Mata Elang

Mata Elang
BAB 4 – Ayo Kembali Pulang


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan pribadi yang berada dalam markas Agen Rahasia Elang. Markas Agen Rahasia Elang berada di lantai 9 sebuah Perusahaan Game X. Perusahaan Game X tidak sepenuhnya murni beroperasi sebagai Perusahaan Game. Perusahaan itu memiliki staf khusus yang ditempatkan di Lantai 9. Meraka bukanlah staf biasa seperti yang lainnya, mereka merupakan agen-agen yang direkrut sosok Elang untuk menjalankan berbagai misi.


Marvel duduk di sofa dengan mengunyah coklat ditangannya. Ia tampak fokus menatap layar TV didepannya. Damian menatap tangan Marvel yang meraba merayap untuk meraih remote TV yang masih jauh dari jangkauannya. Mengetahui hal itu Damian segera mendekat dan mengambil remote TV itu untuk Marvel.


Damian adalah pria mengabdikan hidupnya dengan menjadi sekretaris pribadi Marvel. Damian seorang mantan prajurit pasukan khusus yang dikhianati negaranya saat menjadi bagian dalam operasi rahasia. Ia menjadi buronan badan inteljen, namun berkat pertemuan tidak sengaja dengan sosok Elang yang membantunya kabur dengan mendapatkan identitas baru sebagai warga sipil biasa.


“Apa anda ingin saya mengganti chanelnya?” tanya Damian yang akhir-akhir ini jarang melihat Marvel menonton berita, apalagi berita manca negara. Ia hendak mengganti channel namun dihentikan oleh Marvel.


“Hentikan, Tuan Damian!” perintah Marvel yang menyadari Demian sudah akan mengganti Chanel. “Naikkan volumenya” lanjut perintah Elang tanpa menatap Damian, ia masih fokus dengan berita yang ia tonton.


.


.


Damian menuruti permintaan Marvel, ia menambah volume TV nya dan Marvel semakin sangat serius mendengarkan berita itu.


“Apa anda sangat tertarik dengan kasus ini?” tanya Damian.


Sebuah berita yang menyiarkan kasus kematian seorang pelajar wanita yang diduga telah dibunuh saat mengenyam Pendidikan di Negara B. Berita itu menyorot seorang ibu yang tidak lain adalah orang tua korban. Wanita paruh baya itu mencoba meminta keadilan untuk anaknya. Ia menuntut dengan berdiri didepan kedutaan besar dengan papan kertas yang meminta mereka untuk membuka dan mengusut kembali kasus kematian putrinya. Tindakan itu telah membuat warganet menaruh empati, sehingga banyak yang memberinya dana untuk menyewa seorang detektif.


“Berita ini sempat menjadi viral bahkan menjadi perhatian media internasional. Pelajar itu juga berasal dari negara kita dan tewas saat kuliah disini” ujar Damian menjelaskan tentang kasus itu.


Ketika Damian akan lanjut memberikan informasi soal kasus itu kepada Marvel, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Panggilan masuk dari Anggun membuat Damian harus segera menjawab panggilan itu.


“Damian, apa Marvel bersamamu?” tanya Anggun dalam panggilan telepon yang sudah dijawab oleh Damian.


“Benar Ny. Anggun. Putra anda saat ini bersama saya di markas” jawab Damian.


“Katakan padanya jika aku yang akan menjemputnya ke sana” perintah Anggun.


“Baik, saya akan memintanya untuk bersiap sekarang” jawab Damian.


Usai mengakhiri panggilannya dengan Anggun, Damian segera menghampiri Marvel untuk menyampaikan pesan dari ibunya.


“Tuan Damian, mari kita kembali” ucap Marvel berdiri dari duduknya.


“Oh, anda bisa menunggu disini, karena Ny. Anggun bilang akan menjemput anda kemari” sahut Damian.


“Bukan pulang ke rumah, tapi pulang ke Negara asal kita” ucapnya dengan tetap menatap layar TV.


Mendengar ucapan Marvel membuat Damian bingung, ia lalu menatap berita yang hingga kini masih menjadi perhatian Marvel.


“Apa anda ingin mengambil kasus itu?” tanya Damian.


“Segara atur dan selesaikan semuanya, termasuk markas baru di sana” ucap Marvel mematikan TV lalu turun dari kursi berjalan ke mejanya.

