Memang Jodohku

Memang Jodohku
#10


__ADS_3

Hari ini Rahma memang sengaja tidak pergi bekerja ,Ia ingin menghabiskan waktu seharian di rumah bersama Kevin.


Ditengah kesenangannya bermain dengan Kevin suara ketukan pintu terdengar.


"Sayang,,,Mamah buka pintu dulu ya."


Kevin mengangguk.


Rahma berjalan menuju pintu dan membukanya.


"Dini,,tumben amat loe kesini.Ayo masuk.."Rahma menarik tangan sahabatnya kedalam rumah.


"Ayo duduk.."Dini langsung mendudukan tubuhnya di sofa .


"Mau gue bikinin apa?"


"Gak usah repot-repot Rahma.Loe kaya sama siapa aja."menolak tawaran Rahma.


"Hei kenapa muka loe murung gitu sih.Ada yang loe sembunyiin ya dari gue."tanya Rahma penasaran.


Namum belum sempat bercerita,Dini menangis dengan sesegukan.Rahma langsung memeluk sahabatnya.


"Ya ampun Din ada apa?Loe pelan-pelan ya ceritain nya ma gue."


Sebelum bercerita masih dalam tangisannya.Kemudian Dini memberikan benda pipih bergaris dua.


Rahma melebarkan kedua matanya tidak percaya apa yang ia lihat.


"Gue harus gimana Rahma,gue gak mau ngegugurin anak ini."

__ADS_1


"Ya ampun Dini kok bisa sih.Bukannya loe jomblo ya.Loe hamil sama siapa.?"


"Tega loe ya di saat gue sedih masih bisa loe ngeledek gue jomblo."


"Bukan gitu maksud gue.Kan loe gak lagi deket sama cowo mana pun."Rahma menjelaskan maksudnya.


"Ia jadi sebulan yang lalu gue di jodohin."Rahma yang mendengar Dini di jodohkan merasa kaget.


"Maksud loe yang ngelakuin itu calon suami loe."Dini menganggukan kepalanya.


"Bagus dong."ucap Rahma


"Apanya yang bagus ,Dia ngelakuin itu dalam keadaan mabuk."


"Ma,,maksud loe dia gak tau kalo dia pernah ngelakuin itu sama loe."Dini mengangguk sedih.


"Loe udah coba jelasin belum sama dia.?"Dini menggelengkan kepalanya.Rahma menepuk jidat nya kenapa sahabat nya begitu bodoh.


Kevin menghampiri Rahma langsung duduk dalam pangkuannya.


"Tante kenapa nangis.?" Tanya Kevin pada Dini.


"Tante gak apa-apa sayang.Kevin udah makan belum.?"Tanya Dini mengalihkan perhatian Kevin.


"Dede udah makan tadi.Mamah masak enak loh tante.Kalo tante belum makan Mamah masak banyak ya mah."


Rahma tersenyum geli pada anaknya.


"Baiklah tante mau makan masakan mamah Kevin."

__ADS_1


"Oh jadi tante nangis karena laper ya."


Rahma dan Dini tertawa mendengar ucapan Kevin.


Karena ulah Kevin Dini sejenak melupakan masalahnya.Rahma mengajaknya makan siang bersama candaan dan tawa Kevin berhasil membuat Dini tersenyum.


Setelah selesai makan siang Dini memutuskan untuk pulang,Rahma mengantarkan Dini sampai teras depan rumahnya.Ketika Dini sudah pergi tiba-tiba mobil milik pak Kamal datang dan langsung memarkirkan mobilnya di garasi.


Pak Kamal dan Bu Laksmi segera turun menghampiri Rahma dan Kevin yang masih berdiri di depan.


"Ayah,,Ibu."Rahma mencium punggung tangan kedua mertuanya bergantian.


Rahma mengajak mertuanya masuk dan menyuruh keduanya duduk di sofa ruang tamu.


"Bentar ya Bu,Rahma buatin minum dulu."Rahma segera berlalu menuju dapur.


Bu Laksmi yang melihat benda pipih segera mengambilnya dan melihatnya.Rupanya Dini meninggalkan hasil tespack nya di meja.


Bu Laksmi tersenyum senang melihat hasil tespack itu bergaris dua.


"Pak lihat ini kita akan punya cucu lagi."Menyodorkan tespack itu pada suaminya.


"Memang itu apa bu?"Tanya Pak Kamal bingung.


"Walah pak iki tu tes kehamilan to pak.Nih lihat garisnya dua berarti Rahma menantu kita iku hamil pak."Menunjuk pada garis dua tespack itu.


Pak Kamal tersenyum bahagia kalau dirinya akan segera memiliki cucu lagi.


Jangan lupa Like ya kakak- kakak

__ADS_1


semoga kalian suka cerita dari penulis yang masih belajar.


__ADS_2