Mata Elang

Mata Elang
BAB 5 – Pangeran Aland


__ADS_3

Setelah melewati banyak pertimbangan, Anggun akhirnya telah memutuskan untuk memenuhi keinginan Marvel yaitu kembali pulang ke Negara asalnya. Setelah 2 minggu menunggu Damian mengurus dan menyiapkan semua kebutuhan mereka, hari ini akhirnya menjadi hari dimana mereka meninggalkan negara yang memberinya banyak kenangan saat membesarkan putranya Marvel.


“Hallo….” sapa Marvel membuka masker yang dikenakannya.


Marvel tampak senang dan bahagia menatap negara yang ia tujuh sudah berada dibawah sana melalui jendela pesawat.


“Apa kau sesenang itu sayang?” tanya Anggun.


“Eemm…” gumam Marvel dengan mengangguk berulang kali.


Suara keributan kecil tiba-tiba terdengar dari 2 wanita yang duduk tak jauh dari kursi mereka. Keduanya terlihat sibuk dan asyik membicarakan Marvel kecil yang mereka kira adalah keturunan dari pria yang sangat terkenal dikalangan wanita di negaranya saat ini.


“Lihatlah, bocah kecil yang manis itu sangat mirip dengan Pangeran Aland. Aku sangat yakin jika dia sangat mirip dengan Pangeran Aland sewaktu kecil. Apa jangan-jangan dia…?” ucap seorang wanita yang tidak melepaskan pandangannya dari Marvel.


“Ahh tidak mungkin, Pangeran Aland kabarnya belum menikah. Jadi sangat tidak mungkin dia mempunyai seorang anak. Mungkin kau salah mengingat atau memang hanya sedikit mirip" jawab wanita lain.


“Kau tidak percaya? Akan aku tunjukkan kepadamu fotonya saat kecil, aku pernah melihat seorang karyawan dari majalah online pernah membeberkan foto kecilnya ini" sahutnya untuk meyakinkan.


“Aku juga pernah dengar, tapi bukannya sudah di hapus? Karena banyak direpost sana-sini sehingga membuat Pangeran Aland geram dan akhirnya media online itu dituntut sampai mereka akhirnya bangkrut."


Salah satu wanita yang sangat yakin lekas mengeluarkan ponselnya dan berusaha diam-diam mengambil foto Marvel.


Mendengar perbincangan kedua wanita itu membuat Anggun auto pasang mode warning. Anggun meminta Marvel untuk segera memakai maskernya kembali. Terlihat kedua wanita itu berusaha mencuri kesempatan untuk bisa mengambil foto Marvel.


“Marvel sayang, pakai maskernya lagi yah” perintah Anggun kembali membantu Marvel memakai maskernya.


“Baik mah” sahut Marvel tanpa mengeluh.


Anggun segera memasang badan untuk bisa menutupi tubuh kecil putranya yang duduk disebelahnya. Ia menatap tajam kedua wanita dengan tatapan seperti sedang mengancam. Tatapan mata Anggun membuat mereka perlahan

__ADS_1


menurunkan ponselnya dan kembali memandang lurus ke depan.


“Pangeran?” gumam Anggun mendengar sebutan yang dirasa membuatnya geli. “Sejak kapan negara kita memiliki silsilah kerajaan" lanjut gerutu Anggun.


Anggun yang sudah lama tidak menginjak negara itu tampak salah paham dan tidak mengenal sebutan yang sedang trend saat ini di sana. Arti pangeran bagi wanita-wanita di sana adalah pria berwajah tampan, postur tubuh sempurna, berkuasa dan sangat kaya raya. Panggilan pangeran mereka anggap lebih cocok daripada tren kata sultan yang juga sempat naik daun.


Pesawat akhirnya Landing, Anggun menarik nafas panjang dan menghelanya dengan lega saat menuruni pesawat. "Akhirnya aku kembali” serunya menatap keramaian bandara.


