
Anggun hanya diam mematung melihat kehadiran Aland yang saat ini berdiri di hadapannya. Anggun menatap Aland dari ujung kepala hingga ujung kaki lalu tatapan itu berhenti pada tangan Aland yang mengulurkan sapu tangan kepadanya. Ya, Anggun tersenyum menyeringai mengingat pria aneh dan menyebalkan itu.
"Apa kau mengikutiku?" tanya Anggun.
"Kenapa aku harua mengikutimuti?" tanya balik Aland.
"Apa karena hoodie itu? Kau masih tidak terima karena aku yang mendapatkannya? Aaaa.... atau kau datang karena tidak terima aku menghina wanita itu? Aku melihatmu duduk di sana bersama wanita mengerikan itu, sepertinya kau kenal baik dengannya" ucap Anggun dengan sorot mata tidak senang.
Anggun merasa hari ini begitu sangat menguras kesabarannya, bertemu dengan orang-orang yang menguji kesabaran serta kejadian memalukan dan mendapat tamparan. Semua itu sepertinya masih belum cukup karena kini ia harus kembali berhadapan dengan Aland.
Aland menghela nafas akan sikap Anggun yang terus mencurigai dan mengabaikan niat baiknya menawarkan sapu tangan. Aland mulai mengambil langkah mendekati Anggun. Anggun menatap tajam setiap langkah dan tangan Aland yang menjulur ke wajahnya.
"Sepertinya kau salah paham akan sesuatu" ucap Aland sembari menyeka wajah Anggun yang basah menggunakan sapu tangan miliknya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Anggun menghempas tangan Aland.
Perlakuan Anggun membuat Aland mengurai senyum disudut bibirnya. "Sepertinya kau wanita yang tangguh, setelah menguras literan air mata di dala, hanya dengan sekejap kau sudah mendapatkan tenagamu lagi. Jika begitu, aku tidak perlu mengkhawatirkanmu lagi" ucap Aland.
"Maaf, aku tidak mengerti kenapa kau mengkhawatirkanku dan aku juga tidak ingin tahu. Jadi kau tidak perlu melakukannya" sahut Anggun.
Sikap Aland kepada Anggun baru saja karena ia telah melihat semua perlakuan Agatha kepada Anggun, termasuk tamparan yang Anggun terima saat berada di Final stage tadi. Saat itu Aland hanya diam bukan karena ia tidak punya hati nurani, tapi karena Anggun bukanlah siapa-siapa baginya dan ia juga tidak memilki hak untuk ikut campur urusan Agatha.
Namun, Anggun telah mencuri perhatian Aland sehingga membuatnya khawatir dengan kondisi Anggun. Aland pun terus mengikuti Anggun hingga akhirnya menunggunya didepan kamar mandi.
"Kita sudah tidak ada urusan lagi jadi aku pamit, permisi." ucap Anggun membungkukkan badannya untuk pamit pergi.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Aland menahan langkah kaki Anggun dengan menggenggam lengannya membuat Anggun terpaksa menghentikan langkahnya.
"Tentu saja" jawab Anggun singkat kembali memandang Aland.
Aland menaikan alisnya mendengar hal itu. "Tentu? Kapan?" tanya Aland.
__ADS_1
"Saat kau tidak mau melepaskan tanganmu dari Hoodie ku" sahut Anggun ketus.
"Bukan itu yang ku maksud, tapi sebelum hari ini. Mungkin itu minggu lalu, satu bulan lalu atau mungkin beberapa tahun lalu" ucap Aland menyipitkan matanya mengamati reaksi Anggun.
"Menurutmu? Jika pun kita pernah bertemu aku pasti akan memastikan diriku untuk tidak melihatmu lagi" ucap Anggun lalu berbalik badan untuk meninggalkan pria itu
"Pria aneh" gerutu Anggun membalik tubuhnya namun kembali ditahan dan di tarik oleh Aland.
Anggun hampir saja menabrak pria yang berjalan dibelakangnya. Dengan cepat Aland menarik tubuh Anggun untuk menghindari tabrakan dengan pria yang sedang membawa minuman jus ditangannya. Adegan itu membuat Anggun harus berkahir di pelukan Aland seperti dalam drama.
Jantung Anggun berdegup kencang menatap wajah pria yang kini memenuhi seluruh pandangannya itu
"Apa ini caramu berterima kasih atas bantuanku baru saja? Kau ingin membunuhku?" tanya Aland menatap tangan Anggun yang tanpa dosa menarik dasinya hingga merasa tercekik.
