Memang Jodohku

Memang Jodohku
#35 UNTUK MENEBUS


__ADS_3

Rahma terbangun dari tidur siangya, dilihat Arman sedang tertidur sambil memeluk dirinya. Ya Tuhan suaminya ini kenapa terlihat sangat tampan sekali hingga membuat debaran jantung Rahma berdegup kencang.


Rahma memang mengakui Arman begitu tampan, hanya saja kenapa kali ini Arman lebih tampan dari sebelumnya.


Jika Rahma tidak malu ingin rasanya setiap detik memeluk suaminya.


Rahma membelai pipi Arman lembut, dan secara diam diam mencium pipi Arman pelan walaupun pelan tapi membuat Arman terbangun.


Arman membuka matanya perlahan mengucek2 matanya demi mendapatkan kesadarannya.


"Hemm." Rahma yang melihat Arman terbangun mulai panik dan beranjak dari tempat tidurnya, namun sebelum dia bangun Arman menarik lenganya dan memeluk Rahma menenggelamkan pada dada bidangnya.


"Mas lepas aku tidak bisa bernafas pelukanmu terlalu erat.!" Rengek Rahma pada suaminya sambil berusaha melepaskannya.


"Mau kemana?" Tanya Arman yang mulai mengendorkan pelukannya.

__ADS_1


"Tidak kemana-mana." Rahma membalikan badannya memunggungi Arman, untuk menutupi rasa malunya agar tak terlihat oleh suaminya.


"Hey kenapa malah memunggungi suamimu, apaka kau tidak tau jika memunggungi suami itu dosa." Rayu Arman sambil memeluk Rahma dari belakang.


Rahma pun akhirnya membalikan tubuhnya menghadap Arman, dan menatap wajah suaminya.


Kenapa harus berdebar memandangi wajah suami sendiri.??


"Aku tidak tau cara memanjakan wanita hamil seperti apa. Jadi jika kau ingin sesuatu langsung bicara saja ya." Arman menoel hidung Rahma hingga dia merasa geli.


Arman mengerti maksud ucapan Rahma, saat Rahma mengandung Kevin Arman tak ada disisi Rahma jangankan memanjakan bahkan mereka saling mengenalpun tidak.


"Aku akan menebus semua perhatianku yang dulu tidak pernah aku berikan pada anak kita. Sekarang aku akan sangat memanjakanmu."Sambil mengusap perut Rahma dan mencium perutnya yang masih datar.


Rahma sangat terharu hingga tidak terasa dia menangis.

__ADS_1


"Hey kenapa kau menangis," Arman langsung menghapus air mata istrinya.


"Dulu saat aku hamil Kevin aku benar-benar sendirian, ingin ini dan itu pun hanya aku tahan dalam hati saja. Apalagi di saat melakukan pemeriksaan rutin aku melihat wanita yang lain di antar oleh suami mereka rasanya sedih sekali."


Arman semakin sakit mendengar perjuangan Rahma saat hamil anaknya yang pertama.


Arman segera meraih tangan Rahma dan menciuminya.


"Maafkan aku, untuk kali ini aku janji akan selalu ada untuk kamu dan juga anak anak kita. Aku tidak akan membiarkan anak kita kekurangan kasih dan sayang dari papahnya." Rahma yang merasa terharu tak bisa lagi menahan tangisnya. Hiks hiks hiks


"Kenapa kau malah tambah menangis, apa kau tidak suka dengan perkataanku." Rahma menggeleng.


"Bukannya tidak suka, hanya saja aku sangat terharu."Arman terkekeh mendengar jawaban Rahma.


Arman memang belum pernah mengatakan bahwa dia sangat mencintai istrinya itu, namun dari sikap nya memperlakukan Rahma dia sadar bahwa suaminya sangat mencintai dirinya tanpa harus mendengar perkataan cinta. Tidak seperti kebanyakan wanita yang harus ada pernyataan cinta untuk mengetahui isi hati, tapi Rahma berbeda ia mengerti sikap suaminya yang begitu perhatian pada dirinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2