Berbeda dengan Marvel yang sedari tadi sudah sibuk dengan ponselnya. Meskipun Marvel tampak acuh saat diperbincangkan wanita tadi, namun ternyata dia serius mendengar percakapan mereka.


Marvel segera mencari tahu tentang orang yang mereka panggil Pangeran dan sangat mirip dengannya. Aland Garren Hamilton, presdir dari Hamilton Group. Ya, profil itu yang Marvel dapatkan pada laman pencarian.


Aland, pria tampan yang kini sudah menginjak usia 30 tahun dan masih melajang. Di usianya yang seharusnya sudah memiliki seorang penerus itu memilih menghabiskan waktunya bergelut dengan bisnis. Baginya, wanita adalah makhluk yang sangat merepotkan dan hanya akan membuang-buang waktu.


Sudah begitu banyak wanita pilihan ayahnya yang silih berganti menghampiri Aland, tapi tak satu pun dari mereka yang mampu menyentuh hati Aland. Aland seolah sudah mengunci rapat hati dan membutakan matanya jika soal wanita.


Tak jarang banyak kabar burung serta hoax yang mengatakan jika Aland memiliki kelainan dimana dia menyukai sesama jenis. Kabar itu dengan cepat semakin tersebar luas jika sudah para ibu-ibu sosialita menjadikan kabar itu sebagai bahan gibahan mereka.


Namun, siapa yang tahu jika dibalik sikap acuhnya kepada wanita ternyata ada satu wanita yang tidak pernah hilang dari pikirannya.


Yah, dia adalah wanita misterius yang sedang ia cari sampai saat ini. Wanita gila pertama yang kabur setelah berani menggoda dan menikmati tubuhnya. Bisa dikatakan jika wanita itu juga yang telah mencuri keperjakaannya.


.


.


Di bandara...


"Selamat datang Ny. Anggun, Tuan Marvel" sahut Damian menghampiri keduanya.

__ADS_1


"Hi, Apa kau tidak mabuk udara?" tanya Joan menunduk menatap wajah Marvel.


"Joan, jaga sikapmu" perintah Damian.


Joan Agam adalah seorang anak SMA yang bekerja dan bergabung dengan kelompok Agen Rahasia Elang. Joan memiliki bakat tersendiri yang mendukung setiap aksi Elang. Sama seperti Marvel, Joan juga menyembunyikan identitas sebenarnya sebagai anggota Elang.


Joan memiliki tugas penting dari Damian yaitu untuk selalu menjaga dan berada disisi Marvel. Bisa dikatakan jika secara tidak langsung Joan memiliki tugas sebagai pengawal pribadi Marvel. Sikap Joan yang terlihat tidak sopan dengan tuannya itu bukan hal baru lagi, ia memang selalu bersikap layaknya teman bagi Marvel dan Marvel menerima hal itu.


Damian kini mengantar Anggun dan Marvel ke apartemen yang sudah disiapkan Damian sebagai tempat tinggal mereka.


"Kapan kita bisa menggunakan markas baru?" tanya Marvel tanpa menatap ke arah Damian yang saat ini sedang mengemudi. Marvel masih tetap fokus dan tampak asyik dengan ponselnya.


"Segera, mungkin dalam 3 bulan ini semua sudah bisa beroperasi dengan normal" jawab Damian.


"Jangan terburu-buru sayang, mama juga masih perlu waktu untuk mengurus sekolah barumu dan Joan" sahut Anggun.


"Marvel, apa yang sedari tadi kau sibukkan dengan ponselmu itu ?" tanya Joan kepada Marvel.


"Mencari pokemon" jawab Marvel dengan singkat.


"Pokemon? Apa kau sedang mengerjakan misi baru?" tanya Joan.


Pokemon bagi agen Elang adalah istilah untuk menyebut seseorang yang sudah menjadi target dalam setiap misi. Ya, Pokemon Marvel saat ini adalah Aland, pria yang menjadi kandidat utama dengan kemungkinan tertinggi adalah ayah kandungnya.


.


.


.

__ADS_1


*** To Be Continued***


__ADS_2