Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Berhasil Mengambil Saham Sheila


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Merasa sedikit terancam oleh kalimat Keith, Melvin akhirnya meminta adiknya dan Citra untuk datang ke kantornya.


Tetapi, di saat perjalanan ke kantor, mobil Sheila terlihat di hadang oleh beberapa mobil. Hingga membuatnya terhenti dan merasa kebingungan.


“Siapa orang - orang ini?! Berani sekali dia menghalangi jalanku.” Umpatnya, lalu menekan rem mobilnya karena dia ingin keluar dan meminta penjelasan kenapa orang - orang itu menghalanginya.


Sheila keluar dari mobilnya, dan melihat satu wajah yang tidak asing baginya. “Mau apa kamu halangin jalanku? Apa kamu tidak ingat siapa aku?” Tanyanya pada pria yang tak lain adalah Jalen, asisten pribadi dari Keith.


Jalen tersenyum sangat tipis, dia memang sudah sangat hafal dengan sikap wanita yang satu ini. Sombong, adalah sikapnya yang paling utama.


“Saya tahu Anda siapa, dan saya tahu, apa yang Anda lakukkan selama ini.” Jawab Jalen dengan begitu santai.


Lalu dia berjalan melangkah mendekat ke arah Sheila yang sedang berdiri di depan mobilnya dengan melingkarkan tanganya di depan dada. “Saya tahu, jika Anda pernah menjual diri Anda kepada Julio Sesmica, pria yang sudah memiliki istri dan 3 anak, yang juga termasuk pemilik perusahaan Logistic,” bisiknya, membuat Sheila langsung menegang.


Bagaimana pria ini bisa mengetahuinya? Padahal itu hanyalah rahasianya dengan Julio saja.


Jalen kembali tersenyum, dan lalu dia sedikit menjauh dari Sheila. “Oh gak cuman itu! Anda bahkan -“


“Diaaaaammmmm!” Sentak Sheila, dengan gerakan tangannya yang terangkat ke atas, ingin menampar wajah Jalen.


Namun, gerakannya itu sudah lebih dulu terbaca oleh Jalen, sehingga dengan mudah dia menangkap tangan Sheila, dan mencengkramnya dengan kuat lalu menghempaskannya begitu saja.


Dengan cepat tangan sebelahnya lagi langsung mengcekik leher Sheila dengan kuat. “Saya tahu apa yang Anda lakukkan dengan *** *** dan si Pengkhianat Fred! Tetapi saya belum punya bukti untuk membuktikannya! Makanya saya masih diam!”

__ADS_1


“Ohhkkk,,ahhkk.” Wajah Sheila sudah memerah. Bahkan tanganya dia gunakan untuk berusaha menggapai wajah Jalen, yang ternyata dia tidak bisa.


Jalen yang merasa sudah membuang - buang waktu, akhirya memilih untuk melepaskan cekikkannya. Dan membuat Sheila terjatuh di tanah.


Lalu dia kembali memperbaiki Jasnya yang sedikit berantakan. Dan mengarahkan tangannya untuk menerima berkas dari anak buahnya.


“Uhhhuuukkkk,,uhhhukkk, Ba jingan kamu! Aku akan membunuhmu!” Teriaknya, dengan nafasnya yang masih belum beraturan.


Namun Jalen sama sekali tidak takut dengan kalimat ancaman Sheila itu, dia malah menundukkan tubuhnya, untuk melihat wajah Sheila yang sudah terlihat tidak karuan.


“Kita lihat, apakah nona pe la cur ini masih bisa sombong setelah melihat ini.” Ucapnya lalu melemparkan kembali berkas foto copyan pemegang saham yang di miliki ole Astrid.


Awalnya Sheila enggan untuk membukanya, dan malah membuangnya ke sembarangan arah. “Terserah kamu mau melihat berkas itu atau tidak, tapi saya tahu, kamu ingin membicarakan apa dengan kakak laki - laki tersayangmu itu.” Ucap Jalen lagi, membuat Sheila langsung menatapnya dengan tajam.


Dia berusaha berdiri, untuk menampar wajah Jalen yang sudah berani mempermalukannya. “Aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu! Lihat saja kakakku akan membalas atas perilaku lak nadmu ini, cuiiiihhhh.” Pekiknya, lalu meludahi wajah Jalen dengan penuh keyakinan.


Jalen hanya tersenyum, sampai dia mendapatkan bisikan dari anak buahnya. Dan kembali menerima dokumen yang lainnya. Jalen kembali berjalan mendekat, lalu dia menjambak rambut Sheila dengan kuat.


“Akan aku lepaskan, kalau kamu sudah menandatangi surat ini!” Balas Jalen, memberikan sebuah dokumen tepat di depan wajah Sheila.


“Tidak! Aku tidak akan menandatangi sebuah dokumen yang aku tidak tahu apa isinya.” Sheila menolak, dan mencoba memukul tangan Jalen yang sedang menjambak rambutnya.


Jalen tidak bisa menahan kesabarannya, hingga dia melirik ke salah satu anak buahnya, dan menyuruhnya untuk mengunci satu tangan Sheila di belakang. “Aaaahhhhhh, lepaskan!” Teriaknya dengan sekuat tenaga, berharap ada orang lain yang bisa mendengarnya dan membantunya.


“Tanda tangan sekarang! Atau tanganmu patah?!” Perintah Jalen lagi, dan mau tidak mau Sheila menurut saja. Karena dia tidak mempunyai kuasa apapun.


Dia sendiri wanita dan melawan 10 laki - laki, sangat tidak baik untuknya.

__ADS_1


Dengan rasa keterpaksaan, dan bahkan tanpa membaca berkas itu lebih dulu, Sheila langsung mengambil pena yang di berikan oleh anak buah Jalen dan mulai menandatanginya.


Melihat berkas itu sudah di tanda tangani, tentu saja Jalen langsung tersenyum puas, dan baru dia melepaskan Sheila begitu saja dengan sedikit kekuaran untuk mendorongnya lagi ke tanah.


“Terima kasih atas kerja samanya Nona Sheila, dan terima kasih atas pelepasan Saham yang Anda miliki, dengan ini saya akan yakin jika Tuan Melvin akan bangkrut.” Ucap Jalen, sebelum akhirnya dia langsung pergi meninggalkan Sheila begitu saja.


Sheila yang masih menetralkan rasa perih di kepalanya, mencoba untuk diam dan mencerna apa yang di katakan oleh pria tadi. Lalu dia melihat berkas yang tadi di berikan oleh Jalen, dan mencoba untuk mengambilnya.


Sheila membuka berkas itu dan mulai membacanya dari halaman satu ke halaman yang lainnya.


Hingga dia melihat angka saham yang di miliki kakaknya hanya 20% dan dirinya hanya mempunyai 8% dan di banding dengan Astrid yang 20% dan, Keith?


Bagaimana ini bisa terjadi? Dan barusan? Dia menanda tangani pemberian saham pada pihak Astrid. Membuatnya sudah tidak memiliki saham sama sekali.


Sheila ingin segera mendapatkan kejelasan, hingga dia langsung buru - buru bangkit dari posisinya dan segera masuk ke dalam mobilnya.


Dia harus cepat agar bisa bertemu dengan kakaknya dan meminta penjelasan ini.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2