Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Kedatangan Felix


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Sedangkan di rumah sakit, terlihat semuanya sudah berjejer dengan rapi, Collin juga baru saja tiba, setelah mendapatkan berita kecelakan adiknya. Dia sampai meninggalkan istrinya Mikha demi untuk panggilan Papahnya.


Ketika Collin datang, dia langsung melihat Keith adik ke duanya yang berdiri dengan wajahnya yang tertunduk. Dia takut karena nanti Ayah dan kakak pertamanya menyalahkan dirinya atas kecelakaan yang menimpa adik perempuan mereka satu - satunya.


“Bagaimana kondisi Astrid?” Tanyanya, yang hanya di balas dengan gedikan bahu singkat oleh Keith.


Sesaat kemudian, terlihat rumah sakit yang sudah di kepung oleh banyaknya pria berjas hitam. Dan juga banyaknya polisi yang datang.


“Kamu harus menjelaskannya dengan Ayah.” Collin malah menakut - nakuti Keith, tidak ada sedikitpun kalimat semangat atau apapun. Malah sepertinya kakak pertamanya ini malah senang ketika dia akan di marahi oleh Ayahnya.


Tidak lama kemudian, terlihat seorang pria tua yang turun dari mobil, pria paruh baya yang sudah menggunakan tongkat itu, terlihat sangat berwibawa hingga siapapun bisa mengetahui jika dia adalah seorang pria bangsawan.


Dia berjalan dengan pelan masuk ke dalam rumah sakit, dengan di dampingi oleh Douglas sang pelayan andalannya.


“Kemana dua anak sialan itu?” Tanya Felix pada Douglas, mencari dua anak laki - lakinya.


Douglas tersenyum, lalu menundukkan tubuhnya hormat pada Felix. “Di dalam Tuan Besar, tuan muda pertama juga sudah tiba, jadi ke duanya ada di dalam.” Jawab Douglas dengan sangat lembut dan ramah.


Tidak heran, jika dia yang menjadi lebih unggul, bahkan di banding anak kandung sang Bangsawan.


Setelah mendapatkan jawaban itu, Felix akhirnya kembali melanjutkan langkahnya yang sudah tertatih masuk ke dalam untuk bertemu dengan ke dua anak laki - lakinya dan juga untuk melihat keadan anak perempuannya.


Ketika Felix melihat wajah ke dua putranya, dia langsung menghela nafasnya. Dan mencari kursi untuk duduk.


“Jadi, apa yang bisa kalian jelaskan kepada Ayah?” Tanya Felix, dengan pandangan lurus ke depan. Menatap ke dua putranya yang sedang menundukkan kepala.


“Ayah, aku tidak ikut, karena aku ada di luar negeri, dan tugas untuk menjaga adik, Ayah sudah serahkan pada Keith, jadi aku tidak tahu menahu.” Collin lebih dulu mengamankan dirinya. Membuat Keith, terjepit dan harus berjuang sendiri menjelaskannya pada sang Ayah.


Collin mengambil dua langkah ke kanan, agar sedikit bisa lepas dari pandangan ayahnya. “Soory Keith, tapi aku sedang tidak ingin menerima makian pria tua ini.” Batin Collin, yang sebenarnya juga merasa bersalah dengan adiknya.

__ADS_1


Felix masih menunggu jawaban dari Keith, sekaligus menunggu kedatangan Jalen yang katanya sudah mengurus tentang kecelakaan yang menimpa anak perempuannya.


“Douglas.” Panggil Felix, ketika dia masih belum mendapatkan jawaban apa pun dari anak laki - lakinya.


Seakan mengerti apa yang di inginkan oleh Tuannya, Douglas maju satu langkah, dan kembali menundukkan kepalanya. Dan mulai membuka mulutnya, dan memberitahu apa yang sudah dia dapatkan. “Ya, Tuan, saya sudah menemukan 8 pria yang berada di tiga mobil dalam kejadian itu.”


Felix menerima laporan itu, lalu dia kembali menatap ke arah Keith, masih menunggu jawaban anak pengecutnya itu.


“Sebelum kejadian, Astrid bersama dengan Melvin di parkiran bawah kantor, mereka sempat terlibat cekcok, dan lalu aku menghampiri mereka. Tetapi ketika aku menawarkan tumpangan untuk Astrid, dan Ayah tahu, seperti biasa anak itu menolak hanya karena tidak mau identitas ya di ketahui orang lain, dan akhirnha dia pulang sendiri. Dan terjadilah hal demikian.” Keith akhirnya membuka mulutnya, membuat Collin yang juga mendengar jawaban itu, seketika langsung meradang.


