
Anggun kini berada dalam Green Room bersama dengan para penata rias dan model lain. Perias wajah mulai merias dengan berbagai jenis bedak dan palette yang berisi macam-macam warna make up ditangannya. Meskipun Anggun sudah pernah melahirkan seorang anak, namun ia masih tetap terlihat cantik dan seksi. Para perias pun tidak ada yang menyadari berapa usia asli dari wanita yang mereka rias, hal ini karena Anggun terlihat jauh lebih muda dari usianya.
"Apa kau yakin desainer tidak akan menyadari jika busana itu bukan yang asli?" tanya Anggun kepada Dony sembari berjalan menuju Waiting Stage usia menerima riasan.
"Hustt... " sahut Dony meminta Anggun untuk memelankan suaranya. "Perancangnya saat ini sedang dirawat di rumah sakit, karena itu ia tidak hadir dan mereka sudah mempercayakannya kepadaku, jangan khawatir" jawab Dony.
Di ruang Waiting Stage, mata Anggun terbelalak menatap busana yang akan ia kenakan. "Bahkan ini terlalu indah meskipun kW" batin Anggun.
Dony membantu merapikan baju yang sudah dipakai Anggun, ia lalu memperhatikan sentuhan terakhir dan memperbaiki beberapa detail baju yang hendak diperagakan Anggun. Riasan wajah sudah cantik, rambut tertata rapi, kostum pun sudah dipakai, kini Anggun mempersiapkan diri untuk berjalan di runway.
.
.
Di panggung utama, Agatha bangkit dari duduknya menghampiri tamu istimewanya hari ini.
"Aland, akhirnya kau datang" sambut Agatha melihat kedatangan Aland. Ia memeluk Aland lalu memberi salam sentuhan pipi.
"Agatha, jaga sikapmu. Kau tidak ingin aku membuat masalah disini kan?" ancam Aland yang terlihat tetep tenang meskipun para tamu lain sedang memperhatikan keduanya.
"Kenapa kau sekejam itu disaat kita akan bertunangan" bisik Agatha masih melingkarkan kedua tangannya pada jenjang leher Aland.
Agatha adalah CEO salah satu perusahaan peraga busana yang memiliki brand fashion premium ternama. Wanita muda secantik Agatha tentunya membuatnya menjadi incaran banyak pria. Meskipun banyak pria yang menghampiri, Agatha menjatuhkan pilihannya kepada Aland yang sama sekali tidak pernah memandangnya sebagai wanita. Bagi Aland, Agatha hanyalah sebatas teman semasa kecil.
Kedekatan hubungan kedua orang tuan Aland dan Agatha membuat mereka akan segera terikat tali pertunangan dan tentunya mengharapkan keduanya akan berakhir pada pernikahan.
Setelah menunggu di Final Stage, kini saatnya Anggun memasuki panggung runway. Meskipun ia sudah 7 tahun tidak pernah melakukannya dan sempat merasa gugup, namun Anggun terlihat tampil profesional dan penuh totalitas. Ia berjalan mengayunkan kaki dan tetap menjaga keseimbangan dengan langkah kaki yang menyesuaikan irama musik.
Kemunculan Anggun dipanggung mengejutkan Aland. Aland sama sekali tidak melepaskan pandangannya dari Anggun yang sedang berlenggak-lenggok dia atas pangung. Ia tidak percaya jika wanita berwajah cantik dengan tubuh seksi yang dibalut gaun indah mempesona itu adalah wanita bar-bar yang berebut baju dengannya. Kini penampilan Anggun kembali mencuri perhatian Aland.
Harapan Anggun untuk bisa tampil sempurna di hari ia comeback seolah sirna. Anggun tiba-tiba harus mengalami peristiwa kurang menyenangkan dan membuatnya jadi sorotan. Kejadian tak terduga terjadi saat Anggun tengah berada di atas panggung. Gaun cantik nan indah beraksen material transparan yang ia kenakan sobek sehingga mengekspos kaki seksinya.
Kejadian ini tidak hanya membuat para tamu tertegun, Agatha dan Aland pun bersamaan langsung bangkit dari duduknya menatap ke arah Anggun.
Anggun mencoba menutupi kepanikannya dengan ide dadakan yang tiba-tiba muncul dikepalanya. Anggun justru menambah robekan lalu melepas pita yang melilit indah dilehernya. Anggun mengambil sebagian kecil gaun yang sobek memutar lalu mengikatnya dengan pita hingga menjadi simpul yang indah. Ia lalu bergaya dan berpose seolah menampilkan sebuah bentuk karya yang sesungguhnya dari busana yang ia pakai. Anggun kembali berputar dan berjalan meninggalkan panggung runway.
__ADS_1
Di Final Stage, Dony sudah menunggu Anggun di dengan wajah yang sudah tak karuan, ia terlihat seperti pria yang sudah kalau judi.
"Anggun, aku tahu yang kau lakukan sangat luar biasa tapi aku tidak yakin jika desainer dari baju ini dan Agatha akan menyukainya" ujarnya.
Tidak lama Agatha memasuki ruangan itu, tanpa aba-aba dan tanpa kata ia menghampiri Anggun lalu menamparnya.
