Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Sidang Tuntutan


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Sebulan berlalu dari kejadian hari itu, dan polisipun sudah melakukkan penangkapan untuk ke tiga orang yang menjadi otak pelaku kecelakaan yang menimpa Astrid.


Tadinya Collin juga ingin memasukan Paramita, melihat apa yang sudah di lakukkan wanita itu kepada adiknya, membuatnya muak dan ingin si tua bangka itu juga mendekam di penjara.


Tetapi, tidak ada hukum yang bisa menjerat mereka berdua, dari saat melewati ruang BAP, hanya ke Citra, Sheila dan juga Fred yang biasa di tahan. Sedangkan yang lainnya tidak bisa.


Hanya saja Melvin dan Paramita serta Keith harus bolak balik menghadiri persidangan. Karena sampai detik ini mereka bertiga masih berusaha untuk menutupi semuanya.


Hari ini, Astrid juga ikut hadir di dalam ruang persidangan, karena hari ini akan dibacakan tuntutan untuk ke tiga orang itu dari jaksa penuntut hukum.


Bahkan termasuk Felix juga datang dan melihat langsung bagaimana ketua hakim memberikan hukuman pada orang - orang yang sudah menjahati putrinya ini.


“Apakah kamu senang dengan tuntutan mereka?” Tanya Felix pada Astrid yang duduk di sebelahnya.


Baru saja Jaksa membacakan tuntutan 20 tahun untuk Fred, karena dialah yang mengeksekusi langsung tabrakan saat itu dengan menghack sistem kerja mobil Astrid, 15 tahun untuk Citra dan Sheila, karena mereka yang menjadi otak rencana kecelakaan Astrid dan menyuruh Fred untuk melakukkannya.


Membuat Felix mempertanyakan lagi, apakah putrinya itu puas dengan hal itu atau tidak.


Astrid terdiam sejenak, lalu dia melihat ke arah Melvin yang sepertinya sudah tidak berpenampilan rapi seperti biasanya.


Pria itu terlihat sekali jika kurang tidur, wajahnya kusam dan bahkan pakainya seperti tidak di setrika. “Sepertinya sudah Pah.” Jawab Astrid, tidak tega jika ke tiga orang itu harus mendekam lama - lama di penjara.


Felix terlihat kesal mendengar jawaban putrinya, dia sampai harus menghela nafasnya dan kembali melihat ke depan. “Jangan terlalu baik pada orang yang tidak bisa menghargai kebaikanmu Nak! Papah hanya mengingatkan kamu untuk itu, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi di ke depannya.” Tungkasnya, sepertinya tidak senang ketika putrinya terima - terima saja dengan tuntutan itu.

__ADS_1


“Pah, Keith sudah mengusaha hukuman berat untuk mereka, dan Pengacara Keith mengatakan jika tuntutan mereka memang hanya seperti itu, kita tidak bisa memberikan hukuman mati kepada mereka, karena pertama Astrid selamat dalam kecelakaan itu dan yang ke dua, bukan mereka yang melakukkan pembunuhan itu langsung. Jadi hanya bisa seperti ini Pah.” Keith yang ada di sebelah Astrid menjelaskan pada Papahnya, jika dia sudah melakukkan yang terbaik agar bisa menuntut mereka.


Felix yang mengerti langsung menganggukan kepalanya pelan. Dan kembali mendengar apa saja yang di jelaskan dalam persidangan ini.


Sampai hakim mengetukkan palu dan mengatakan jika sidang akan di undur 3 minggu untuk memberikan hasil keputusan hukuman mereka.


Membuat Sheila yang mengikuti persidangan langsung menendang kursi karena marah mendengar tuntutan 15 tahun kepadanya.


Dia yang kembali di minta untuk menggunakan rompi tahanan, langsung menatap tajam ke arah Astrid dan keluarganya. “Sheila sayang, tenang saja! Keputusannya masih 3 minggu lagi, kakak kamu pasti akan berusaha untuk melakukkan Banding jika tuntutan kamu terlalu besar.” Ucap Paramita, memberitahkan anaknya kalau tidak perlu khawatir dengan masalah tuntutan yang ada.


