
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Apa yang sedang terjadi?” Tanyanya dengan suaranya yang dingin.
Astrid memilih untuk mengedikan bahunya singkat, memperlihatkan rasa ketidak perduliannya dengan sekitara, tetapi dia masih menunjuk Sheila yang berada di tanah dengan tatapan matanya.
“Tanyakan saja padanya sendiri pada adikmu tercinta ini, dan mungkin kamu akan tahu, itupun kalau dia berani mengatakan hal yang sejujurnya.” Jawab Astrid dengan santai. Tidak terlihat sama sekali rasa bersalah yang ada di wajahnya maupun kalimatnya.
Sheila masih terbatuk saat ini. Wajahnya merah karena amarah dan sedikit ketelan air, dan dia mengarahkan jarinya ke arah Asteid dengan wajahnya yang terlihat sangat marah beberapa kali, tetapi tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
Melihat situasi ini, Citra memandang Asteid dengan tatapan penuh kecewak, “Astrid, Sheila adalah saudara Melvin, adik iparmu, Meskipun dia sudah berbicara buruk di depan hotel tadi, tetapi dia sengaja mendatangimy untuk meminta maaf. Tetapi kenapa kamu malah bisa membalasnya seperti ini?” Ucap Citra, berkata - kata seakan - akan dirinya dan Sheilalah yang paling menyakitkan.
“Dia seorang gadis muda Astrid, kamu tahu bahwa dia juga masih sangat labil, kamu dulu sangat baik padanya, tetapi sekarang Kenapa kamu memperlakukkannya seperti ini?” Tambahnya lagi, dan tentu saja pertanyaannya itu langsung menyebabkan konflik, dan membuat semua orang berpikir jika itu adalah pembalasan dari Astrid yang memang sudah dia rencanakan.
Sheila menganggukkan kepalanya dengan marah, batuk dan menangis, yang sangat menyedihkan dia menyetujui semua kalimat yang di ucapkan oleh Citra. Seakan - akan itulah kebenaran yang ada. Astrid menyerangnya dan membalas dendam kepadanya, padahal niatnnya hanya untuk meminta maaf. Sangat luar biasa bukan hahahahah.
Dan benar saja, mendengar pertanyaan dan anggukan dari Citra dan Sheila, semua Kerumunan mulai berbisik. Toh korbannya adalah putri keluarga Freeman. Dengan suara yang penuh keyakinan mereka semua mendukung Sheila, dan mengikuti Citra untuk menuduh Astrid yang sudah melakukkan sebuah tindak kejahatan.
Melvin tidak membuat pernyataan lagi, tetapi dia selalu menatap Astrid dengan tatapan cemberut.
Astrid menjadi kesal dengan tatapannya dan bertanya sambil mencibir, “Kamu tahu sifat buruknya adikmu kan, kamu tahu juga sifatku bagaimana dan Kamu juga tidak berpikir aku sengaja Mencari balas dendam pribadi padanya, kan?” Tanyanya pada Melvin, sambil mengerutkan bibirnya dan tetap tidak berkomitmen. Ekspresinya terlihat seperti sedikit agak misterius.
__ADS_1
Namun di detik selanjutnya, Astrid kemudian tertawa sinis, berpikir bahwa dia mengajukan pertanyaan yang sangat konyol. Dan berpikir bahkan mengingat Kapan Melvin pernah mempercayainya?
Tapi dia percaya atau tidak. Dia tidak akan untuk repot - repot menjelaskan alasan apa yang membuat semua kejadian ini sampai seperti ini.
Dia bahkan langsung berbalik untuk pergi tetapi langkahnya di hentikan di jalurnya oleh beberapa selebriti yang biasanya dekat dengan Sheila.
“Berhenti di sana! Kamu ingin pergi setelah memukulinya?! Tidak sesederhana itu!”
“Itu benar. Jika Anda tidak memberikan penjelasan atas apa yang terjadi pada Sheila hari ini, Anda tidak diizinkan untuk pergi dari sini.”
