Mata Elang

Mata Elang
BAB 14 – Kekuatan Suara Netizen


__ADS_3

Di ruang santai, Anggun terlihat sedang melihat-lihat gambar bangunan beberapa ruko. Anggun berencana untuk menjalankan bisnis toko roti dengan merek miliknya sendiri. Anggun tahu hal itu tidak akan mudah dan ia harus memulainya dari 0.


Anggun tidak ingin hanya berdiam diri dan membiarkan Marvel yang secara finansial memenuhi kebutuhan keluarganya. Anggun ingin membantu Marvel sekaligus mengisi waktu luangnya. Setelah memutuskan tempat yang ia pilih, Anggun membuat janji dengan pemilik ruko untuk melihat kondisi kelayakan ruko yang akan ia beli.


"Apa mama sangat sibuk" tanya Marvel menghampiri Anggun yang terlihat fokus dengan layar tabletnya.


"Tidak sayang, mama hanya sedang membuat janji dengan pemilik ruko" sahut Anggun.


Marvel pun mendekat dan segera duduk dipangkuan Anggun dengan manja. Meskipun Marvel adalah anak genius yang memiliki pemikiran dan sikap layaknya orang dewasa, namun jika sudah bersama dengan Anggun ia tetaplah Marvel, seorang anak berusia 6 tahun yang tampan dan menggemaskan.


"Itu artinya mama akan lebih sibuk lagi nantinya kan ma" ucap Marvel.


Keputusan mamanya menjalankan bisnis toko roti pasti akan membuat sang mama lebih sibuk. Karena tidak hanya ruko, Anggun juga harus mencari staf , menemukan suplier bahan baku, pretier, dan masih banyak hal yang harus disiapkan.


"Apa Marvel boleh membantu mama untuk mencari staf serta pretier hebat dan terpecaya di negara ini?" tanya Marvel.


"Haha, tidak perlu sayang. Mama tahu Marvel bisa melakukannya lebih cepat dari mama, tapi mama tidak ingin merepotkan putra mama tercinta ini. Selain itu urusan sekolah Marvel sudah beres dan Marvel sudah akan mulai sekolah minggu depan. Jadi mama mau Marvel bisa lebih fokus dengan sekolahnya" ujar Anggun.


"Apa mama yakin akan menjalankan bisnis ini?" tanya Marvel.


"Kenapa Marvel bertanya seperti itu? Tentu saja mama sangat yakin dan antusias" jawab Anggun tersenyum.


"Bagaimana dengan dunia modeling? Mama tidak ingin kembali untuk menjadi model?" tanya Marvel.


Anggun terdiam mendengar pertanyaan itu. Jika ia bisa jujur, tentu saja dirinya masih ingin meraih mimpi di dunia modeling. Tapi, Anggun sangat sadar diri jika dirinya sudah pernah melahirkan dan mempunyai seorang anak. Kondisi itu sangat mustahil untuknya melanjutkan mimpi itu.


Anggun tampak bingung menjawab pertanyaan putranya, jika ia jujur maka jawaban itu juga akan menyakiti Marvel. Marvel akan merasa bersalah karena kehadirannyalah yang menjadi alasan Anggun mengubur dalam-dalam mimpi itu. Namun Anggun tidak pernah menyesali ataupun menyalahkan Marvel, karena kehadirannya adalah kehendak Tuhan yang telah menjadi Anugrah dalam hidupnya.


"Mama kan sudah usia sayang, jadi mama harus memberi kesempatan kepada penerus-penerus muda bangsa" ucap Anggun tertawa.


Setelah memiliki perbincangan kecil dengan mamanya, Marvel pamit untuk kembali ke kamarnya. Ia mengecup kedua pipi Anggun lalu turun dari pangkuan sang ibu. "Selamat malam ma" ucapnya.

__ADS_1


"Selamat malam sayang" sahut Anggun.


Didalam kamarnya Marvel tidak langsung tidur, ia menyalakan kembali komputernya yang masih berada dalam mode sleep. Dalam layar komputer masih terlihat laman terakhir yang masih aktif, Marvel sedang melihat komentar-komentar yang ada situs Perusahan BlueSKY milik Agatha.


Banyaknya permintaan dari para netizen yang berkomentar memberi dukungan dan terus menuntut agar Perusahaan Agatha menunjuk Anggun sebagai model untuk product baru mereka. Tentu saja permintaan itu mencuit setelah kejadian viral Anggun menjadi trending topik.


Marvel menayakan tentang mimpi sang mama karena hal ini. Jika mama nya ingin kembali untuk menjadi model, maka Marvel akan menjadi orang pertama yang akan membantu Anggun mewujudkan mimpi itu. Marvel sedikit kecewa dengan jawaban Anggun yang jelas-kelas terlihat berbeda dengan isi hatinya. Marvel dapat melihat dari raut wajah Anggun jika sang mama telah berbohong kepadanya.


.


.


Keesokan harinya, usai sarapan bersama dengan putranya Anggun mengantar Marvel untuk pergi ke Perusahaan Game X yang akan menjadi markas baru Cloud-9. Sesampai di parkiran Marvel sudah disambut Damian dan mereka langsung pergi ke lantai Cloud-9 melalui lift khusus digedung itu.


