Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Aku Ingin Dia Mati!


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


“Bagaimana kalau kita menggunakan rekaman ini dan menghilangkan suara dari kamera pengawasan. Edit dan unggah di Internet. Sehingga dia akan dicemooh oleh jutaan orang, dan mendapatkan ketenaran yang ekstrem. Melvin, bagaimana menurutmu?” Tanyanya lagi, memberikan sebuah rencana untuk kakaknya. Pokoknya sebisa mungkin dia ingin jika Melvin bisa memberikan pelajaran untuk Astrid dan membalaskan dendamnya.


Awalnya Melvin hanya terdiam, lalu kembali menampilkan senyum sinisnya, tetap dia menatapnya dengan kecewa pada adik perempuannya itu di tambah lagi dengan kemarahannya yang hebat, habislah Sheila kali ini.


“Wah, wah, Kamu memang luar biasa Sheila,” pujinya pada adik perempuannya, membuat Sheila ikut tersenyum, dan berpikir jika kakaknya mau mengikuti rencananya.


“Bagaimana kak? Apakah kakak setuju dengan penawaranku?” Tanyanya lagi, meyakinkan jawaban kakaknya yang pasti akan setuju kepadanya.


Melvin kembali memasang wajah datarnya, lalu Dia mencengkram tangan Sheila yang sedang menarik lengan bajunya. “Mulai hari ini, dan sampai batas yang tidak di tentukan. kamu akan dihukum! Kamu tidak diizinkan pergi ke mana pun tanpa izin ku, jadi gunakanlah waktu ini untuk merenungkan kesalahan kamu!” Tegasnya menatap adiknya penuh dengan kemarahan. Dia tidak bisa lagi mentoleransi tingkah laku adiknya kali ini. Belum lagi ada sedikit perasaan di dalam dirinya yang menghantuinya.


Setelah mengatakan itu, dia menarik Citra untuk pergi meninggalkan Sheila begitu saja.


Dan tentu saja, ketika melihat Citra dan Kakaknya pergi dan mau meninggalkannya, Sheila bergegas mencoba untuk mengejarnya, tetapi Fred menahannya untuk tidak mengejar Melvin dan Citra.


“Fred! Menjauh dariku! Aku mau mengejar kakakku!” Perintahnya pada Fred yang terlihat menahannya.


“Saya akan mengantar Anda Pulang Nona.” sahutnya, tidak mengindahkan permintaan Sheila yang tetap kekeh untuk mengejar kakaknya.


Tetapi tetap saja dia tidak bisa, karena Fred semakin mencengkram tangannya, dan kini dia hanya bisa menangis dan memohon belas kasihan.


Dan Akhirnya, dia secara paksa diseret kembali ke Mansion keluarga Freeman.


****


Sesampainya di Mansion, Sheila masuk ke rumah dengan menampilkan wajah cemeberutnya. Dia sangat marah dengan keadaan ini, dia marah dengan Astrid yang sudah mempermalukannya, dia marah dengan kakaknya yang tidak berpihak kepadanya.

__ADS_1


Dan sangking marahnya itu, sampai - sampai dia mulai Menghancurkan barang - barang untuk dilampiaskan, dia menghancurkan semua barang, hingga membuat keributan di ruangan itu.


Dan karena keributan itu, akhirnya sampai membuat Paramita terbangun oleh suara keras bantingan dan hancurnya barang - barang itu.


“Apakah itu maling?” Gumamnya, lalu bergegas untuk memeriksanya.


Sesampainya di lantai bawah, Paramita melihat anak perempuannya yang sedang marah dan menghancurkan barang - barang. “Gadis yang baik, apa yang terjadi? Apakah kamu tidak jadi pergi ke pesta? Kenapa kamu menjadi seperti ini?” Tanyanya, sembari terus melangkahkan kakinya mendekati Sheila yang terlihat sangat berantakan.


“Mommmy, Hiskkkk, Huwaaa.” Sheila menangis dan melompat ke pelukan ibunya Paramita, lalu mulai memberitahunya apa yang terjadi di pesta makan malam tadi.


“Mommy, kamu harus melakukan sesuatu untukku! Kakak tidak hanya membela Jal lang itu! Tetapi dia juga memberikanku hukaman yang tidak seharusnya aku menerimanya.” Adunya pada Paramita, di tambah lagi bubuk - bubuk Provokasi, jadilah Paramita ikut terhasut kalimat putrinya yang malang itu.