__ADS_1


“Tapi mereka belum membutuhkan bantuan kita” sahut Damian.


“Jika begitu, maka Tuan Damian sudah tahu apa yang harus kita lakukan? Buat mereka membutuhkan bantuan kita."


Perintah Marvel sembari merapikan semua barangnya dan memasukkan kedalam backpack mungil miliknya. Marvel meraih dan memakai kacamata kudanya, lalu ia menggendong tas itu di punggungnya.


“Tapi ini hanya kasus kecil dan tidak akan memberi keuntungan apapun, selain itu hanya dengan mengambil kasus ini, kenapa anda sampai harus mempersiapkan tempat tinggal dan markas baru? Apa anda akan memutuskan untuk menetap lama di sana?” tanya Damian.


“Aku akan mengirimkan file video, setelah sampai di rumah. Dari video itu Tuan Damian akan tahu kenapa aku mengambil kasus ini” ucap Marvel mengabaikan pertanyaan Damian. Ia sibuk memainkan game di ponselnya sembari berjalan untuk meninggalkan ruangan pribadinya.


“Tapi Marvel, saya juga tidak yakin jika ibu anda akan menyetujuinya” ucap Damian berdiri didepan pintu.


“Ibu…, itu adalah tugasku untuk membujuknya” jawab Marvel.


Damian hanya menghela nafas, ia lalu berpindah menggeser tubuhnya dan membukakan pintu untuk Marvel. Meninggalkan markas dan meninggalkan segala urusan pekerjaannya sebagai Elang di markas, itu artinya bocah kecil itu juga harus melepas topeng Elangnya. Kini ia adalah Marvel, seorang anak SD yang sangat suka bermain game.


“Tuan Damian, anda sudah akan kembali pulang?” tanya seorang anggota yang masih sibuk menyelesaikan tugasnya di markas.


“Apa kau lembur seorang diri?” tanya Damian.


“Benar Tuan, saya menerima pesan yang dikirim Elang lewat surel,  Elang meminta saya menyelesaikannya malam ini” jawabnya dengan tersenyum.


Mendengar hal itu, Damian langsung menoleh menatap tubuh bocah kecil yang berdiri disampingnya. Pria itu tidak tahu, jika sosok Elang yang memintanya untuk lembur adalah bocah kecil yang ada didepannya saat ini. Seolah tidak mendengar percakapan Damian dengan anggota itu, Marvel pura-pura masih asyik bermain game.


“Paman, ayo kembali. Marvel tidak mau membuat ibu menunggu lama dilantai bawah” rengek Marvel dengan menarik jas Damian dengan wajah menggemaskannya.


“Baik Tuan Damian, terima kasih” sahut pria itu membungkukkan badannya dengan senyum lega, ia tampak sangat berterima kasih atas tawaran bantuan dari Damian.


Marvel dan Damian segera pergi ke lantai bawah untuk menunggu Anggun yang akan datang menjemput Marvel. Sesampainya di dalam lift, Marvel mematikan ponselnya dan memasukkannya kedalam saku celana. Ya, ia mengakhiri sifat kekanakannya tatkala tidak ada orang lain.


“Apa anda sengaja membuatnya lembur?” tanya Damian.


“Aku hanya mengujinya, jika ia lolos maka aku juga akan membawanya ikut bersama kita” jawab Marvel dengan sikap bak orang dewasa.


Sesampai di lobby, Marvel langsung berlari menghampiri ibunya yang juga baru saja tiba. “Mom….” Teriak Marvel sembari memeluk ibunya.


Anggun pun menyambut pelukan jagoan kecilnya itu. Ya, ini adalah kesempatan untuknya bisa bermanja dengan putranya yang saat ini bersikap layaknya malaikat kecil. Mungkin Marvel terlihat sengaja karena mereka masih berada didalam perusahaan, tapi sikap manja Marvel dengan ibunya selalu tulus tanpa adanya akting. Ia pun akan selalu bersikap manja dan meminta cinta kasih sang bunda meskipun sudah di rumah.


Sampai di rumah, Anggun sudah menyiapkan makanan kesukaan Marvel putranya. Marvel terlihat sangat lahap dan tidak menyisakan sedikitpun makanan di piringnya. Bahkan ia juga pergi untuk mencuci piring itu sendiri.