“Pria ini! Berani - beraninya dia!!!” Umpat Collin, mengepalkan tangannya keras.


Felix kembali menarik nafasnya lalu menghelanya dengan berat. dia menoleh ke arah anak pertamanya yang terlihat sangat emosional.


“Collin, Ayah mau tidak ada kekerasan.” Tegurnya pada Collin.


Tidak lama kemudian, Jalen datang dengan membawa berkas penyerahan saham 8% milik Sheila yang sudah berhasil dia rebut.


“Bagaimana laporanmu Jalen?” Tanya Felix, langsung menyerang asisten putra ke duanya dengan pertanyaan. padahal dia baru datang dan bahkan tidak tahu laporan yang seperti apa yang Tuan besarnya inginkan.


Felix kembali diam menunggu jawaban dari Jalen, lalu dia melirik ke arah berkas yang di bawa oleh pria itu. “Douglas.”


Karena mengerti, Douglas langsung meminta berkas itu dan mulai memeriksanya. “Ini adalah berkas penyerahan saham 8% dari Nona Sheila, Tuan,”


“Llyod, sudah memiliki saham sebesar 52% di tambah saham Nona Sheila yang ada di gengaman kita, total 60% dan atas nama Nona Astrid sendiri ada 20%, kita mempunyai 80% saham cukup untuk menjatuhkan keluarga Freeman.” Jelas Douglas, pada Felix, dan pada semua yang ada di sana.


Felix menganggukan kepalanya mengerti, “Collin, kalau kamu memang ingin membalas apa yang keluarga itu lakukkan pada adikmu, maka balaslah dengan memimpin perusahaan mereka, Ayah panggil kamu ke sini untuk habis ratakan keluarga itu.” Tungkasnya, menyerahkan tugas pemegangan saham kepada anak laki - lakinya yang pertama.


Lalu dia kembali menoleh ke arah Keith. “Kamu sudah gagal menjaga adikmu, maka tugas untuk menjaga Astrid, akan Ayah serahkan pada Mikha, kakak iparmu.” Tambahnya lagi, dan kali ini membuat Keith sedikit menaiki pandangannya.


“Ayah, aku tidak mau! Kasih aku kesempatan satu kali lagi untuk menjaga Astrid Ayah,” pintanya, lalu meminta bantuan dengan kakaknya agar membantu untuk membujuk ayahnya lewat tatapannya.


Collin menganggukan kepalanya pelan. “Ayah, berikan kesempatan padanya sekali lagi, aku yakin dia bisa ayah.” Collin tahu, jika adiknya sudah sangat menyesali keteledorannya.

__ADS_1


Tapi Keith juga berhak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan kepercayaan menjaga adik perempuannya. “Tidak! Kamu sudah gagal Keith, dan tugasmu sekarang -“ kalimat Felix terhenti ketika Keith berlutut di depannya.


“Ayah. Kasih aku satu kesempatan lagi, aku mohon, dan aku akan berjanji jika kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi, ayah.” Pintanya, hingga membuat Felix tidak bisa berkata apapun.


“Baiklah, kamu ayah kasih kesempatan sekali lagi! Dan jika kejadian ini sampai terulang! Ayah tidak segan - segan membuamu jauh dari Astrid!” Tegasnya, dan akhirnya memberikan kembali kesempatan menjaga Astrid untuk Keith.


Membuat pria itu senang, karena dia masih bisa bersama dengan adiknya.


“Jalen!” Panggilnya lagi untuk asisten anak ke duanya itu.


“Ya Tuan.” Sahutnya, dengan hormat.


“Selama Keith menjaga Astrid sampai pulih, tugasmu mendampingi Collin anak pertama saya untuk merebut perusahaan Freeman, dan tugasmu tidak hanya itu! Kamu harus mencari penyebab dan bukti yang bisa membuat pelakunya di hukum. Kamu bisa ke markas untuk mendatangi orang - orang yang sudah di tahan Dougla. Mengerti!” Perintahnya lagi untuk Jalen.


“Mengerti Tuan Besar.” balasnya dengan penuh keyakinan.


Semua tugas sudah Felix bagikan untuk anak - anaknya dan juga anak buahnya. Dia tinggal menunggu waktu sampai Freeman benar - benar hancur.


Salah mereka sendiri, karena telah berani berurusan dengan keluarga Llyod.


Setelah itu Felix memilih untuk melihat keadaan putri bungsunya yang masih berada di ruang ICU.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2