
"Kak Arman.Bagaimana kau bisa mengenal Rahma,"Tanya Hendra duduk ruang makan.
Arman yg sedang memeluk Rahma pun melepaskan pelukannya dan mendudukan tubuhnya di hadapan hendra.
"Rahma sangat mencintaiku dan aku menikahinya."Jawab Arman berbohong.
Hendra ternganga mendengar jawaban Arman begitu juga Rahma yang langsung menoleh pada suaminya.
"Mas,kau sedang menceritakan kisah siapa.?"Arman hanya senyum tipis sadar bahwa omongannya tidak benar.
"Hai kak lalu siapa Elisa.?"Ucap Hendra dan Arman diam tak menghiraukan perkataan Hendra.
"Mas masakannya sudah siap bisa tolong panggilkan yang lainnya untuk segera makan."namun sebelum Arman bangun Hendra langsung berdiri
"Biar aku saja .!"ucap Hendra langsung meninggalkan mereka berdua.
Hendra memanggil Pak Kamal Bu Laksmi dan Ibunya untuk makan siang bersama.
Rahma dengan telaten mengambilkan makanan untuk Arman dan juga Kevin.
Disisi lain Hendra memperhatikan Rahma diam diam dan disadari oleh Arman bahwa Hendra memperhatikan istrinya.Kemudian tiba-tiba pak Kamal memulai percakapan.
"Arman satu minggu lagi keluarga almarhumah istrimu akan kembali ke Indonesia,Lidya juga sepertinya akan ikut."Ucap pak Kamal sambil menyendokan makanan pada mulutnya.
Namun Arman hanya diam saja tak menyahut ucapan pak Kamal.
__ADS_1
"Mereka bilang ingin membawa Kevin 1 minggu di rumah mereka."Lanjut pak Kamal.
"Tapi Pak untuk apa?Kevin kan anakku."Ucap Arman
"Arman,walaupun Linda sudah meninggal Kevin kan anaknya Linda.Keluarga Linda juga berhak atas Kevin."Kali ini bu Laksmi yg menjawab.
Arman melirik ke arah Rahma namun Rahma menggelengkan kepalanya.
Seolah Arman bertanya ini saatnya berbicara pada keluarga bahwa Rahma ibu kandung Kevin namun Rahma menolaknya.
"Siapa Lidya paman?Maaf aku tak mengenal Lidya."Tanya Hendra.
"Lidya itu saudara kembar Linda mereka kembar identik mukanya sangat mirip.Namun Lidya mmemilih tinggal di luar negri dan berkuliah disana."Jawab pak Kamal.
Ya ampun ada apa ini,kenapa hatiku sakit mendengar bu Linda memiliki saudara kembar identik.
Apakah mas Arman akan mencintai wajah yang sama.
Mas Arman pun belum bisa melupakan bu Linda.
Apakah mas Arman akan meninggalkanku dan memilih saudara kembar bu Linda.
Lagi pula mas Arman pun belum bisa mencintaiku.
Aaaah berfikir lebih jernih Rahma Cinta itu mengenai hati.
__ADS_1
Lamunan Rahma buyar ketika Arman menggenggam tangan kirinya.Rahma
tersenyum tipis kepada Arman.
"Baiklah terserah Ayah saja.Asalkan tidak ada yang memaksa Kevin."Arman mengusap kepala Kevin dan di balas senyuman oleh Kevin.
"Papah,,kenapa dede dibawa kesana kesini terus.?"Semuanya tersenyum mendengar celotehan Kevin.
"Kan banyak yang sayang sama dede.Katanya oma kangen sama dede nanti dede nginep dirumah oma."
Kevin hanya menganggukan kepalanya seolah mengerti seraya melanjutkan makannya.
"Memangnya ada apa kenapa tiba2 sekali mereka ke Insonesia.Bukankah mereka setelah Linda meninggal bilang tidak akan ke Indonesia lagi ya pak." Tanya bu Laksmi Namun pak Kamal mengangkat bahunya.
"Mungkin ada keperluan kali bu."sambung pak Kamal.
"Terus juga itu Lidya kok tumben ,biasanya dia mana mau pulang ke Indo
waktu Linda menikah pun Lidya tidak datang kan pak."Ucap bu Laksmi mepertanyakan keanehan keluarga almarhumah Linda.
Rahma hanya diam mendengarkan semua tentang Lidya tanpa mau ikut campur dalam pembicaraan yang dia tak mengenalnya.
Rahma melirik ke arah Arman namun Arman pun seolah tak terlalu menanggapi keluarga Linda yang akan datang kembali.Bukankah harusnya Mas Arman senang.
Bersambung.....
__ADS_1