"Apa kau sudah gila? Apa menurutmu ini sebuah permainan? Bagaimana kau bisa mengubah sebuah karya tanpa izin!" Teriak Agatha membuat semua model dan kru yang ada di sana seketika terdiam seperti patung.
Bagi Agatha ini adalah kesalahan fatal yang sangat memalukan. Ia terus menyalahkan Anggun atas insiden ini terutama rusaknya gaun yang super mahal itu. Agatha melampiaskan kemarahan akan kekacauan acara Fashion Show itu kepada Anggun.
"Dony, apa wanita ini binaanmu? Bagaimana kau bisa mempercayakan produk baru kita kepada model seperti dia" ucap Agatha kepada Dony.
Anggun mendengus kesal akan perlakuan kasar wanita itu, ia mendekat tanpa rasa takut.
"Apa menurutmu aku sengaja merobeknya untuk mempermalukan diriku sendiri? Apa kau sudah memastikan kelayakan pakaian-pakaian yang kita kenakan? Bagaimana bisa kau hanya menyalahkanku. Apa gerakanku berlebihan? Apa postur tubuhku tidak memenuhi syarat sehingga bisa merusak gaun mahal itu ?" sahut Anggun yang tidak terima dengan perlakukan Agatha.
"Apa katamu? Kau barusan ingin melawanku? Berani sekali model rendahan sepertimu" sahut Agatha.
"Kenapa kau berpikir aku tidak berani? Bahkan aku juga ingin membalas tamparanmu baru saja" potong Anggun dengan tegas dan tanpa rasa takut.
"Kau pikir kau bisa lolos, aku akan menuntut atas kejadian ini" ancam Agatha yang kesal.
"Nona, Nona Agatha lihatlah, seorang model terkenal yang melihat acara live kita memberi komentar sanjungan kepada wanita ini sehingga menarik perhatian netizen dan penggemarnya. Ia bahkan membagikan potongan video dari kejadian tadi pada laman media sosialnya" ujar sekertaris Agatha dengan menunjukkan kabar itu melalui tablet milikinya.
Kejadian itu tidak hanya menarik perhatian model terkenal itu, tapi seorang arti papan atas juga membagikan postingan baru dengan cuitan.
[Aku menyukainya, aku ingin menjadi orang pertama yang memilki gaun indah itu]
Postingan itu semakin menyebar dan mendapat respon positif dari para netizen. Meskipun mereka dapat melihat jika itu adalah sebuah kesalahan, namun sikap Anggun yang tetap profesional, tidak panik dan melakukan penganan yang cekatan membuatnya menuai banyak pujian.
[ Dia tidak hanya terlihat cantik alami tapi juga cerdas]
[Jika itu aku mungkin aku sudah merasa dunia telah runtuh, tapi dia menyelesaikannya dengan sempurna]
[ Dia adalah the real model - Good Job sist ]
__ADS_1
[ Aku juga jadi ingin memiliki gaun itu - Auto PO ]
[ Maaf, tapi jujur dia membuatnya lebih indah dari karya aslinya ]
[ Tetaplah dengan karir ini, karena kau akan selalu menjadi ratu ]
Agatha membaca setiap baris komentar yang semua berisi kata-kata dukungan atas usaha Anggun menangani kejadian itu selama di atas panggung runway. Pujian untuk Anggun terus berdatangan sehingga menjadi viral dan trending topik.
"Aku akan mengantarnya mengganti pakaiannya" ucap Dony izin pamit kepada Agatha
"Tidak perlu, aku bisa melakukanya sendiri" sahut Anggun lalu pergi.
Anggun mengganti pakaiannya lalu pergi begitu saja setelah meninggalkan pesan kepada Dony.
[ Katakan kepadanya, jika dia ingin menuntutku lakukan saja aku tidak peduli dan takut] -- pesan Anggun.
Pesan itu membuat Dony semakin gila, ia sangat ketakutan mendengar hal itu. Jika Agatha menuntut Anggun maka itu akan menjadi akhir dari karirnya juga. Dony adalah orang yang harus bertanggung jawab atas semua kejadian ini .
.
Di kamar mandi Anggun membasuh wajah nya memercikkan air dengan kasar melampiaskan amarahnya. Ia lalu memandang pilu dilira pada kaca.
"Anggun kau memang harus mengakhiri mimpimu. Ya, ini adalah keputusan yang seharunya tidak kau ingkari sejak kau meninggalkan negara ini Anggun" batin Anggun lalu menitihkan air matanya mengingat hinaan dan tamparan Agatha.
Anggun kemabli membasuh wajahnya lalu meraih kotak tisu yang kosong. "Wah... kenapa semuanya begitu tega" ucap Anggun menatap kotak itu. Anggun lalau keluar dengan membiarkan wajahnya yang masih basah.
Saat keluar dari toilet ia melihat Aland yang sudah berdiri disini di sana. Ia mengulurkan sapu tangan untuk ia berikan kepada Anggun.
"Keringan wajahmu dan air mata itu" ucap Aland menatap Anggun
.
.
.
__ADS_1
*** To Be Continued***