Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Dalang Kecelakaan Astrid


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah mendapatkan kabar jika Astrid baru saja selesai di Operasi, kini Felix, Keith dan juga Collin terlihat masuk ke dalam ruangan Astrid melihat perempuan satu - satunya di keluarga mereka yang terbaring dengan lemah, bahkan belum sadarkan diri.


“Putriku yang malang,” lirih Felix dengan pelan.


Lalu dia melirik sedikit ke arah Collin dan Keith. “Collin, Fokus dengan jatuhnya keluarga itu! Renggut apa yang kamu bisa renggut dari mereka! Jika bisa, buat mereka mati dengan perlahan.” Pintanya pada anak pertamanya.


Collin tersenyum mendengar permintaan Ayahnya, “sebelum Ayah suruh, aku juga pasti akan melakukkan hal ini Ayah.” Sahutnya, dengan sorot matanya yang menampilkan sebuah kemarahan.


Felix menganggukan kepalanya pelan. “Keith, jaga adikmu! Dan jika memang bisa, bantu apa yang bisa kamu bantu untuk membuat keluarga itu lebih malu.”


Lalu Felix membalikkan tubuhnya, dan memgangkat tanganya membuat sebuah kepalan dengan kuat. “Mereka harus tahu, dengan siapa mereka berperang saat ini.” Tambahnya lagi.


Felix tidak perduli dengan perjanjiannya dengan putrinya beberapa waktu yang lalu, untuk jangan menghancurkan keluarga Freeman.


Hati Ayah mana yang tidak sakit, jika anaknya selama 3 tahun sudah di sakiti bahkan di pandang hina. Dan sekarang giliran sudah lepas, mereka malah mau membunuh anaknya. Ohhhh, tidak akan semudah itu Ferguso.


****


Di sisi lain, Melvin rasanya sudah tidak tahu lagi harus bagaimana.


Mau mengadakan kontroversipers, tentu saja juga percuma. Karena bukti - bukti yang sudah tersebar di media, sudah tidak bisa dia elakin lagi.


“Kak, bagaimana ini kak? Tolongin Sheila, kak, Sheila tidak mau masuk penjara kak, tolomg Sheila kak.” Pintanya, masih berusaha membujuk kakaknya agar mau membantunya untuk menyelesaikan masalah ini.


Melvin menaikan wajahnya lalu dia melihat ke arah Sheila. “Kamu tidak bisa lihat? Aku juga mempunyai masalah, tidak hanya kamu saja!” Balasnya, tanpa ada perasaan iba atau apapun pada adiknya.


“Urus masalah kita masing - masing, aku tidak bisa membantu kalian, karena aku punya masalah sendiri.” Sambungnya lagi, menatap ke arah Sheila dan Citra.


Mendengar hal itu Citra langsung meneteskan air matanya. “Kamu suruh aku urus masalah aku sendiri?” Tanyanya, meyakinkan kalimat yang baru saja keluar dari mulut Melvin.

__ADS_1


“Citra, aku tidak bisa membantu kamu, aku juga punya masalahku sendiri.” Dia kembali mengulang kalimatnya. Dan berharap agar Citra mengerti dengan posisinya saat ini.


Citra langsung mendekati Melvin dengan perasaan marahnya.


Plaaaaaakkkkk, satu tamparan dia layangkan ke wajah Melvin. “Masalahku ada bersamamu Vin, bagaimana kalau media sampai tahu rahasia jika aku adalah anak haram keluarga Matthews, Vin, berita yang beredar antara aku dan kamu, dan sekarang, bagaimana bisa kamu bilang kalau aku harus mengurus masalah aku sendiri?”


“Ya terus aku harus bagaimana Citra?!” Sentak Melvin mengejutkan Citra yang ada di depannya.


Citra sudah memancing emosinya, di saat dia sudah berusaha berbicara dengan tenang, wanita ini malah tidak punya perasaan sedikit saja untuk mengertinya.


“Tuan.” Giliran Fred yang membentak Melvin, dan ini baru pertama kalinya Melvin mendapatkan hal itu dari asistennya.


“Apa?” Sahut Melvin, dengan raut wajah yang tidak biasa.


Fred tersadar seketika, jika dia sudah lancang membentak bosnya. “Maaf Tuan, saya tidak bermaksud membentak Anda.”


