Melangkah Tanpa Arah

Melangkah Tanpa Arah
Delapan


__ADS_3

"Lalu...?" tanyanya.


Mirna menelan ludah. Kemudian menundukkan kepalanya.


"Aku sudah pernah menulis surat kepadamu mengenai akibat...perbuatan kita malam itu." lanjut Mirna dengan suara pelan.


"Surat yang kutulis untukmu hampir lima tahun yang lalu kutitipkan pada Silvi. Apakah kau...ingat....itu?"

__ADS_1


"Surat? Surat yang mana?" Arya memotong perkataan Mirna. Rasa heran menyambar-nyambar kepalanya.


"Surat yang mengabarkan bahwa...bahwa aku...aku hamil..." dengan nada terpaksa, Mirna menjawab pertanyaan Arya.


Demi mendengar jawaban Mirna, Arya yang sejak tadi bagai tersungkup dalam ruang gelap yang membingungkan tiba-tiba bagai di sentak dengan paksa dari lubang gelap itu. Seketika ingatannya menjadi terang benderang ketika ia bertemu dengan Mirna.


Mirna di besarkan di Panti Asuhan yang di kelola oleh para ibu panti. Ia di serahkan ke sana oleh orang yang mengaku sebagai tante nya. Katanya, kedua orang tua Mirna meninggal dunia dalam suatu kecelakaan dan bayi mereka yang saat itu berumur lima bulan, yang di kuatkan dengan akta kelahirannya, terpaksa diserahkan ke Panti Asuhan sebab tantenya super sibuk dan selalu berpergian. Sehingga belum sempat kalau dirinya merawat bayi kecil itu.

__ADS_1


Maka begitulah, sejak hari itu Mirna menjadi penghuni rumah Panti sampai dirinya dewasa. Dia tidak mempunyai keluarga seorang pun, sebab setelah dirinya diserahkan ke panti. Sang tante tidak pernah mengirim surat maupun kabar pada Mirna, apalagi mengirimnya uang. Bahwa Mirna kuliah bisa Kuliah itu karena ia mendapatkan beasiswa.


Sebagai gadis yang dibesarkan di panti, Mirna benar-benar kurang memiliki pengalaman dalam pergaulan di luar asrama. Ketika ia masih sekolah dibawah kuliah, sepulang sekolah ia langsung pulang ke panti. Hal seperti itu sesuai dengan keinginannya sendiri. Karena Mirna adalah gadis yang disiplin, bertanggung jawab, dan rajin.


Ketika Silvi, teman dekat kuliah nya, mengundangnya ke pesta jadian nya. Mirna baru sadar seperti apa pesta yang sesungguhnya. Pakaian para muda-mudinya bagus dan mewah, sikap mereka bebas dan penuh canda. Sangat menyenangkan baginya, yang biasa hidup di dalam dunia yang serba teratur dan sedikit monoton.


Orang tua Silvi sangat kaya. Dua kali beliau menjabat sebagai pemerintahan di dua negara. Saat anak mereka jadian dengan pacarnya , dia dan istrinya sedang berada di luar negeri. Tetapi toh pesta Silvi tetap saja penuh kemewahan. Makanan yang banyak, bermacam kue, dan snack lainnya. Silvi mengumumkan siapa yang ingin berenang di belakang silahkan. Mirna merasa kagum dengan rumah Silvi yang sangat mewah. Tetapi yang lebih membuat Mirna heran adalah pergaulan teman-teman Silvi yang begitu luas dengan kegembiraan yang begitu hangat.

__ADS_1


Di antara mereka yang ramah, dan ceria itu ada pacarnya Silvi yang baru yaitu Dio dan Sahabat nya yang bernama Arya. Dio adalah pacar Silvi yang baru saja jadian, mereka sangat akrab. Setelah para tamu undangan bubar, kini tinggal mereka ber empat di rumah Silvi. Karena Mirna menginap di rumah Silvi, atas seizin ibu panti, ia ikut bergabung bersama mereka. Silvi yang mengetahui Arya terpikat kecantikan Mirna membiarkan mereka berdua bercanda, dan mengobrol.


__ADS_2