Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Perbedaan Pendapat


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


“Lalu apa yang kamu inginkan sayang? Katakan pada kakak kamu ini, pasti akan terkabul.” Tanyanya kembali, meyakinkan Astrid jika dia akan memberikan apapun yang di minta oleh adik kesayanganya itu.


Astrid kembali terdiam untuk sejenak, “Kakak, bisakah kita kembalikan saja apa yang menjadi milik Melvin?” Pintanya dengan ragu. Dia tahu, jika kakaknya pasti tidak akan setuju dengan ini semua.


Dan itu terbukti, ketika raut wajah Keith berubah, yang tadinya tersenyum kini tiba - tiba menjadi muram. “Apa? Apa yang kamu katakan tadi?” Tanya Keith balik.


Astrid menundukan kepalanya, dia tahu jika kakaknya sedang memandangnya penuh kecewa. “Kak, apakah perbuatan kita sudah keterlaluan sama dia? Bukankah kita sudah memiliki semuanya lalu untuk apa


Lagi kita mengambil Vila, Rumah dan bahkan uangnya.” Jawabnya lebih dulu memberikan penjelasan tentang apa yang sedang dia pikirkan.


“Astrid, semua ini kita lakukkan agar pria itu tahu bagimana caranya menghargai seseorang di saat dia sedang di bawah! Pria itu selama ini sudah terlalu sombong dan angkuh karena harta yang dia miliki, tetapi dia lupa kalau di atas langit masa ada langit.” Tandasnya, dengan mengingatkan Astrid apa yang selama ini pria itu lakukkan.


“Tapi kak -“


“Ada apa ini? Kenapa kalian terlihat sangat serius sekali berbicara?” Suara Collin tiba - tiba terdengar membuat Keith dan Astrid sama - sama menoleh kepadanya.


Astrid tersenyum kikuk, melihat kedatangan kakaknya yang pertama. “Hemm, tidak apa - apa kak, Astrid hanya mengobrol biasa saja dengan kak Keith.” Jawabnya berbohong. Dia tidak mau sampai kakaknya yang pertama mengetahui niat hatinya yang baru saja dia ungkapkan pada Keith.


“Masa sih? Obrolan kalian terlihat sangat serius.” Balas Collin lagi, lalu semakin mendekatkan dirinya dengan Keith dan Astrid, melihat wajah ke duanya secara lekat.


“Ehhhmmm, sepertinya ada yang sedang ingin menutupi sesuatu nih dari Kakak.” serunya, membuat Keith dan Astrid kini terlibat saling pandang.


Tetapi, pandangan Astrid memiliki arti seakan memberikan kode pada kakak ke duanya untuk tidak mengatakan apapun pada Collin.

__ADS_1


“Ini kak, Astrid memintaku untuk mengembalikan semua harta milik Melvin, setelah kita melakukkan semuanya ini untuknya, dia malah ingin kita memberikannya kembali pada Melvin.” Keith memang tidak bisa menjaga rahasia. Apa lagi jika itu berkaitan dengan hal


Yang tidak dia sukai.


Astrid menghela nafasnya kecewa, bisa - bisanya kakaknya ini tidak bisa di ajak kerja sama.


Collin menganggukan kepalanya mengerti. “Kalau begitu berikan saja.” Sahutnya, membuat Keith dan Astrid sama - sama terkejut di buatnya.


“Kakak, ya gak mungkinlah! Kita sudah bersusah payah merebutnya, lalu sekarang kakak malah menyetujui niat Astrid yang ingin mengembalikan semuanya?” Tungkasnya, sedikit kesal karena kakak pertamanya malah mendukung permintaan adiknya.


“Bukankah kita tidak bersusah payah? Lagian kita sudah memiliki semuanya lalu untuk apa lagi kita ambil hartanya, yang terpenting sekarang ularnya kan sudah mendaptkan hukuman.” Collin menjelaskan pada Keith kenapa dia bisa berpikir seperti itu.


Keith menggelengkan kepalanya, dia tidak menerima usul yang di berikan kakaknya. “Tetapi dia juga merupakan pelaku yang menyakiti adik kita kak,” bantahnya lagi, dan itu malah membuat Collin tersenyum.


“Sudahlah, tidak apa - apa dia menerima kembali hartanya, lagian kamu juga harus belajar menerimanya, karena bukankah dia akan kembali menjadi ipar kita kalau Astrid hamil?” Collin benar - benar terlihat santai. Seperti pria yang tidak memiliki emosi atau apapun.


Dia malah tersenyum bahkan tertawa di saat adiknya Keith sedang mati - matian menahan amarahnya. “Aku tidak setuju! Aku tidak mau dan terserah kalian mau!” Tegas Keith, sebelum dia melangkahkan kakinya pergi.


“Sudahlah Astrid, Keith hanya marah sebentar saja.” Tegur Collin, agar adiknya itu tidak perlu panik.


“Tapi kak, kalau kak Keith marahnya lama bagaimana? Astrid juga tidak mau kak Keith marah karena keinginan yang tidak masuk akal ini.” Ucapnya lalu dia menundukan kepalanya.


“Padahal Astrid sudah tahu bagaimana perjuangan Kak Keith untuk mengembalikan harga diri ini, tetapi Astrid malah memintanya untuk mengembalikan semua harta milik Melvin, maafkan Astrid ya kak.” Tambahnya lagi, merasa menyesal dengan permintaanya barusan.


Collin menghela nafasnya, dia tahu bagaimana perasaan adiknya ini. “Sudah jangan terlalu di pikirkan, kakak akan mengurus semuanya, tenang saja kami akan mengembalikan harta milik Melvin, dan juga Keith akan menerimanya.” Serunya, berkata dengan sangat yakin.


Astrid mengangkat kepalanya lalu memandang ke arah kakak pertamnya. “Kak, please tidak usah kak! Jangan terlalu di anggap serius tentang permintaan barusan, itu hanyalah sebuah gurauan yang tidak di pikirkan sebelum di utarakan.” Ujarnya, merasa sangat tidak enak jika permintaanya akan menjadi konflik nantinya.

__ADS_1


Apa lagi, Collin mengatakan akan berusaha membujuk Keith, khawatirnya nanti mereka yang akan bermusuhan karena permintaan itu.


Collin kembali tersenyum, sepertinya pria itu sangat gemar tersenyum, dia juga melangkah mendekati adiknya dan mengusap kepala Astrid dengan lembut, seperti halnya yang sering dia lakukkan ketika Astrid masih kecil.


“Apapun keinginanmu, kalau kakak bisa memenuhinya, maka kakak akan mencarikan cara agar kamu bisa menggapainya, kakak tahu kamu masih mencintainya.” Balas Collin, yang membuat wajah Astrid seketika menjadi merah merona.


Seperti dia sedang ke tangkap basah ketika sedang memakan permen yang padahal di larang karena merusak gigi.


Tetapi, Collin tetap sering memberikannya walaupun awalnya akan membuat adiknya sering sakit gigi. Itu semua dia lakukkan karena ingin melihat senyum manis itu tetap timbul walaupun dalam kesakitan.


Dan seperti itulah Collin, yang akan mengembalikan Melvin pada Astrid, walau adiknya akan kembali mengalami kesakitan tetapi perlahan mungkin akan membaik.


“Terima kasih ya kak.” Ucapnya dengan tulus.


“Sama - sama,” balasnya kembali dengan senyumannya.


“Sudah, sekarang beristirahatlah, urusan Keith biar kakak yang akan membujuknya, pokoknya kamu tenang saja, karena selama ada kakak maka semuanya akan beres.” Tungkasnya lagi, yang hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh Astrid.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2