
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Sheila buru - buru masuk ke dalam ruangan kakaknya. Dan ketika dia membuka pintu. Terlihat kakaknya yang sedang berdiri dengan wajah yang panik. Serta Citra dan Fred yang juga mengikutinya.
“Kakak.” Jeritnya, dan langsung memeluk tubuh Melvin dengan begitu erat.
Melvin hanya diam saja, dan sama sekali tidak meresponnya. “Sheila, karena kamu sudah ada di sini, maka lebih baik kamu duduk.” Pinta Melvin, melepaskan dekapan adiknya dan seperti memilih untuk menghindarinya.
Sheila yang bingung, langsung menatap ke arah Citra dan juga Fred, yang juga hanya diam saja tanpa mengatakan apapun.
Melvin menghela nafasnya, dan berjalan ke mejanya. “Aaaarrrrggghhhhhhh.” Teriaknya tiba - tiba. Mengejutkan ke tiga orang yang ada di sana.
Melvin benar - benar sangat marah. Perusahaan keluarganya yang sudah dia perjuangankan. Semenjak Ayahnya meninggal. Dan kini karena perceraiannya dengan Astrid, dia bahkan sampai terancam kehilangan perusahaanya.
“Tidak aku pernah berpikir, jika perpisahanku dengan Astrid akan sangat berpengaruh besar.” Lirihnya pelan, dengan suaranya yang parau.
Citra mengambil kesempatan ini, untuk kembali menghasut Melvin, “Vin, apakah kamu akan terima begitu saja? Astrid bukan siapa - siapa dan dia menerima saham sebesar yang kamu punya, menurutmu apakah itu adil untuk kamu? Bahkan Sheila yang anak kandung keluarga Freeman saja hanya mendapatkan 8% saja, apakah kamu tidak berpikir jika Astrid dan mendiang ayahmu mungkin -“ kalimat Citra terhenti, ketika mendapatkan tatapan tajam dari Melvin.
Pria itu berdiri menegakkan tubuhnya, lalu menatap Citra, Sheila dan Fred dengan serius. “Apakah kalian yang menyebabkan kecelakaan ini?” Tanya Melvin tiba - tiba, membuat mereka semua tertegun mendengarnya.
“Vin, apa yang kamu tanyakan itu? Kamu menuduh kita? Tidak mungkin kita -“
“Mungkin!” Kembali Melvin memutus kalimat Citra, yang pasti akan berusaha membela dirinya lagi.
“Kalian semua membenci Astrid, dan tidak hanya sekali kalian ingin mencelakainya, jadi kalaupun kali ini kalian melakukkan lagi, itu bukanlah hal yang tidak mungkin!” Tegas Melvin, menyetak Citra, membuat Fred yang ada di sebelahnya langsung mengepalkan tanganya.
Fred merasa marah, ketika Melvin memarahi Citra, padahal sudah jelas - jelas, jika Nona Citra adalah orang baik.
Sheila terdiam untuk sejenak, “Kak, tapi, Saham miliki sudah di ambil paksa oleh Asisten Keith.” Ucapnya dengan pelan, bahkan sangat pelan.
Tapi karena situasinya sedang tidak baik, Melvin lebih menajamkan telinganya dan mampu mendengar kalimat adiknya tadi, sampai - sampai Melvin langsung menoleh dan menatap ke arah adiknya tajam.
“Apa? Apa kamu bilang?” Melvin berjalan melangkah mendekati adiknya.
Dia bahkan sampai mencengkram lengan Sheila sampai wanita itu ketakutan. “Katakan kepadaku! Jika itu tidak benarkan! Sheila?!” Melvin benar - benar stress kali ini. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukkan.
__ADS_1
Sheila menundukan kepalanya, dia takut dengan amarah kakaknya. “Katakan Sheila!” Paksanya lagi.
“I -iya kak, tapi sayangnya itu benar. Mereka menjebak aku, menjegat aku di jalan. Dan -“ tubuh Melvin merasa lemah. Dia bahkan langsung terduduk di sofa. Dan bahkan melepaskan tubuh Sheila begitu saja.
“Hahahahhahahahahaha.” Tawanya pecah, takdir yang sangat lucu sekali.
Citra dan Fred kini sama - sama mendekat, sedangkan Sheila malah kebingungan melihat reaksi kakanya.