Dan tentu saja hal itu membuat Astrid mendengus jijik dan hendak membalas kalimat mereka. Namun dia tidak jadi berucap ketika melihat Keith masuk ke dalam kerumunan dan berdiri di depannya.
Ketika beberapa selebriti melihat Keith, mata mereka bersinar dengan kekaguman dan mereka naik untuk kembali memicu konflik. “Tuan Lloyd, Anda bisa lihat sekarang. Wanita ini sangat menyeramkan dan memiliki mulut serta prilaku yang kotor!”
“Itu benar, Tuan Lloyd. Kamu harus membantu Sheila, belum lagi bagaimana bisa wanita ini pantas mendapatkanmu.”
Sementara ketika kerumunan selebriti Melihatnya menanggalkan pakaian, tak sengaja mereka meneteskan air liur mereka.
Tetapi Keith sama sekali tidak perduli dengan pandangan itu, bahkan dia meletakkan Jasnya di tubuh Astrid dengan lembut, bahkan dengan pandangan matanya yang biasa terpancar jika dia sangat menyayangi adiknya. .
“Sudah larut malam. Jangan sampai kamu kedinginan.” Ucapnya dengan lembut, dan bahkan sedikit mengusap pipi adiknya yang tirus. Dan tentu saja itu hal itu lagi - lagi membuat Kerumunan terkejut, dan suara-suara yang tidak baik berseru kepada Astrid tiba-tiba terhenti.
Para selebriti sangat cemburu sehingga Mereka bisa membunuh Astrid dengan mata mereka. Keith, bagaimanapun, merangkul lengan Bahu Astrid, seperti menganggap tidak ada orang lain di sini, “Sudah larut, ayo kembali.” Ajaknya lagi, dan Astrid langsung tersenyum menganggukan kepalanya pelan.
__ADS_1
Awalnya mereka berjalan dengan santai, tetapi ke duanya baru saja menoleh ketika suara sumbang Citra datang dari belakang mereka.
“Tuan Lloyd, itu adalah fakta yang tak terbantahkan bahwa dia mememukuli dan menyiksa Sheila. Apakah kamu benar - benar akan menutupinya!” Tanya Citra dengan sedikit berteriak karena marah.
Keith berbalik, tetapi pandangannya bukan tertuju pada Citra, melainkan pada Melvin yang hanya diam saja dan berdiri tegak, entah apa gunanya laki - laki itu. Ketika ada masalah seperti ini, dia malah hanya diam saja bagaikan patung.
“Astrid saya tidak pernah mengambil inisiatif untuk menimbulkan masalah, kecuali seseorang memprovokasi dia.” Ucapnya memberitahukan Melvin, jika Astrid tidak akan melakukkan hal sebodoh itu untuk menyerang orang lain.
“Tuan Freeman, jika Anda tidak percaya, Anda dapat memeriksa pengawasan hotel, atau kita dapat pergi ke kantor polisi untuk melakukan penyelidikan.” Tambahanya lagi, membuat Astrid menoleh pada Jalen yang berdiri di pinggir kolam dan memberikan kode bahwa dia tidak perlu ikut campur terlebih dahulu. Karena Jalen ada di pihak Astrid, khawatirnya mereka hanya berpikir jika kalimat Jalen hanyalah senuah konspirasi untuk membelanya.
Namun Kata “Astrid saya” memiliki implikasi keintiman dan memanjakan, mendengar hal itu tentu saja membuat Melvin sangat tertegun. Melihat betapa akrabnya keduanya, apakah mereka saling mengenal saat menikah?
Dia mengepalkan tinjunya dan menatap Astrid yang mungil berasa di pelukan Keith. Nada suaranya serius, “Apakah selama kita menikah, kamu pernah menyelingkuhi saya?” Tanyanya di tengah - tengah kerumunan, dan tentu saja itu membuat kerumunan menjadi gempar ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Melvin.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
__ADS_1
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*