Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Mengambil Alih Perusahaan


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Ke esokan harinya, tiba - tiba saja, pagi ini ada panggilan untuk bertemu di meja direksi.


Sepertinya keluarga Llyod tidak sama sekali memberikannya nafas. Serangan bertubi - tubi, di berikan keluarga itu hingga keluarga Freeman sama sekali tidak bisa melakukan apapun.


Saat ini, Collin terlihat sedang duduk dengan mempelajari agenda yang ada di perusahaan Freeman.


Di tambah lagi, di depan mereka ada Keith yang jadi perwakilan menerima saham milik Astrid serta Jalen yang memegang saham milik Sheila.


Meskipun miliknya hanya 8% saja, tapi itu juga membuat Jalen berhak untuk duduk di meja itu.


Melvin terlihat berjalan seperti biasanya. Tidak ada keraguan yang muncul mengisyaratkan ketakutannya. Bahkan dia masih berusaha untuk tersenyum walaupun hatinya sakit, ketika melihat kursi yang biasa dia duduki. Kini telah di duduki oleh orang lain.


“Selamat pagi semua, maaf saya terlambat.” Sapanya pada pria yang belum dia kenali sebelumnya.


Lalu dia menatap sinis ke arah Keith dan Jalen di depannya.


“Apa yang kamu lakukan di rapat ini?” Tanya Melvin, yang menuju pada Jalen.


Keith yang mendengar asisten kesayangannya itu di tanya. Langsung tersenyum. “Nikmatilah Momen kehancuranmu Tuan Melvin. Karena kamu tidak akan bisa hidup lebih dari aman mulai saat ini.” Jawabnya dengan sedikit tersenyum. Karena kehancuran pria ini sudah tiba.


Melvin membalasnya dengan gelengan kepalanya pelan. “Jangan terlalu percaya diri Tuan Keith, di dalam ruangan ini, sepertinya Anda yang terlihat lebih tegang dari pada saya.” Balas Melvin lagi, masih dengan sikapnya yang tenang. Seperti tidak ada keraguan sama sekali di hatinya.


Dia masih percaya dengan dirinya kalau dia bisa melewati badai yang gelap ini.


Collin yang sejak tadi hanya diam saja, kini mencoba meletakan dokumen - dokumen yang baru saja dia pelajari. Lalu menoleh pada Melvin.


Ini kali pertamanya dia melihat wajah Melvin, sosok pria yang sudah menghancurkan hidup adiknya berkali - kali.


“Sebelum rapat ini di mulai, perkenalkan saya adalah Collin Llyod, anak pertama dari Felix Llyod.” Collin mencoba untuk memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


Di depan para pengacara dari ke dua belah pihak. “Kalian bisa membuka berkas yang sudah ada di depan kalian.”


“Di sana sudah tertulis, jika sebelum kematian Tuan Freeman Tua, beliau menjual sahamnya sebesar 52% kepada keluarga saya Llyod, yang kini sudah di ambil alih oleh saya sendiri sebagai perwakilan keluarga Llyod.”


“Sedangkan, 20% beliau memberikan kepada Astrid yang dulunya adalah istri dari Melvin Freeman, tapi sekarang tidak lagi. Dan karena Nona Astrid sedang sakit, maka sahamnya sudah di ambil alih oleh adik saya Keith Llyod, yang juga merupakan kakak dari Nona Astrid.”


“Sedangkan saham 8% milik Adik Melvin yaitu Sheila, sudah di berikan kepada asisten adik saya yaitu Jalen. Dengan begini, keluarga Llyod memiliki saham sebesar 80% dari perusahaan Freeman. Sedangkan Melvin sendiri hanya mempunyai saham sebanyak 20%, dengan ini saya nyatakan jika perusahaan Freeman sudah di ambil alih oleh keluarga Llyod, dan akan di ganti dengan nama Tampest.”


