Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Rencana Jahat Kembali di Buat


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah selesai rapat pemegangan saham, Melevin kini harus pulang. Karena dia sudah tidak mempunyai wewenang apa - apa di kantor itu.


Bahkan, walaupun dia masih memiliki 20% saham, sepertinya itu tidak di anggap apa - apa oleh Collin yang pemimpin perusahaan sekarang.


Pria itu bahkan seenaknya mengganti nama Freeman menjadi Tempest, tanpa seizinnya. Walaupun perusahaan itu bukan lagi miliknya. Tetapi apa salahnya sedikit menghargai dirinya, untuk mengambil pendapat.


Kini sudah tidak ada lagi yang bisa dia lakukkan, selain menggunakan sahamnya yang 20% itu. Mungkin untuk membangun perusahaan lainnya.


Sesampainya di Vila, Melvin terlihat duduk dengan lesuh di ruang tamu.


Vila yang dia tempati itu, sebenanrya juga sudah bukan miliknya lagi. Melainkan sudah menjadi milik Astrid.


Dia juga sudah harus bersiap - siap untuk keluar dari Vila itu, sebelum pengacara Astrid datang dan mengambilnya.


Melvin sejenak menghela nafasnya, dan menyandarkan tubuhnya di sofa. Rasanya belum ada 1 minggu dia bercerai dengan Astrid, tetapi kenapa dirinya sudah jatuh sekali seperti ini.


Apakah ini semua Karma untuknya, karena selama 3 tahun ini dia tidak memperdulikan istrinya dan bahkan menyelingkuhi istrinya tanpa sedikitpun menghargainya.


Ketika Melvin sedang duduk dengan memikirkan nasib dirinya. Terlihat Fred yang datang bersama dengan Citra.


Membuat Melvin langsung menghela nafasnya, dan merasa sedikit malas untuk melihat wajah ke duanya.


“Mau apa kalian ke sini?” Tanya Melvin, sedikit membentak mereka.


“Saya datang ke sini, hanya untuk mengantarkan Nona Citra.” Jawab Fred, dengan menoleh ke arah Citra yang ada di belakangnya.


Melvin terlihat sedikit menegakan tubuhnya. “Mau apa ke sini?” Tanya Melvin, mengulang pertanyaanya lagi.


“Vin, aku mau minta maaf Vin, atas apa yang mungkin aku lakukkan pasa Astrid, aku -“


Melvin tersenyum sinis, lalu dia bangkit dari duduknya melangkah mendekat ke arah Fred dan juga Citra.


“Maaf?” Tanyanya, dengan suara yang terdengar sangat meremehkan.

__ADS_1


“Kalau bukan karena kalian yang mempunyai rencana untuk membunuh Astrid, hari ini tidak akan pernah aku rasakan!”


“Perusahaan yang Papahku bangun, karena ke bodohan kalian. Aku keinginannya.”


“Kalian benar - benar sedang menginjak ekor Harimau.” Serunya, dengan perasaanya yang sedang kacau saat ini.


Dia merasa pusing, tidak ada lagi yang bisa dia lakukkan. Selain menerima kekelahannya dari keluarga Llyod.


Dan di saat mereka sedang mengobrol bersama, terlihat dari luar Paramita dan Sheila yang juga tiba di Vila Melvin. Membuat Melvin semakin merasa pusing.


“Vin, bantu adikmu Vin, sekarang dia sangat malu, semua orang mulai membullynya. Kamu sebagai kakak harus melindungi adikmu Vin, kasihan dia, kalau sampai dia menderita -“ kalimat Paramita terhenti ketika Melvin menatapnya tajam.


“Menderita?” Tanya Melvin dengan sinis.


Suaranya terdengar renyah, seperti menanyakan kembali apa yang sedang di pikirkan ibunya.


“Lalu kalian pikir aku tidak menderita?” Tanyanya balik. Membuat Paramita terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun.


“Kenapa kalian, hanya berusaha memintaku melakukkan sesuatu, kalian yang sudah dewasa, tidak bisakah kalian mengurus diri kalian sendiri?”