"Apa kau sebegitu dendamnya kepadaku?" lanjut tanya Aland.
Anggun mengerjapkan matanya kaget menyadari hal itu. "A... a.. aku tidak bermaksud, lagi pula tidak semua orang akan berpikir panjang jika terdesak" sahut Anggun lalu melepaskan tangannya.
Anggun tidak sengaja melakukannya, ia hanya mencoba meraih apapun yang bisa ia raih karena ia pikir akan jatuh ke lantai. Jika itu terjadi, maka komplit lah segala penderitaannya yang harus merasakan sakit dan malu untuk kesekian kali setelah kejadian di atas runway tadi.
Ancaman Aland tanpa jedah dengan langsung menghitung mulai dari angka satu membuat Anggun semakin panik dan menjadi blank.
"Tiga... !" ucap Aland melepaskan tangan menjatuhkan tubuh wanita itu.
Anggun sontak terkejut dan tidak habis pikir jika pria itu benar-benar menjatuhkan tubuhnya dari pelukannya. Namun Anggun dengan sigap kembali meraih dasi Aland sekuat tenaga untuk menyelamatkan diri agar tidak terjatuh ke lantai. Aland pun spontan tidak dapat menjaga keseimbangan sehingga tubuhnya ikut tertarik tubuh Anggun.
Bukkkkkk....!
dan
Cuppppp... !
__ADS_1
Keduanya terjatuh di lantai dengan posisi Anggun yang berada di bawah dan tubuh Aland berada di atas tubuh Anggun. Aland menggunakan kedua siku tangannya untuk menopang tubuhnya agar tidak menindih tubuh Anggun. Namun, ia tidak bisa menghindari wajah Anggun. Sentuhan bibir keduanya tidak terhindarkan, bibir Aland berlandas tepat di atas bibi ranum Anggun.
Kisss...!!!
"Tuan Aland, anda baik-baik saja?" teriak Grey sembari berlari menghampiri Tuannya.
Grey sedari tadi sedang mencari Aland yang tiba-tiba menghilang selepas acara Fashion Show Agatha selesai. Namun, ia kini harus dikejutkan dengan apa yang terjadi dengan Tuannya, bahkan kejadian itu disaksikan begitu banyak pasang mata pengunjung Mall.
Aland dan Anggun pun langsung bangkit, keduanya tampak canggung merapikan pakaian mereka. Anggun melihat sekeliling, ia menutupi wajahnya karena malu. Berbeda dengan Aland yang terlihat tenang dan tidak terpengaruh dengan orang-orang yang masih menatapnya.
"Wanita pencuri" gumam Aland.
"Apa katamu, pencuri?" teriak Anggun mendengar gumaman Aland. "Hah! Apa jangan-jangan itu ciuman pertamamu? Kau yang sengaja melakukanya kan? Kau sengaja mencari kesempatan untuk bisa menciumku kan? Dasar pria mesum" lanjutnya.
"Apa? Mesum?" tanya Aland kesal.
Seperti sebuah kutukan, lagi-lagi keduanya harus berakhir dengan perdebatkan karena hal kecil. Sifat kekanakan keduanya muncul begitu saja seolah mereka telah lupa dengan usia masing-masing sudah kepala dua, apalagi Aland yang akan menginjak 30th.
"Maaf nona sepertinya ini hanya kesalahpahaman, saya yakin Tuan saya tidak memiliki niat seperti itu." Grey berusaha untuk mengklarifikasi setiap tuduhan Anggun kepada tuannya.
"Dasar pria aneh, aku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi" gumam Anggun lalu pergi begitu saja sambil mengusap kasar bibirnya seperti habis dinodai.
"Apakah wanita itu mencuri sesuatu dari anda, Tuan? Apa saya perlu melaporkannya ke polisi?"' tanya Grey karena mendengar Aland yang mengatakan wanita itu pencuri.
Aland menyebut Anggun sebagai wanita pencuri bukan mencuri barangnya, tapi bagi Aland Anggun adalah seorang wanita yang sudah mencuri kesempatannya mendapatkan hoodie, mencuri perhatiannya dan mencuri ciumannya. Namun satu hal yang Aland tidak sadari jika Anggun adalah satu-satunya wanita yang juga sudah pernah mencuri tubuhnya.
"Grey, pastikan kau mendapatkan semua informasi tentang wanita itu" perintah Aland menatap kepergiannya Anggun.
.
.
__ADS_1
.
*** To Be Continued***