
"Saya akan keluar dari panti demi nama baik panti ini sus. Bahkan saya juga bersedia keluar dari kuliah saya." Katanya Mirna terus terang.
"Saya sadar, betapa bodohnya saya malam itu. Benar-benar seperti orang di bius. Sekarang menyesal pun sama sekali tak ada gunanya. Laki-laki yang tidak saya kenal sebelumnya itu ialah orang yang tidak bertanggung jawab, suka berfoya-foya, dan manja.
"Sungguh, Mirna. Saya tidak percaya kalau bukan kau sendiri yang menceritakan nya." Suster Eva masih menekap dadanya sendiri. Rasa terkejut itu masih juga belum hilang.
"Aku percaya seluruh ceritamu, Mirna. saya ingin kau menghadap suster kepala dan menceritakan semuanya. Mungkin kau akan diminta menghadap mereka."
"Baik suster. Saya pasti akan menceritakan semuanya dan juga apa rencana-rencana saya ke depan."
"Sudahlah Mirna, sekarang fokuskan dulu pada masa depan yang masih bisa kau selamatkan." ucap suster Eva menatap Mirna. Gadis itu benar-benar mengerti keadaan dan memiliki jiwa pahlawan, pujiannya dalam hati. Tahu betul apa makna tangan mencecang, bahu memikul.
__ADS_1
"Maksud suster?"
"Ini baru bayangan ku, Mirna. Mengenai kenyataan nya bagaimana, semua berada di tangan Dewan pengurus Panti."
"Tentang apa, sus?"
"Suster akan mencoba berusaha agar kau bisa melanjutkan kuliah mu setelah kau mengambil cuti. Tetapi sebelum nya, suster mau bertanya dulu, kau tidak akan mengaborsi kandungan mu kan?"
"Tidak, suster. Anak ini tidak bersalah dan berdosa. Anak yang saya kandung juga berhak untuk hidup."
Hasil rapat penting Dewan Pengurus Panti akan mengizinkan Mirna mengambil cuti kuliahnya dan melanjutkan kuliah setelah ia melahirkan bayi nya dan tetap memberi beasiswa sampai akhir. Namun sebagai konsekuensi nya demi nama baik Panti, Mirna harus keluar dari Panti, di setujui oleh dirinya.
__ADS_1
Uang yang mungkin dimaksudkan Arya sebagai biaya uang untuk menggugurkan kandungan, akan ia pakai untuk mengontrak rumah petak.
Suster kepala menyetujui rencana Mirna, setelah ia melahirkan bayi nya. ia bisa melanjutkan kuliah nya setelah ia melahirkan, karena tinggal satu semester lagi.
Mirna tahu itu. Ia juga sangat menyayangi para pengasuh Panti. Sebagai gadis yang di besarkan di Panti Asuhan, ia tahu betul arti tempat itu. Setiap bulan banyak sosialita yang memberi bantuan ke Panti. Di antara yang tetap tinggal di panti sampai dewasa, Mirna juga salah satunya.
Beberapa angkatan sebelumnya, ada yang sudah menyelesaikan studinya, ada yang sudah menikah, dan sebagian ada juga yang sudah bekerja. Sebelum itu, beberapa di antara mereka semua juga mendapat beasiswa seperti Mirna dan yang lain di biayai saudara nya yang mampu. Bahkan ada dua orang yang sukses hidup nya dan menjadi penyumbang tetap Panti.
Akhirnya Mirna meninggalkan Panti asuhan itu dengan rasa sedih dan haru yang luar biasa.
Dengan bekal sayang itulah akhirnya Mirna bisa menjalani kehidupannya. Dan sampai akhirnya bayi Mirna pun lahir ke dunia. Mirna telah melampaui hari-harinya yang berat dengan selamat berkat para pengasuh panti. terutama Suster Eva yang sering menjenguknya dan membawakan keperluan dirinya dan bayinya. Sampai akhirnya ia bisa mengantongi Ijazah akademik dan berhak menjadi seorang sekertaris di salah satu perusahaan. Waktu itu dengan gaji yang lumayan besar dan sisa uang dari Arya, ia bisa menggaji perawat bayi sampai bayi perempuan nya di beri nama "Safa" sampai usia nya dua tahun.
__ADS_1
Demikianlah waktu terus berlalu. Ketika uang dari Arya habis, ia memutuskan untuk melepas pengasuh bayi nya dan menggantinya dengan pembantu rumah tangga biasa.
Para readers😊 tetep setia baca novel ku yaa dan jangan lupa kasih vote+ dukungan🙂