Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Memprovokasi Melvin


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Manajer Grand Esther Hotel terlihat masih ada di ruangannya dan begitu Melvin muncul, manajer itu dengan hormat membawa mereka ke ruang pengawasan, melihat sekali lagi wajah jelek Sheila sebelum pergi.


Sheila marah dengan tatapannya dan memarahinya, “Apa yang kamu lihat? Bahkan jika riasanku tercoreng, aku masih lebih cantik dan berharga darimu pela cur!”’ Makinya pada seorang manager wanita itu. Benar - benar jelek bukan mulut anak setan itu.


Manager mempercepat langkahnya dengan penuh gusaran, tetapi Sangat tidak yakin di dalam hatinya jika wanita ini yang menjadi korbannya. “Mari kita lihat berapa lama dia masih bisa sombong?” Batinya Manager wanita itu, tersenyum dengan sinis sembari menggelengkan kepalanya pelan.


***


Di ruang pemantauan, terlihat Vidio mulai di putar dari hitungan detik pertama.


Sheila tidak pernah membayangkan bahwa kamera hotel ini dapat merekam suara!


Ketika mereka sedang mendengarkan, betapa malunya Sheilak ketika dia mendengarkan kekejamannya sendiri. Hal yang paling sialnya terlihat dalam video pengawasan. Ketika dia juga bisa melihat jika dirinya adalah orang pertama yang memukul Astrid dan kemudian Astrid membalasnya, bukan membalas, tetapi lebih ke membela dirinya. Dan tentu saja itu membuat wajahnya seketika berubah pucat.


Dirinya yang tadinya sudah sangat percaya diri jika dari satu sisi Kamera pengawas itu akan membuatnnya aman. Tetapi ini seperti senjata makan tuan. Dia tidak menyangka jika hal ini benar - benar akan menyerang balik kepadanya.

__ADS_1


Manager yang tadi di hina oleh Sheila, tentu saja kini tersenyum tipis. “So? Game Over.” Batinnya ingin tertawa senyaring mungkin. Namun dia masih bisa menjaga dirinya memikirkan dan menghargai Tuan Melvin.


Dan seketika juga Wajah Melvin, terlihat sangat gelap dan semakin suram, yang merupakan pendahulu dari badai hujan. Sheila melirik ekspresi wajah kakaknya yang sangat menyeramkan.


“Kak Melvin, izinkan aku menjelaskan semuanya dulu,” ucapnya dengan suara dan wajah yang sangat - sangat memohon. Tetapi Melvin memilih untuk mengabaikannya begitu saja dan berbalik untuk meninggalkan Citra dan Sheila di ruangan itu.


Dan tentu saja mereka berdua tidak tinggal diam, dan berusaha untuk mengejar langkah Melvin.


“Melvin.” Panggilnya, dengan gerakan masih mengejar.


“Melvin.”


“Melvin, mungkin memang aku sudah berbicata kasar, tetapi aku sama sekali tidak punya niat buruk sama dia.” Teriak Sheila, berharap kakaknya itu akan menghentikan langkahnya dan mendengarkannya untuk sejenak.


Tetapi, kalimat itu berhasil membuat Melvin berhenti, namun dia berbalik dengan menampilkan wajahnya yang penuh dengan kemarahan.


“Sheila, apakah kamu menganggap jika aku ini bodoh? orang lain mungkin tidak mengerti, tapi saya mengerti. Kamu berpura-pura memberikan uang untuknya, lalu karena dia memiliki uang lebih banyak dari pada kamu, lalunkamu marah dan mau menyerangnya?!” Ucap Melvin, meringis karena dia tidak menyangka sebetapa buruknya adiknya ini.


“Dengar Sheila! Apa yang ada di pikiranmu pada akhirnya akan menghancurkan dirimu sendiri! Kamu harus merubah dirimu sendiri!” Tegasnya, menunjuk wajah adiknya dengan penuh rasa kesal.

__ADS_1


Wajah Sheila memutih dan dia berteriak dengan enggan, "Aku ingin memberinya pelajaran. Aku tidak terbiasa melihatnya menggoda kamu, tetapi sambil merayu pria lain. Aku hanya membalas dendam atas kehormatanmu yang sudah di coreng dengannya!” Balas Sheila lagi, dengan menaikan oktaf suarnya. Benar - benar wanita yang tidak punya malu. Dia mau semua orang mendengarnya yang jelas - jelas jika dia sudah bersalah.


Dan Dengan apa yang dia katakan barusan, Melvin terdiam, dan ada beberapa ketidak jelasan di bawah pandangannya.


Sheila mengira jika kakaknya itu mulai goyah dengan kalimatnya, dan dia mulai merasa sangat karena mungkin kakaknya ini kembali termakan dengan hasutannya dan memutuskan untuk memanfaatkan lagi situasi tersebut.


“Lihat betapa intimnya Tuan Lloyd dengannya. Dia pasti mengaitkannya dalam pernikahan! Wanita murah han semacam ini, kakak pokoknya kamu harus memberinya pelajaran.” Tambahnya lagi terus berusaha memprovokasi kakaknya.


Dia berhenti sejenak dan melanjutkan lagi kata - katanya, “Bagaimana kalau kita menggunakan rekaman ini dan menghilangkan suara dari kamera pengawasan. Edit dan unggah di Internet. Sehingga dia akan dicemooh oleh jutaan orang, dan mendapatkan ketenaran yang ekstrem. Melvin, bagaimana menurutmu?” Tanyanya lagi, memberikan sebuah rencana untuk kakaknya. Pokoknya sebisa mungkin dia ingin jika Melvin bisa memberikan pelajaran untuk Astrid dan membalaskan dendamnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2