Memang Jodohku

Memang Jodohku
#14


__ADS_3

Bu Laksmi dengan amat terpaksa membatalkan acara yang sudah direncanakan nya.Semua hiasan pun di lepaskan satu persatu oleh pekerjanya.


Nampak terlihat sedih wajah kedua orang tua itu.


"Bu sudah lah jangan bersedih,Ibu ingin memiliki cucu lagi kan.Aku akan membuatkan cucu yang banyak untukmu Bu."Ternyata Rahma mencubit paha suaminya dan berbisik.


"Memangnya memiliki anak seperti membuat kue."


"Lagi pula membuatnya enak kan?"Rahma mendengar perkataan suaminya sungguh merasa aneh dan malu sendiri.


Arman yang ia kenal cuek dingin tapi kenapa justru sekarang ia jadi jahil seperti ini.Rahma pun hampir tak mengenali Arman yang sekarang.


Tapi ia suka perubahan Arman yang sekarang.


"Lihat pak anak mu yang nakal itu dalam keadaan ibu seperti ini masih saja bisa jahil."Pak Kamal tersenyum melihat putra nya kembali seperti Arman yang dulu Arman yang ceria,manja da jahil sebelum menikah dengan Linda.


"Nenek,,,!"Suara teriakan Kevin berlari langsung memeluk Bu Laksmi dan segera melepaskannya.


"Nenek kenapa.?"Tanya Kevin menoleh ke arah Arman dan Rahma namun sebelum mendapat jawaban Kevin langsung memeluk Rahma.


"Mamah,kapan adek bayinya datang mah."Rahma senyum dan menyentuh pipi putranya itu .Bingung harus menjawab apa.Namun Arman segera memangku Kevin


"Nanti sayang,ayah masih memesan adek bayi yang lucu untuk mu.Kau ingin adik perempuan atau laki-laki"


"Aku ingin adik perempuan seperti Nisya,Ia sangat lucu dan cantik."


"Siapa itu Nisya.?"Arman terkekeh mendengar jawaban putranya.


"Itu mas,anak perempuan satu kelas dengan Kevin."Arman tak menyangka bocahnya baru berumur 5 tahun sudah menyukai perempuan.


Tak terkecuali pak Kamal mendengar cucu nya mengagumi Nisya,kaget dan juga gemas pada keturunannya itu.


"Baiklah lain kali dede akan ajak Nisya main kesini.!"Semuanya tertawa mendengar ocehan Kevin.

__ADS_1


Hari ini Rahma yang memasak untuk makan siang di kediaman mertuanya.


Rahma memang sangat ahli dalam memasak tak jarang ia banyak mendapat pujian dari kedua mertuanya.


Sebenarnya Bu Laksmi sudah melarang Rahma untuk memasak karena di rumah pun tak kekurangan pekerja bahkan memliki koki pribadi.Hanya saja memasak memang hobi Rahma.


KRRIINGGG.Suara telpon rumah berbunyi dan Bi Munah segera mengangkatnya dan menjawab panggilan itu,ia kemudian meletakan telponnya dan memanggil majikannya.


"Pak,,Bu ada telpon dari Bu Wanti."Ucap bi Munah.Pak Kamal segera meraih telpon itu dan berbicara pada adiknya.


Setelah berbicara si telpon Pak Kamal kembali duduk di ruang tengah.


"Ada apa pak,Wanti tumben menelpon mu.?"Tanya Bu Laksmi penasaran.


"Oh itu Wanti mau datang kesini bersama Hendra anak nya .Katanya Hendra sudah datang dari luar negri."


Arman mengernyitkan alisnya mendengar Hendra akan datang ke rumah orang tuanya.


Bukan tak menyukai Hendra tapi ia tak menyukai jika Hendra terus mendekati istri nya.Apalagi Hendra pernah menaruh rasa pada Rahma.


Arman segera pergi ke dapur menghampiri Rahma dan memeluknya dari belakang.


"Hai istriku yang pesek ,masakanmu wangi sekali"berbisik di telinganya.


Rahma yang kesal si sebut pesek namun menahannya.


"Kau ini memujiku atau menghinaku mas."


"Memujimu.!"mencium pipi Rahma


"What...?apakah menyebutku pesek itu sebuah pujian?"


"Anggap saja seperti itu."

__ADS_1


"Lepaskan pelukanmu mas aku kesulitan memasak ini jika kau terus memelukku."


Namun terdengar suara deheman sroranh lelaki.


"ehem,,,ehem"


Arman dan Rahma menoleh ke arah suarra itu.


"Hendra."loloa dari bibir Rahma namun Arman malah sengaja tak melepaskan pelukannya.


"Ada yang bisa ku bantu.?"Tanya Hendra masih dengan mode sok akrabnya.


"Bukannya membantu tapi kau mengganggu.!"jawab Arman ketus.


Namun bukan Hendra namanya jika akan tersinggung.Ia malah tertawa menanggapi perkataan Arman.


.


.


.


.


Bersambung


.


.


.


Jangan lupa like komen dan votenya.Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2