“Letakkan saja piring itu sayang, biar mama yang mencucinya” ucap Anggun.


“Mom, Marvel bisa melakukannya meskipun membutuhkan kursi ini” ucapnya dengan wajah malu karena harus menggunakan kursi sebagai pijakan.


Selesai melakukan aktifitas makan malam mereka, Marvel masuk ke dalam kamarnya. Sampai dikamar Marvel kembali disibukkan dengan tugas sekolahnya. Ya, bagaimanapun juga Marvel selalu rajin belajar.

__ADS_1


“Kau belum tidur sayang?” tanya Anggun membawakan segelas susu hangat untuk putra kecilnya.


“Mom, apa mama sangat menyayangi Marvel?” tanya Marvel menatap ibunya yang sedang meletakkan susu dimeja.


“Sayang, kenapa bertanya seperti itu? Tentu saja mama sangat sayang Marvel. Marvel adalah malaikat kecil mama yang paling berharga dalam hidup mama” ucap Anggun dengan menggenggam kedua tangan Marvel.


“Bagaimana dengan ayah? Apa mama tidak menyayangi Ayah?” tanya Marvel.


Anggun seketika tertegun mendengar pertanyaan putra kecilnya itu. Ia tidak mengerti kenapa putranya tiba-tiba menanyakan hal itu. Padahal jelas jika ia sudah mengatakan kepada putranya jika ayahnya sudah meninggal.


“Sayang, tentu saja mama juga sangat menyayangi ayah” ucap Anggun lagi-lagi berbohong.


“Marvel ingin pulang mah, Marvel ingin kita pulang kembali ke negara kita” ucap Marvel.


“Sayang untuk apa kita kembali sementara kita sudah bisa hidup bahagia disini.”


“Tapi ayah Marvel ada di sana” sahut Marvel.


“Sayang, apa Marvel katakan?”


“Jikapun ayah sudah meninggal seperti yang mama katakan, tapi bukankah makam ayah ada di sana, bukankah semua kenangan mama dan ayah juga ada di sana. Marvel ingin besar ditempat dimana ayah dan mama juga dibesarkan. Marvel ingin dekat dengan ayah."


Marvel, anak itu begitu pintar membuat alasan dengan memainkan kata-kata yang membuat Anggun tidak bisa menjawab. Kebohongan yang Anggun buat kini telah menjadi lubang baginya, ia tidak punya alasan menolak permintaan Marvel.


Anggun tidak mungkin mengatakan jika ayah Marvel mungkin saja masih hidup.Terlebih lagi, Anggun tidak mungkin mengatakan kepada putranya jika dia sendiri tidak tahu siapa ayah Marvel sebenarnya. Dibandingkan dari semua itu, lebih tidak mungkin ia mengungkap sebuah luka pada Marvel jika ia adalah anak dari hubungan terlarang dengan pria itu.


“Mama kenapa diam?” tanya Marvel.


“Sayang, beri waktu mama untuk memikirkannya. Sudah malam, besok kita bisa bicarakan lagi ya sayang” jawab Anggun.


Anggun meninggalkan kamar Marvel, bersamaan dengan Anggun menutup pintu, ponsel Marvel berbunyi. Marvel menjawab panggilan itu lalu membuka dan menyalakan komputernya. Hari belum berganti, usai menyelesaikan tugas sekolahnya, kini ia harus kembali menjadi Elang.


“Apa sudah menemukannya?” tanya Marvel kepada Damian.


“Bagaimana anda bisa mendapatkan video ini?” Tanpa menjawab pertanyaan Marvel, Damian justru berbalik bertanya kepada Marvel.


“Hanya dari sebuah misi kecil” jawab Marvel. Tuan Damian bisa menggunakan video untuk membuat mereka membutuhkan bantuan kita.


“Jangan khawatir, saya akan mengaturnya. Tapi, alasan yang anda ingin saya temukan apa…. karena salah satu dari mereka yang ada dalam video itu adalah kelompok mafia yang diikuti ayah anda? Apa itu alasan kenapa anda mengambil kasus ini, untuk bisa menemukan ayah anda kan?” tanya Damian.


"Karena aku harus menemukan kebenaran yang mambuat mama dan ayah berpisah" sahut Marvel.


.


.

__ADS_1


.


*** To Be Continued***


__ADS_2