“Kalian bekerja sama dengan Fred, maka mintalah Fred untuk menolong kalian.” Melvin menyelesaikan kalimatnya, lalu dia melangkahkan kakinya keluar.


****


“Aaarrggghhh, sialll! Ini semua itu gara - gara jal lang itu!!Kenapa sih dia tidak mau saja!” Umpat Sheila, mulai berani bersuara karena sudah tidak ada kakaknya di sekitaran.


“Tenanglah sayang, kita pasti bisa menemukan cara untuk menghancurkan keluarga itu dan terutama membunuh wanita murah han itu.” Sahut Paramita, yang malah mendukung anaknya kembali melakukkan kejahatan.


Citra hanya diam untuk mendengarkan, dia juga sedang mencari cara agar bisa membalaskan rasa malu dan sakit hatinya pada Astrid.


“Fred.” Panggilnya pelan.


“Ya Nona.” Sahut Fred.


“Apakah kamu bisa, melakukkan hal yang sama, seperti apa yang kamu lakukkan kepada Keith?” Tanyanya, membuat Sheila dan Fred langsung membulatkan mata mereka tajam.


Fred menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak, aku tidak bisa, itu terlalu berbahaya.” Fred menolak permintaan Citra yang satu ini.

__ADS_1


Dia mungkin bisa menuruti Citra jika menyangkut hal lain. Tapi jika dengan Keith atau keluarga tertinggi keluarga itu. Maka dia memilih untuk menolaknya.


“Kenapa Fred? Hanya tingga melakukkan hal yang sama saja, atau bahkan kamu bisa merusak rem mobilnya, agar dia kecelakaan dan mati. Jadi penghalang atau bahkan pelindung Astrid mulai berkurang, dan kita bisa semakin mudah membalas apa yang sudah wamita itu lakukkan kepada kita.” Ucapnya lagi, masih mencoba untuk membujuk Fred, agar Fred mau menurutinya.


Tetapi Fred hanya diam saja, dan semakin enggan untuk menurutinya.


“Atau enggak, kita culik saja jal lang itu! Jadi tidak ada yang bisa membantunya, dan akan semakin mudah untuk kita membunuhnya.” Sheila ikut memberikan saran. Yang lebih masuk akal di bandingkan usul yang tadi di berikan oleh Citra.


“Tetapi, bagaimana cara menculiknya? Keamanan di rumah sakit, sepertinya sangat ketat, jadi tidak mungkin kita bisa menculiknya.” Sahut Citra, mempertanyakan kembali ide yang di berikan oleh Sheila barusan.


Sheila tersenyum, lalu dia mulai membicarakan ide dan cara bagaimana dirinya mengatur strategy dalam menculik Astrid.


“Apakah kalian yakin?” Tanya Paramita, yang semakin khawatir dengan apa yang sudah mereka rencakan.


“Kalaupun cara ini gagal, reskio untuk ketahuannya, sangat tipis.” Jawab Sheila lagi.


Citra dan Fred kini terlibat saling pandang, mereka tersenyum karena ide yang di berikan oleh Sheila ini cukup menarik.


“Baiklah, kalau begitu saya akan mencari seseorang yang bisa membantu kita dalam rencana ini. Mungkin sekitar 5 hari, rencana bisa kita jalankan.” Sahut Fred, terlihat cukup yakin jika dia tidak akan gagal dalam membuat rencana.


“Baiklah, lebih cepat lebih baik, dan bahkan jika dia sudah pulang dari rumah sakit, pantau terus kemana mereka membawa si Jal lang itu pulang.” Balas Citra, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Fred.


Sheila dan Paramita langsung tersenyum puas. “Aku tidak sabar, menunggu hari kehancuran wanita murah han itu.” Ujar Paramita dengan rasa bahaginnya.


“Aku juga Mah, aku adalah orang yang paling bahagia jika wanita itu mati atau bahkan pelan - pelan mati.” Tungkas Sheila. Yang membuat mereka semakin yakin untuk mempermatang Rencana mereka.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2