“Hanya saja, saya tidak suka jika Anda membentak Nona Citra, karena yang di katakan oleh Nona Citra itu benar, dia melakukkan perselingkuhan dengan Anda, dan sekarang Anda memilih untuk lepas tangan, itu tersengar sangat tidak adil untuknya Tuan.” Fred benar - benar berani. Dia tidak ragu membela Citra ataupun memperjuangkan Hak Citra walaupun dia tahu posisi Citra sebagai selingkuhan Melvin saja itu sudah sangat salah.


Melvin tersenyum, “kalian berharap apa dariku? Kalau aku sudah jatuh bangkurt dan tidak bisa menyuap media untuk menekan beritanya kalian mau apa?” Tanya Melvin dengan tawanya. Dia merasa geli sendiri, ketika orang - orang di sekelilingnya malah menuntutnya melakukkan hal yang mungkin sudah tidak bisa dia lakukkan.


Dan kembali dia mengingatkan jika lawan mereka adalah Keluarga Llyod. Yang bahkan hanya dengan jentikan jari saja mungkin dia sudah bisa menjadi gembel di luar.


“Ini salah kamu!” Tuduh Citra pada Sheila. Dalam keadaan ini, otaknya sudah tidak singkron dan mereka kini terlibat saling tuduh menuduh.


Sheila yang mendapatkan tuduhan dari Citra jelas tidak terima. “Kenapa jadi aku? Bukannya ini adalah ide kamu.” Balasnya lagi. Dan kali ini Melvin yang menjadi tidak mengerti atas tuduhan mereka.


“Kamu yang menginginkan dia untuk mati,” sahut Citra, mengingatkan apa keinganan Sheila kemarin.


“Tapi kamu yang menjalankan Ide dengan meminta tolong Fred meretas Navigasi Google mapsnya, hingga kita tahu di mana lokasinya.” Balas Sheila lagi. Benar - benar tidak terima dengan tuduhan yang Citra keluarkan.


Melvin yang mendengar itu, langsung mengingat kejadian sebelum kecelakaan Astrid terjadi.


“Tuan, orang-orang kita telah meretas navigasi Nona Carroll, tetapi dia tampaknya telah melihat kami dan tidak lagi mengikuti rute yang kami rencanakan untuknya.”

__ADS_1


Sontak saja, ketika Melvin mengingat kakimat Fred yang satu itu. Membuatnya jadi melirik tajam ke arah asistennya yang terlihat mulai pucat.


“Tuann.” Lirihnya pelan.


Bugggghhhhhh, tanpa aba - aba dan tanpa persiapan apa - apa, Melvin langsung memukul wajah Fred dengan begitu keras.


Buggghhhhh. “Sialan kamu! Ternyata ini ulah kalian ha?! Kamu asistenku tapi kamu tidak berpikir apa dampak dari perbuatanmu!” Melvin memukuli Fred dengan sangat berutal.


“Vin.”


“Kakak.”


Citra dan Sheila tidak tahu harus berbuat apa, dia ingin mencoba melerai tapi mereka juga merasa sangat takut.


Sampai Melvin melihat wajah Fred sudah sedikit bonyok, berulah dia berhenti memukul pria itu. “Saham di rebut, perusahaan di rebut, aku jatuh miskin, dan semua berita di media tersebar, itu semua salah kalian!” Tekannya, menunjuk ke arah tiga orang yang tadi bersikap seperti perduli tetapi nyatanya merekalah dalang di balik semua ini.


“Vin, bukan begitu maksudnya Vin, kita -“ kalimat Citra lagi - lagi tehenti, ketika jari telunjuk Melvin kini mengarah ke wajahnya.


“Kamu sudah sering kali melakukkan hal yang tidak aku hendaki, dan kali ini aku tidak akan terima alasanmu lagi. Paham kamu!” Tegasnya, dan langsung meninggalkan ke tiga orang yang ada di sana.


Mereka yang berkomplotan tanpa dirinya ketahui, Melvin merasa bahwa dirinya adalah orang yang sangat bodoh.


Bisa - bisanya dia masih percaya, padahal sudah di bohongi sedemikian rupa kemarin. Jika di tanya bagaimana perasaannya saat ini. Tentu saja dia sangat kecewa, ketika orang - orang tedekatnyalah yang ternyata menusuknya dari belakang.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2