Perusahaan Game baru itu masih belum resmi beroperasi, namun Marvel dan Damian sudah bisa menggunakan markas Cloud-9 yang berada di lantai 9 untuk menyelesaikan beberapa kasus yang sudah mereka terima.


Usai mengantar Marvel, Anggun lanjut pergi menemui pemilik bangunan ruko yang akan ia beli. Lokasi yang strategis, kondisi bangunan yang baru membuat Anggun menyepakati jual-beli. Anggun mengehubungi Damian memintanya untuk mengurus sisanya.


Masih bersama dengan pemilik gedung, Anggun mendapat panggilan dari Dony. Ponsel Anggun terus berbunyi berulang kali meskipun Anggun sudah menolak panggilan itu. Melihat hal itu sang pemilik gedung memeprsilahkan Anggun untuk menjawab panggilan itu. Karena kesepakatan sudah selesai dan hanya menyisahkan obrolan kecil, Anggun pamit untuk pergi.


"Apa kita bisa bertemu? Ini sangat penting Anggun" jawab Dony.


"Apa wanita itu akhirnya memutuskan untuk menggugatku?" tanya Anggun tidak ingin basa-basi.


Dony tidak langsung mengatakan maksud dan tujuannya. Ia meminta untuk bertemu dengan Anggun secara langsung di sebuah Cafe. Dony mengatakan jika ada hal penting yang ingin ia sampaikan langsung kepada Anggun.


Di sebuah Cafe tempat Anggun dan Dony memiliki janji bertemu. Anggun menyemburkan minuman yang baru saja ia teguk kepada Dony.


"Apa kau sudah gila" teriak Anggun


Kejadian itu membuat semua mata langsung menatap keduanya. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang memiliki hubungan diujung tanduk.

__ADS_1


"Anggun aku mohon padamu, Agatha memintaku untuk membawamu menjadi model utama dalam pemotretan produk baru" pinta Dony.


"Apa dia menelan ludahnya sendiri? Setelah menghina, memaki dan menampar.... " ucap Anggun menahan ucapannya. "Waahhh... aku benar-benar masih tidak bisa melupakannya. Kau pun tahu bagaimana dia memberi tamparan itu kepadaku kan Don, dan sekarang apa? Dia memintaku menjadi modelnya? Apa dia wanita berkepribadian ganda?" lanjut tanya Anggun yang tiada henti mengoceh kepada Dony.


"Bahkan aku belum sempat membalas tamparannya saat itu" imbuh Anggun yang masih kesal lalu meneguk kembali jus nya.


Dony memundurkan badannya takut jika Anggun akan menyemburnya lagi. "Apa kau tahu jika kejadian yang kau alami saat acara fashion show itu menjadi viral?" tanya Dony.


Perusahaan BlueSKY seperti sedang diteror oleh komentar-komentar dan opini yang mengatakan jika BlueSKY telah memecat wanita malang itu karena insident dalam event fashion sebelumnya. Mereka tidak ada yang tahu jika Anggun sebenarnya hanyalah seorang model pengganti saat itu.


Agatha juga tidak bisa mengungkap kebenaran kepada para direksi jika Anggun hanyalah model dadakan dalam acara itu. Agatha tidak ingin para direksi memanfaatkan kondisi ini untuk menjatuhkannya jika tahu insiden itu adalah kelalaian fatal, sangat fatal karena mereka kehilangan model utama bahkan menggantinya dengan wanita yang tidak mempunyai asal usul jelas.


Satu-satunya cara untuk meredam tuntunan netizen tersebut dan untuk menenangkan para direksi, dengan terpaksa Agatha memenuhi permintaan menjadikan Anggun sebagai model utama dalam pemotretan produk terbaru mereka.


"Jika begitu, biarkan saja wanita mengerikan itu menyelesaikannya, kenapa harus menyeretku lagi. Sepertinya hukum karma telah berlaku kepadanya. Tapi aku tidak pernah mendo'akan kekacauan ini terjadi kepadanya" sahut Anggun.


"Anggun, bukankah ini kesempatan yang baik? dengan menjadikanmu model utama itu artinya kau akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi brand ambasador BlueSKY" ujar Dony.


"Jangan berlebihan, dia saja menyebutku wanita dengan asal usul yang tidak jelas. Tapi sekarang apa? Brand Ambasador? Maaf, aku tidak tertarik dan tidak bisa membantumu lagi" ucap Anggun lalu bangkit dari duduknya meninggalkan Dony.


"Anggun, mereka akan memecatku jika aku tidak bisa membawamu" teriak Dony.


Anggun mengabaikan teriakan itu dengan terus berjalan menuju pintu untuk meninggalkan Cafe.


"Istriku sedang hamil tua dan dia akan segera melahirkan anak pertama kami. Kau juga seorang ibu kan? Bagaimana dengan keluarga kecilku jika aku menjadi pengangguran" lanjut teriak Dony.


Anggun menghentikan langkah kakinya tepat saat ia sudah meraih handle pintu. Anggun terdiam sejenak, ia tampak mencerna ucapan Dony yang membawa-bawa keluarga kecilnya untuk bernegoisasi dengannya.


.


.

__ADS_1


.


*** To Be Contiued ***


__ADS_2