“Pokoknya Mommy harus membantuku, untuk menghukum pela cur itu!” Pintanya, dengan nadanya yang sedikit memaksa.


Paramita membelai punggung putrinya yang sedang di dalam pelukannya itu dengan lembut, dan sangat halus.


“Stttt, tenanglah sayang, katakan pada ibu sekarang! Apa yang bisa ibu lakukkan untuk membantumu?” Tanya, membuat Sheila sejenak terdiam, lalu sorot matanya menggeliat dengan ketajaman, berpikir jika di kepalanya sudah ada ide yang mau dia kerjakan.


***


Di sisi lain, karena Astrid belum menemukan tempat tinggal, jadi dia memilih untuk tinggal di vila Keith kakaknya untuk sementara ini.


Connie, pembantu yang ada di Vila itu, sangat senang dan merasa sangat lega ketika melihatnya, bahkan Connie memanggilnya gadis dewasa dan juga membantunya untuk memindahkan barang bawaannya dan tak lupa dia juga membersihkannya Kamar tidur yang akan di tempati oleh Astrid.


Connie sendiri adalah pembantu di Vila Keith sedari 8 tahun yang lalu, jadi dia juga sangat kenal dan dekat dengan Astrid.


Tadinya Astrid juga ingin membantu Connie, tetapi ketika dia baru beranjak ingin membantu, tiba - tiba saja Keith Menariknya ke sofa untuk duduk.


“Astrid, mulai besok kamu sudah mempunyai jadwal untuk absen ke kantor, Apa rencanamu?” Tanya Keith, menanyakan tentang kesiapan adiknya yang akan memimpin perusahaan.

__ADS_1


Astrid terdiam sejenak. “Sepertinya tidak akan ada rencana, semua akan sesuai dengan apa yang kita sepakati sebelumnya, kamu masih bisa menjadi presiden terlebih dahulu. Kakak masih harus menangani urusan besar dan kecil perusahaan di perusahaan, sementara Aku akan belajar.” Jawabnya dengan begitu santai.


“Baiklah, karena kamu tidak ingin orang tahu tentang hubungan kamu dengan kakak, itu berarti kakak tidak akan mengantar kamu besok ke kantor setelah besok.” Tandasnya, menganggap semua negosiasi dengan Astrid sudah selesai.


“Dan aku juga sudah mencocokkan kepribadianmu dengan Maserati MC77 edisi terbatas. Itu akan menjadi gaya yang kamu suka.” Tambahnya lagi, memberikannya sebuah kunci mobil yang tadi baru saja di berikan oleh Jalen kepadanya.


“MC77 terlalu mahal kak,” protesnya tidak mau menggunakan mobil edisi terbatas yang hanya di miliki oleh 4 orang di Dunia.


Astrid terus menggelengkan kepalanya dengan tegas. “Ini hanya akan menjadi perjalanan sehari - hari. Yang murah sudah cukup. Jika kakak memang mau memberikan aku mobil, maka beri saya Volkswagen Santana.” Pintanya lagi, membuat Keith langsung mengerutkan keningnya menatap sinis ke arah adik perempunnya.


“Terlalu banyak keluhan dan permintaan juga kamu ya!” Keluhanya, memasang wajah cemberutnya.


Dan itu tentu saja membuat Astrid langsunh tersenyum dengan alis melengkung dan meraih lengannya, “Tidak sama sekali, Kakak, aku bahkan tidak akan mengungkapkan identitas asli saya untuk saat ini.” Balasnya, bermanja - manja dengan menyandarkan kepalanya di bahu Keith saat ini.


Sejak dia kehilangan ingatannya dan tersesat ke Frayton, orang yang menyakitinya tidak lagi bergerak. Agaknya, orang itu masih tidak tahu bahwa dia telah berada di Freeman Mansion selama ini.


Sebelum dia bisa mencari tahu siapa orang yang ingin mencelakakannya itu, dia akan terus menyembunyikan identitasnya. Karena Orang itu benar - benar terlalu berbahaya jika dia sampai mengungkapkan identitasnya.


Keith adalah orang yang cerdas dan bisa dengan mudah untuk menebak kekhawatirannya. “Kakak juga memiliki fasilitas keamanan yang sangat baik di sini, kamu akan aman untuk tinggal di sini selama beberapa waktu ini. Kakak jamin jika Sama sekali tidak ada yang akan datang untuk mengganggumu.” Ujarnya, memberitahu adiknya, agar gadis kecilnya itu tidak usah terlalu khawatir dengan keadaan.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2