Felix tersenyum sinis mendengarnya. “Lakukkanlah sampai kamu kehilangan kewarasanmu, karena aku sendiri yang akan memastikan jika tuntutan pada anakmu itu akan tinggi dan dia akan membusuk selamanya di penjara.” Ucap Felix, lalu dia melangkahkan kakinya pergi dengan di ikuti oleh Douglas di belakangnya.


“Astrid,” panggil Mikha, lalu membantu untuk mendorong kursi roda adik iparnya.


Melvin yang melihat itu ingin datang dan menahan kepergian Astrid, namun Collin lebih cepat menghalangi langkahnya. “Jangan coba - coba mendekati adikku!” Tegasnya, dengan ke dua mata yang memunculkan sinar kebencian.


“Karena kami tahu, kalau niatmu bertemu dengan adikku hanya supaya adikku mau meringankan atau bahkan mencabut tuntutan kepada tiga orang itukan! Jangan mimpi! Astrid bahkan sudah tidak mau bertemu denganmu!” Keith ikut bersuara menghapi pria yang sudah menyakiti adiknya berkali - kali.


Melvin menghela nafasnya, dia juga tidak bisa mengatakan apapun atau bahkan sekedar membela dirinya dia sudah tidak bisa.


Selama tiga tahun berhubungan dengan Astrid tidak ada sedikitpun kebahagian yang dia berikan. Yang ada malah penderitaan, belum lagi ketika dia mengetahui bagaimana Mamah dan Adiknya itu memperlakukkan Astrid selama ini, membuatnya seharusnya merasa malu dengan hal itu.


Melihat Melvin yang sudah tidak ingin mengatakan apapun, Collin dan Keith memilih untuk pergi menyusulu Papah dan juga Astrid yang di bawa oleh Mikha menuju mobil untuk bergegas pulang.


“Kalian semua akan tinggal sama Papah!” Tegas Felix, memintq agar Keith dan Astrid ikut pulang ke rumah utama.


Keith yang tadinya ingin masuk ke dalam mobilnya, langsung keluar lagi dan menutup pintu mobilnya. “Pah, tetapi di sanakan ada Tya, Astrid tidak suka dengan wanita itu, apa lagi wanita itu pernah mau membunuh Astrid!” Collin memprotes duluan niat Papahnya yang ingin membawa adik perempuannya itu pulang.

__ADS_1


“Dia sudah tidak di rumah! Papah sudah menceraikannya.” Balas Felix, yang membuat semua anak - anaknya kini saling pandang.


“Kenapa kalian seperti tidak mempercayai Papah?” Tanya Felix lagi, ketika anak - anaknya diam seperti tidak meresepon atau bahkan tersenyum mendengar perceraiannya.


“Bukan tidak percaya Pah, kami hanya merasa bukankah Papah mencintai istri Papah yang itu? Lalu kenapa sekarang tiba - tiba Papah menceraikannya?” Tanya Keith, memwakili pertanyaan dari saudaranya yang lain.


Felix tahu apa yang sedang di pikirkan dan di rasakan oleh anak - anaknya. Ke egoisannya mempertahankan duri dalam keluarganya, yang membuat kehidupan putrinya jadi hancur berantakan. Mungkin itu membuat rasa percaya anak - anak padanya berkurang.


“Lebih baik kita bicara masalah ini di rumah.” Jawabnya, lalu bergegas masuk ke dalam mobil dengan mobil miliknya. Sedangkan Astrid masuk ke dalam mobil Keith, yang di ikuti oleh Mikha dan Collin.


Walapun mereka seperti enggan, tetapi keinginan papah mereka juga tidak bisa mereka abaikan. Jadi kalau memang benar papahnya sudah menceraikkan wanita ular itu, maka mereka semua akan pindah untuk tinggal bersama dengan Felix.


*To Be Continue. **


Gengs, Maaf ya Mimin Kemarin gak Update, soalnya tangan kanan Mimin berasa mati rasa. Merasa gak nyaman, jadi 2 hari kemarin Mimin nulisnya juga gak maksimal bahkan libur. Jadi harap di maklumin ya gengs 🙏🏻🙏🏻


Dan mohon maaf sebesar - besarnya 🙏🏻


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2