Married With Bastard Billionaire

Married With Bastard Billionaire
Hanya Patah Kaki


__ADS_3

KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Jika di satu sisi Citra, Sheila dan yang lainnya terlihat sedang mengatur rencana untuk memcukik Astrid.


Berbeda di sisi lain, Astrid yang terlihat baru saja sadar, dan berhasil melewati masa kritisnya.


Dan kini dia juga sudah di pindahkan ke ruang rawat Suite room. Karena rumah sakit ini termasuk aset keluarganya.


“Kakak.” Lirih Astrid pelan, ketika dia baru saja membuka matanya. Dan melihat Keith ada di sebelahnya.


“Astrid, apakah kamu sudah sadar? Apakah kamu merasakan sakit? Atau apa? Kamu bisa kasih tau kakak,” ujar


Astrid tesenyum, ketika melihat kakaknya yang begitu khawatir kepadanya. “Astrid tidak apa - apa kok kak, Astrid juga sudah gak merasa sakit, paling nyeri - nyeri sedikit. Adik kakak yang satu inikan kuat kak.” Balasnya, tidak mau jika kakaknya khawatir padanya.


Keith masih belum bisa menampilkan senyumnya. Dia masih begitu khawatir dengan keadaan adiknya. “Oh ya, tadi Ayah habis dari sini, kemarin juga beliau ke sini.”


“Ayah sangat mengkhawatirkan keadaanmu Astrid.” Keith memberitahukan pada adiknya, jika Ayah mereka datang untuk melihat keadaannya.


Tetapi Astrid hanya diam saja, sambil terus berpikir. Jika ayahnya datang, kemungkinan besar ibu tirinya itu sudah tahu jika dia masih hidup.


“Astrid.” Panggil Keith lagi, ketika melihat Astrid yang hanya diam saja tanpa merespon apapun.


Astrid, berusaha untuk bangkit. Tapi entah kenapa dia merasa jika kakinya terasa nyeri ketika di gerakan. “Kaki aku kenapa sakit ya kak?” Tanyanya, ketika merasa tidak nyaman dengan salah satu kakinya.


Keith menghela nafasnya panjang, sebelum menjawab pertanyaan itu. “Kaki kiri kamu patah, dan kemarin baru selesai operasi pemasangan Pen. Kata dokter, ada jangka sekitar 6 sampai 10 bulan, baru kamu bisa berjalan lagi.” Jawabnya, memberitahukan Astrid tentang keadaan yang dia ketahui.


“Selain kaki? Apa ada lagi kak?” Tanyanya, tetapi wajahnya tidak terlihat sama sekali sedih.


“Astrid? Apakah kamu tidak masalah kakimu patah?” Tanya Keith.

__ADS_1


“Cuman patahkan kak, kecuali kalau lumpuh baru aku bingung.” Jawabnya santai.


“Kaki kamu ini patah Astrid, bukan luka biasa, kamu selama beberapa bukan ke depan tidak bisa jalan dan tidak bisa melakukkan banyak aktifitas.” Keith mengingatkan adiknya, jika kaki patah itu bukanlah hal remeh.


Tetapi lagi - lagi Astrid hanya tersenyum saja. Tidak ada kesedihan yang terlihat di wajahnya. “Kakak tidak lupakan, kalau adik kakak ini kuat?”


“Sudahlah kak, jangan khawatir, hanya 10 bulan menderita, itu adalah hal kecil. Yang menderita 3 tahun saja aku bisa tahan, apa lagi cuman 10 bulan.” Ujarnya, membuat Keith hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


“Itu benar, Keith, Adik kita adalah wanita yang paling kuat. Apakah kamu lupa hal itu?!” Tiba - tiba suara Collin terdengar, mengejutkan mereka berdua.


Astrid sontak tersenyum, ketika melihat kakak pertamanya itu datang. “Kakak datang?” Tanyanya, yang di balas senyum oleh Collin, sambil mendekatinya dan tak lupa mendaratkan sebuah kecupan di keningnya.


“Astrid, kenapa kamu tidak waspada sih? Kamu jadinya membuat Ayah marahkan.” Collin memberikan teguran pada adik perempuannya.