“Detik ini, sudah tidak ada perusahaan Freeman, melainkan perusahaan Tempest, sedangkan Melvin sendiri hanyalah kerabat bisnis, bukan lagi pemilik perusahaan ini,” Collin membacakan dan memberitahukan pengumuman besar itu di ruang rapat. Yang secara langsung itu bukanlah rapat Rahasia. Melainkan itu memiliki siaran langsung yang di siarkan oleh Media.


Sehingga banyak orang yang tahu tentang turunnya Melvin dari jabatannya sebagai Ceo perusahaan Freeman.


Mendengar keputusan Collin itu, Melvin tentu saja mengepalkan tangannya di bawah. Dia marah, dia ingin membunuh semua orang yang sudah dengan berani berbuat seperti ini kepadanya.


Ini semua, karena perceraiannya dengan Astrid yang banyak sekali menimbulkan konflik.


Seandainya dia lebih dulu tahu tentang saham milik Astrid, pasti dia akan berusaha untuk tidak menuruti permintaan Astrid untuk cerai dengannya.


Tapi? Yang sampai saat ini tidak bisa dia terima, bagaimana bisa Astrid adalah anak dari keluarga Llyod.


“Sebagai kerabat, kami tidak akan melupakan kamu Melvin, di depan kalian terdapat sebuah Grafik yang akan menjadi agenda kita ke depannya.” Ucap Collin lagi. Pria ini benar - benar sangat tenang dan bahkan lebih dingin dari Melvin ataupun Keith.


Dia berbicara seperti tidak mempunyai beban apapun. Padahal, belum sampai 3 menit yang lalu. Dia baru saja mematahkan sebuah harapan dari seseorang yang sudah bersusah payah membangun perusahaanya.


Tetapi, rasa penyesalan sedikitpun sepertinya tidak terlihat di wajahnya.


“Nyonya Iqbal, apa Agenda kita untuk ke depannya?” Tanya Collin, pada sekertaris kebangganya yang memang sudah dari kemarin dia masukan ke dalam perushaan Freeman yang kini sudah berganti nama menjadi Tempest.


“Kita memiliki lima keputusan yang akan kita ambil secara bersama - sama, kalian semua di mohon untuk melihat beberapa folder yang ada di depan kalian.” Jawab Iqbal yang masih fokus dengan dokumennya.


“Biarkan pengacara yang akan mengurus tentang perpindahan saham ini. Kita semua sibuk, karena banyak pekerjaan yang harus di lakukkan.” Ucap Collin lagi menatap ke arah semua orang yang ada di situ termasuk dengan Melvin yang hanya diam saja. Karena dia sudah merasa seperti orang asing.


“Kita percepat rapat ini, dan mari kita lihat artikelnya dan mengambil suara.” Tambahnya lagi.

__ADS_1


“Artikel pertama. Berkas - berkas itu sudah berada di kantormu ini sangat lama, seharusnya kamu sudah mempelajarinya.” Ujarnya kali ini di tujukan untuk Melvin.


“Kita langsung memungut suara sekarang!”


“Siapa yang bilang iya?” Tanya Collin dengan menaikan tangannya. Di ikuti juga dengan Keith dan juga Jalen.


“Kalau begitu artikel pertama di terima.”


“Lanjut dengan artikel ke dua?” Tanyanya pada Iqbal.


“Pengacara mereka menambahkan artikel ke dua kepada kami kemarin, Tuan Collin. Ini tentang mendapatkan personil baru.”


Collin kembali menganggukan kepalanya mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Iqbal Sekertarisnya. “Oke mari kita ambil suara.” Pinta Collin lagi.


“Siapa yang bilang tidak?” Tanya Collin lagi. Dan seketika Keith dan Jalen mengangkat tangan.


Sedangkan Melvin, yang tadinya ingin mengangkat tangan. Akhrinya tidak jadi, karena dia sendiri belum memahami arti dari artikel tersebut.


“Permintaan di tolak! artikel selanjutnya?”


Melvin hanya melihat saja bagaimana cara Collin memimpin. Membuatnya merasa sangat malu karena dirinya terasa seperti tidak memiliki muka dan di anggap sebagai pemimpin gagal.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2