannya tidak bisa terwujud


Yang paling terpenting sekarang, mereka masuk penjara itu saja sudah membuat Keith senang. Untuk masalah berapa hukuman mereka nanti, itu sudah termasuk urusan belakang.


“Baiklah, apapun bisa kamu lakukkan, yang jelasnya aku mau berikan mereka hukum seadik - adilnya.” Balas Keith lagi. Dan lalu kini mereka kembali ke rumah sakit.


***


Di rumah sakit, terlihat Melvin yang kembali mencoba datang untuk menemui Astrid.


Dan karena tidak ada siapapun, Astrid akhirnya mengizinkan Melvin untuk masuk bertemu dirinya.


“Aku baik - baik saja, aku tidak jadi mati seperti keinginan kalian.” Jawab Astrid dengan ketus.


Mendengar kalimat Astrid, Melvin terdiam sejenak, “apakah dia sudah tahu, kalau Citra, Sheila dan Fred yang merencanakan pembunuhannya?” Batinnya, meronta penasaraan.


“Kamu bicara apa? Tidak ada yang memiliki kemauan untuk kamu mati.” Balas Melvin, mencoba mengelak apapun yang di katakan oleh Astrid.


“Ada, kekasihmu, adikmu dan juga asistenmu. Oh ya jangan lupakan juga ibumu.” Tungkas Astrid, dengan perasaan jijiknya, karena Melvin masih mau menutupi kejahatan mereka.


Tidak mungkin kalau Melvin tidak tahu kejahatan yang mereka lakukkan. Pasti Melvi tahu dan sengaja menutupinya. Itu menurut Astrid.


“Astrid, sudahlah! Mungkin kamu pernah bermasalah sama mereka, dan mereka juga pernah jahat sama kamu, tetapi untuk membunuhmu, aku yakin mereka tidak sejahat itu.” Seru Melvin, memancing tawa Astrid yang langsung pecah karena pernyataan sang mantan suaminya ini.


Bahkan dia yang tadinya berbaring, langsung berusaha bangkit perlahan dan mengambil posisi untuk duduk.


“Kamu bilang mereka tidak sejahat itu? Melvin? Kamu itu bego atau tolol? Kamu masih mau di bodohi dan di bohongi sama mereka walaupun kamu sudah tahu semua kejahatan mereka?” Tanya Astrid, dengan perasaanya yang benar - benar tidak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Melvin.


“Aku tidak tolol, aku hanya berpikir sebuah kerealistisan.” Balas Melvin dengan begitu santai.

__ADS_1


Astrid kembali tertawa, mendengar Melvi yang mengatakan sebuah kerealistisan. “Realistis? Kamu berbicara soal realistis di depan korban kejahatan kekasih, adik dan asisten kamu?” Tanyanya lagi. Dengan tatapan tajamnya mengarah pada Melvin yang sedang berdiri tidak jauh darinya.


Melvin menghela nafasnya kasar. “Aku datang ke sini, ingin melihat keadaanmu, aku ingin memastikan apa kamu baik - baik saja, bukan malah bertengkar seperti ini.” Tandasnya, yang sepertinya apapun yang dia lakukkan selalu salah di depan Astrid.


“Aku baik - baik saja, tanpa kamu jenguk aku juga akan tetap baik. Lagian kamu juga tidak usah sok perduli sama aku! Karena tanpamu aku baik - baik saja.” Astrid berucap dengan penuh keyakinananya.


“Kamu kenapa? Kenapa kamu bertingkah seolah - olah semua ini salah aku? Astrid apakah kamu tidak ingat kamu yang menceraikan aku?”


“Dan kamu yang mengkhianati aku! Kamu yang tidak menganggap aku ada! Makanya aku yang ceraikan kamu.” Astrid langsung buru - buru memotong kalimat Melvin, yang ingin menyalahkan dirinya.


Melvin kembali menghela nafasnya, ketika yang di katakan Astrid itu memanglah sebuah kebenaran.


“Sedang apa kamu di sini?” Suara Collin terdengar ketika dia baru masuk dan mendengar suara adiknya berteriak hingga terdengar sampai ke luar.


Astrid dan Melvin langsung menoleh pada pria yanh berprawakan tinggi, besar dan berahang tegas seperti Collin.


“Masih berani kamu menampakam wajahmu di depan keluarga kami, atas apa yang kamu lakukkan kepada adik saya?” Tanya Collin, mempertanyakan harga diri pria yang ada di hadapannya. Sepertinya sudah hilang semenjak berita perselingkuhannya tersebar luas.


“Saya datang ke sini hanya berniat untuk menjenguk Astrid, tidak lebih dari itu.” Jawab Melvin, merasa tidak ada yang salah dengan niat baiknya ingin menjenguk Astrid.


Collin menganggukan kepalanya pelan, lalu berjalan mendekat ke arah Astrid. “Adik saya aman karena kakaknya ada di sini, kalau kamu bagaimana? Apakah kamu tidak ingin berada di sebelah adikmu?” Tanya Collin, lalu kembali berjalan mendekat ke arah Melvin, dengan wajah yang mendekati telinga pria itu.


“Kabarnya polisi sedang bergerak menjemput adik dan ibumu loh, jangan lupakan kekasihmu dan asisten kesayanganmu itu! Pembalasan akan terjadi.” Bisiknya, membuat ke dua mata Melvin langsung terbuka sempurna.


Dia langsung melihat ke arah Astrid yang saat ini sedang melihat ke arah lain. Sebelum akhirnya dia pergi untuk memastikan sendiri keamanan mamah, adik dan juga Citra.


Membuat Collin langsung tersenyum sinis melihat kepanikan yang ada di wajah pria itu. “Kamu melindungi adikmu, aku juga akan melindungi adikku.” Gumamnya pelan, merasa jika ini baru saja permulaan pembalasan mereka.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2