Memang Jodohku

Memang Jodohku
#31 Mencoba Menghasut


__ADS_3

Keesokan harinya Linda mendatangi rumah Pak Kamal Sudrajat. Untuk memulai rencana yang telah ia susun sematang mungkin.


Linda menyalami kedua pasangan suami istri itu dan duduk berhadapan sambil mengulas senyum ramah, tak merasa curiga apapun Pak Kamal sangat ramah pada Linda yang masih ia ketahui adalah Lidya.


"Tumben nak kamu datang kesini. Ibu seneng banget."Tutur bu Laksmi.


"Em sebenarnya begini bu." Wajah Linda berubah jadi murung dan bersedih.


"Loh ada apa nak kok sedih gitu sih." Ucap bu Laksmi sambil menghampiri duduk di sebelah Linda dan mengelua lengannya.


Tanpa basa basi Linda mengeluarkan dan memberikan selembar kertas itu pada bu Laksmi. Dengan tatapan bingung bu Laksmi mengambil kertas itu.


"Surat apa ini nak?" Tanya bu Laksmi masih memegang kertas itu.


"Ibu baca aja." Ucap Linda sedih dan menitikan air matanya.


Bu Laksmi dengan teliti membaca surat itu bait dami baitnya. Terlihat gurat wajah sedih kecewa dan marah, dengan napas yang terngah-engah bu Laksmi mencoba mengatur napasnya hanya saja tanpa bisa dikendalikan akhirnya bu Laksmi pingsan.


"Loh bu, ibu kenapa.!"Teriak pak Kamal panik, Pak kamal pun langsung memangku kepala istrinya. Tak hanya pak Kamal yang di buat kaget melainkan Linda pun sangat kaget tak menyangka akan seperti ini reaksi bu Laksmi.

__ADS_1


Kemudian pak Kamal mencoba membangunkan istrinya dengan memberikan minyak kayu putih pada pangkal hidungnya. Sambil menunggu bu Laksmi sadar pak Kamal mengambil kertas yang membuat istrinya pingsan itu. Dengan seksama pak Kamal membaca isi dari surat itu, dengan ekspresi datarnya sehinga Linda sangat sulit mengartikan ekspresinya. Satu satunya cara mengambil langkah selanjutnya adalah ketika bu Laksmi saar.


setelah 10 menit berlalu akhirnya bu Laksmi sadar juga, dengan kepala yang masih pusing bu Laksmi memegang kepalanya.


"Pak Arman pak. Kasihan putra kita pak?" Sambil menangis bu Laksmi memeluk pak Kamal.


"Iya bu sabar, nanti malam kita akan menemui mereka untuk meminta penjelasan."Ucap pak Kamal mengusap punggung istrinya.


"Pak bu apa kalian akan membiarkan Arman hidup bersama wanita yang gila harta. Bahkan dia rela menjual anaknya kepada kalian demi uang, bahkan sekarang Rahma berhasil menikah dengan mas Arman mungkin ini sudah dia rencanakan bu pak." Bu Laksmi dan pak Kamal memasang ekspresi datar tak ingin bicara yang macam macam di depan Linda.


"Terima kasih atas informasinya. Tapi lebih baik sekarang kamu pulang ini masalah keluarga kami biar kami yang menyelesaikannya."Tutur pak Kamal, Linda memang tidak begitu senang dengan tanggapan seperti itu dari orang tua Arman. Tidak seperti yang Linda harapkan, namun Linda hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Linda pun berpamitan untuk pulang pada mereka berdua.


Setelah kepulangan Linda,


"Gimana apanya bu.?" Jawab pak Kamal bingung.


"Nasib Arman Pak. Bagaimana ini Arman menikah dengan Rahma yang gila harta pak." tutur bu Laksmi sambil menangis.


" Husss ibu jangan berbicara seperti itu, lebih baik kita tanyakan dulu kebenarannya pada mereka . Dan kenapa mereka menutupinya dari kita bu." Pak Kamal menenangkan bu Laksmi.

__ADS_1


***


Di kamar Linda


"Siiiaaallll." Teriak Linda sangat keras sambil membanting barang-barang yang ada di kamarnya.


"Sial kenapa kalian seperti tidak terhasut oleh omongan ku. Apa kalian buta disitu jelas-jelas Rahma menjual anaknya demi sejumlah uang. Apakah itu wanita baik-baik.?"gumam Linda sambil menatap cermin memantulkan wajah dirinya yang sangat acak-acakan.


"Rahma aku gak akan berhenti hanya sampai disini. Hahahahaha" Linda tertawa sangat keras di kamarnya.


.


..


.


.


.Bersambung...

__ADS_1


Maaf ya cuma dikit. Jangan lupa Like an Komemnya ya


Love you muaccvvh


__ADS_2