
Hari ini Arman hari ini berniat ingin memberi kejutan kecil kepada Rahma.Arman rencananya akan pergi ke Boutiq mengajak Rahma dan Kevin makan siang bersama.
Namun langkah kaki nya terhenti ketika di Lobby Ia melihat Lidya sudah berdiri di depannya.
Mereka saling bertatapan untuk sesaat,Arman merasa ada yang aneh dengan tatapan Lidya.
Bukannya dia akan datang satu minggu lagi?Tapi kenapa dia sudah ada disini.
Arman berjalan menghampiri Lidya yang masih berdiri menatapnya.Lidya mengulurkan tangannnya untuk berjabat tangan dengan Arman dan memberi senyuman pada Arman.
Arman pun membalas jabatan tangan Lidya.
"Katanya kalian sekeluarga akan datang satu minggu lagi.?"Tanya Arman dan melepas jabatan tangannya.
"Oh iya mas Papah mempercepat kedatangan kami karena memang ada urusan yang harus di urus cepat-cepat.Dan maaf karena aku tiba-tiba datang kesini tanpa kasih tau mas terlebih dahulu.!"
"Oh ok kalo gitu kamu bisa datang ke rumah Ayah dan Ibu aja.Maaf permisi aku masih banyak urusan."Ucap Arman lalu meninggalkan Lidya, namun tangan Arman ditahan oleh Lidya dan Ia pun berhenti lalu berbalik menghadap Lidya.
"Ada yang mau aku omongin sama kamu mas.!"
Arman mengernyitkan dahinya,Ia merasa ada yang aneh dengan Lidya.
"Silahkan..."Arman memberinya waktu untuk Lidya berbicara.
__ADS_1
"Tapi apa bisa kita bicaranya sambil makan siang di cafe dekat sini."
Arman yang merasa penasaran apa yang akan dibicarakan oleh kembaran mendiang istrinya ini.Arman pun menyetujui ajakan Lidya dan Ia pun mengurungkan niat nya untuk menemui Rahma dan Kevin di Boutiq.
****
"Silahkan apa yang ingin kamu bicarakan".Arman duduk berhadapan dengan Lidya sesekali ia melihat jam di tangannya.
Namun bukannya bicara, Lidya malah menggenggam erat kedua tangan Arman.Arman dengan refleks menarik tangannya dari genggaman Lidya.
"Apa-apaan kamu.Jangan membuat orang lain salah faham.!"Bentak Arman.
Kemudian Lidya menunduk dan menangis,Arman dibuat begitu heran dengan kelakuan Lidya pun segera bangun dari duduknya.
"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan.Jika tidak ada yang ingin kamu bicarakan,maaf aku harus pergi karena hari ini aku sangat sibuk.!"Arman berniat pergi namun Lidya bangun dari duduknya dan memeluk tubuh Arman.
"Biarkan,,,biarkan seperti ini sebentar saja.Aku mohon mas."Pinta Lidya.Sementara semua pengunjung yang berada di cafe menoleh ke arah Lidya yang memeluk Arman.
"Kamu sadar gak sih ini tuh tempat umum.!"Dengan kasar Arman melepaskan pelukan Lidya.Kemudian Lidya meminta Arman untuk tetap duduk dan tidak pergi,karena Arman tak ingin ada perdebatan hanya mengiyakan permintaan Lidya,kemudian ia pun duduk kembali ke tempat semula.
"Jangan membuang waktu cepat apa yang ingin kau katakan.!"Ucap Arman tegas.
"Mas aku sebenarnya...."Belum melanjutkan ucapannya,Kemudian hp Arman berdering.Lidya pun menghentikan seketika ucapannya.
__ADS_1
Kemudian Arman mengangkat panggilan tersebut yang tak lain adalah Rahma.
Arman;Assalamualaikum.
Rahma ; Wa'alaikumsalam mas.
Arman ;Ada apa Rahma?
Rahma ;Kamu lagi dimana mas,udah makan belum.?
Arman ; Aku udah makan tadi,sekarang aku lagi ada meeting penting.
Rahma ; Oh yaudah met kerja ya.
Mereka pun menutup panggilan mereka.
Rahma bingung kenapa mas Arman harus berbohong kepadanya.????
.
.
.
__ADS_1
..
.BERSAMBUNG.