
Sekarang ganti Mirna terkejut melihat apa yang dilihatnya itu. Arya menangis? Arya yang suka berfoya-foya, ugal-ugalan, dan tidak memikirkan masa depannya itu menangis ketika mendengar kan ceritanya? Sungguh, kalau tidak melihat dengan matanya sendiri, pasti ia tidak akan mempercayai nya. Bahkan timbul rasa iba di hati Mirna pada pria yang sedang menangis itu. Dulu di Panti, beberapa kali ia melihat anak panti yang ketahuan mencuri dan melarikan diri dari panti, namun mereka terpaksa kembali ke panti karena mereka tidak tahu harus pergi kemana. Tetapi mereka tidak dihukum atas kelakuan nya.
Pria yang pernah menyia-nyiakan masa mudanya itu kini telah menjadi orang sebaliknya. Entah apa yang menyebabkannya, Mirna tidak tahu. Mungkin juga ia tak perlu tahu mengenai isi hatinya. Dan yang penting, pria itu telah menyesali semua perbuatannya di masa lalu. Ia ingin memperbaiki nya.
"Sudahlah, Mas katamu tadi lupakan saja masa lalu dengan melangkahi kehidupan yang pernah kita perbuat tanpa status. Sepercik noda itu jangan kau buat penyesalan tetapi peringatan. Karena dulu kau adalah sosok yang tidak bertanggung jawab."
Kata-kata Mirna membuat pria itu bangkit berdiri lagi dan mengusap air matanya.
"Maaf, aku terbawa perasaan sedih yang sangat dalam. Aku benar-benar ingin menebus seluruh kesalahan ku di masa lalu. Apalagi sekarang kau menceritakan sosok diriku di masa lalu."
"Sampai segini nya penyesalan mu?"
__ADS_1
"Ya. Selain peristiwa yang mengenai dirimu, ada juga peristiwa tragis yang menimpah diriku."
"Apa itu?" Tanya Mirna penasaran.
"Selama tujuh tahun ini banyak hal yang menimpah kehidupan ku, adik kandungku meninggal karena kecelakaan. Sejak peristiwa itu, orang tuaku shock dan sakit-sakitan. Selang beberapa hari orangtua ku meninggal dunia karena memikirkan anak keduanya meninggal dunia."
"Cukup, Mas. Tidak usah dilanjutkan lagi, aku sudah bisa memahami nya. Namun sungguh, sama sekali aku tidak menyangka seperti itulah kehidupan mu." Katanya.
"Ya, siapapun tidak menyangka akan kejadian itu. Keluarga kami adalah keluarga yang hangat, dan saling menyayangi satu sama lain. Kematian adik ku telah banyak mengubah semuanya, khususnya diriku. Dengan meninggal nya mereka, tanggung jawab pengelolaan perusahaan keluarga menjadi tanggung jawab ku. Dan semua itu merupakan sesuatu yang baru bagi diriku."
Mirna terdiam membisu dan menundukkan kepala nya. Semakin tak heran lagi dirinya mengapa Arya bisa sedemikian berubah drastis. Seperti bukan Arya yang dulu pernah ia kenal waktu di acara pesta Silvi. Karena tidak mendengar komentar Mirna, Arya meliriknya. Dia tak mau menunggu terlalu lama lagi karena itu hanyalah membuang-buang waktu saja.
__ADS_1
"Mirna, jawablah lamaran ku tadi dengan suatu kepastian bukan sekedar harapan. Masalah lainnya, biarlah kita tinggalkan. Sebab hanya akan membuat pembicaraan kita terbebani dengan cerita masa lalu yang kelam dan suram."
"Masalah lainnya? Misalnya apa, Mas?" Tanya Mirna sambil mengangkat wajahnya kembali.
"Ya, misalnya.... Kau masih ada ganjalan amarah yang pernah kau rasakan dulu dan ingin membalasnya terhadap diriku."
Mirna menarik napas panjang. Harus diakuinya, kalau diingat kejadian tujuh tahun lalu memang masih ada saja yang membuat perasaannya sedih. Tetapi memang betul, hal-hal semacam itu sudah tidak relevan untuk dibicarakan kembali bahkan diingat-ingat lagi.
********
Jangan lupa vote dan like yaa😊 jika kalian berkenan😄
__ADS_1