“Maaf kak, mau bagaimana lagi kak, namanya juga kecelakaan, tidak ada yang bisa menghindarinya bukan?” Ucap Astrid, sedikit menyesali apa yang sudah terjadi saat ini.


Colling menghela nafasnya, lalu mendekat ke arah Keith. “Kamu tidak harus minta maaf sama kakak, tapi minta maaflah sama Keith, karenamu dia sampai di marahin Ayah, dan bahkan kehilangan kepercayaan untuk menjagamu.” Tungkas Collin, yang membuat pandangan Astrid terangkat menatap ke arah kakak ke duanya itu.


“Ya, gak gimana - gimana, kakak bantu Keith buat meyakinkan Ayah kalau dia bisa menjaga kamu dengan baik. Dan meminta kesempatan sekali lagi.” Jawab Collin. Lalu kembali melangkahkan kakinya untuk duduk di sofa.


Mendengar hal itu, Astrid menatap Keith dengan penuh penyesalan. “Maafkan Astrid ya kak, harusnya Astrid dengarin kakak untuk pulang bareng, tapi karena keegoisan Yang sudah meraja lela, akhirnya semua ini terjadi. Maafkan ya kak.” Ucapnya dengan tulus untuk Keith.


“Iya, tidak apa - apa, salah kakak juga yang terlalu memberikan kepercayaan sama kamu. Pokoknya setelah ini, kalau kamu mau kemana - mana akan kakak temani.” Balas Keith dengan tegas. Dan tidak memberikan pilihan lain untuk Astrid.


Collin tersenyum, ketika melihat adik - adiknya kini baik - baik saja. Baik Astrid maupun Keith, semuanya masih berada dalam kendali.


“So, karena kamu sudah sadar, dan kamu merasa baik - baik saja, seperti apa yanh kamu katakan tadi.”


“Jelaskan sama kakak! Bagaimana kecelakaan itu terjadi?!” Collin kini berbicar dengan mode serius.


Astrid mulai menceritakan dari awal kejadian di parkiran, dan Navigasi Google Mapsnya bermasalah hingga terjadi kejar - kejaran dengan mobil Melivin dan tiba - tiba ada mobil yang menghalanginya.

__ADS_1


Collin dan Keith mulai mendengarkan cerita yang di jelaskan oleh Astrid. “Keith, apakah kamu sudah menghubungi Douglas? Dan tanya keterangan dari mereka?” Tanya Collin lagi, tetapi pertanyaanya kini tertuju untuk Keith.


“Mereka masih tidak mau menjawab Kak, bahkan sebagian dari mereka melakukkan bunuh diri masal.” Jawab Keith, memberikan laporan yang di berikan Douglas padanya.


“Ternyata mereka benar - benar sudah mengatisipasi hal seperti ini ya, dan bahkan mereka sudah menyiapkan strategy ketika mereka di tangkap.” Ujar Collin, sambul terus memikirkan langkah apa yang akan dia ambil.


“Kita tidak mempunyai bukti apapun kak, selain mencarinya.” Tambah Keith lagi. Dan itu juga membuat Colli terus berpikir tentang menangkap tikus dalam got.


“Baiklah, untuk hal itu, kakak akan mulai mengawasi gerakan mereka. Tugasmu seperti yang Ayah katakan, kamu harus menjaga Astrid.”


“Entah kenapa, kakak merasa jika mereka akan meluncurkan serangan balik, atas berita skandal yang Jalen sebarkan, dan perusahaan Freeman yang sudah dalam kendali kita.”


“Mereka tidak akan tinggal diam.” Collin memang sangat menggambarkan sosok kakak pertama.


Mendengar apa yang di katakan oleh kakaknya itu, baik Keith maupun Astrid, sama - sama diam dan menganggukan kepalanya mengerti.


“Kakak memang yang terbaik.” Ujar Astrid memuji kakak pertamanya yang sejak dulu paling dia kagumi itu.


Dia benar - benar tenang, dan selalu bergerak dengan rencana. Tidak seperti Keith ataupun Astrid yang selalu saja sembrono dalam menghadapi masalah.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2