“Kak, mereka jebak aku! Mereka-“
“Kakak pokoknya harus balaskan dendamku kak, mereka harus di tuntut. Mereka -“
“Mau balas bagaimana Sheila?” Tanyanya, lalu berdiri dari duduknya, kembali menatap wajah adiknya dengan serius.
Dia tersenyum, ini bukan senyum bahagia, tapi senyum kesensaran. “Kalian?” Kalimatnya terhenti, ketika dia menatap ke arah Sheila, Fred dan Citra bergantian.
“Apakah kalian tahu? Jika Astrid ternyata adalah anak bungsu dari keluarga Llyod.”
“Apa?” Teriak Citra, yang paling terkejut di antara mereka.
Melvin kembali tersenyum, dan bahkan dia menggelengkan kepalanya pelan. “Aaaaahhhhh.” Teriaknya lagi. Dia benar - benar frustasi sekarang.
“Kak.” Lirih Sheila pelan. Dia bahkan sudah sampai meneteskan air matanya.
“Kak, kita gak akan bangkrutkan kak?” Tanyanya, menuntut jawaban kejujuran dari kakaknya. Dia takut, dia khawatir jika kakaknya akan bangkrut dan dirinya juga akan terkena imbasnya.
Melvin tahu kesedihan adiknya, tapi dia juga tidak akan memberikan sebuah harapan palsu yang tidak mungkin bisa dia wujudkan.
“Kakak tidak bisa menjamin Sheila, bersiaplah untuk kemungkinan paling buruk yang ada.” Jawabnya, dan tentu saja itu membuat Sheila semakin terpuruk mendengarnya.
Citra kembali melirik ke arah Fred. Seperti mereka sedang terlibat telepati dan seakan merencanakan sesuatu.
Dan di saat mereka sedang berdiskusi, tiba - tiba saja, sekertaris Melvin, yaitu Ryan datang dengan wajahnya yang sangat pucat.
“Tuan.” Ujarnya, dan membuat Melvin bersama yang lainnya terkejut.
“Anda harus liat ini Tuan.” Ryan berjalan mendekati Melvin, dan memperlihatkan sebuah berita yang sudah beredar di media.
__ADS_1
Adik dari pemilik perushaan Freeman, yaitu Sheila Freeman, terlibat sekandal dengan suami orang. Dia menjual dirinya kepada beberapa pria pemimpin perushaan. Dan kini para istri yang sudah memiliki bukti akan menuntutnya dengan undang - undang perselingkuhan.
Melvin membaca berita itu, sampai membuat darahnya terasa sangat mendidih. Dia melihat ke arah Sheila yang seperti tidak tahu apa - apa.
“SHEILA!!!!! Sentaknya, membuat Sheila terkejut mendengarnya.
Plllaaaaaaaaakkkkkkkkkk, suara tamparan sangat keras Melvin layangkan ke wajah adiknya.
Bahkan seketika wajah Sheila sampai membengkak dan membuatnya mengeluarkan darah dari mulutnya.
“Melvin, kenapa kamu memukul Sheila?!” Sentak Citra, tidak terima jika Melvin memukul Sheila tanpa sebab. Masih berpikir jika dia bisa berpura - pura perduli dengan Sheila.
“Kamu tanya kenapa? Kamu!” Melvin memberikan ponsel Ryan kepada Citra, agar bisa di lihat oleh wanita itu.
Citra menerima ponsel itu dan mencoba membacanya. “Di bawah berita itu, juga ada berita tentang sekandal perselingkuhan Anda dengan Nona Citra, Tuan.” Ryan menambahkan laporannya, membuat Melvin kembali menoleh, dan merebut ponsel itu dari tangan Citra.
Dia ingin kembali memastikan, berita seperti apa yang tersebar tentangnya.
Belajar dari kakaknya! Ternyata Melvin Freeman juga menyelingkuhi istrinya Selama 3 tahun, dan menjalin hubungan dengan Nona Citra, anak dari keluarga Matthews.
Citra yang tadinya tenang - tenang saja, kini seketika ikut menjadi lemas.
“Vin,” lirihnya pelan. Tidak tahu apa yang akan dia lakukkan untuk saat ini.
Mereka masih mencerna apapun yang di katakan oleh Media itu. Dan terlebih nama keluarganya kini di pertaruhkan. Pasti dia akan di buang oleh ayahnya karena identitasnya sebagai anak haram keluarga Matthews sebentar lagi pasti akan terbongkar.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*