Memang Jodohku

Memang Jodohku
#26


__ADS_3

Selesai makan Rahma mengajak Arman ke kamarnya. Rahma merebahkan tubuhya di Kasur berbantalkan paha suaminya.


"Mas,,,,"


"Hemmm."


" Ajak aku jalan-jalan ke kaya orang orang gitu." Namun Arman masih sibuk dengan mengotak atik ponselnya.


"Mass.."


"Apa..?"


"Denger gak sih aku ngomong." Mulay kesal.


"Iya." jawab Arman singkat


"Iya apa coba.?"


"Jalan jalan kaya orang orang." jawab Arman mengeluarkan nafas kasar.


"Terus."


"Terus apa.?" Arman bingung


"Terus apa jawabannya..?!!"Bentak Rahma kesal.


"Sayang kamu bisa diem gak sih. Aku tuh lagi nahan sakit perut karena tadi makan kebanyakan." Arman sambil meringis.


"Lagian makan kaya orang gak nemu makanan setahun aja." Rahma bangun dan mendudukan dirinya disamping Arman.


"Ini kan gara-gara kamu juga."Lanjut Arman. Rahma menoleh heran.


"Loh kok aku.?Kamunya aja rakus."


"Yaudah nanti malem kita kencan ya." Ajak Arman. Rahma mengangguk senang tak luput dengan senyuman khas yang dimilikinya.


Drrrt..Drrrt...Drrrt.


Ponsel milik Rahma bergetar. Dilihat panggilan masuk dari Dini sahabatnya Rahma, tak menunggu waktu lama Rahma langsung mengangkatnya.


Rahma ; Assalamualaikum.

__ADS_1


Dini ; Wa alaikum salam.


Rahma ; Ada apa Din?


Dini : Bisa ketemu gak ?


Rahma ; Kapan dan dimana Din?


Dini ; Sekarang bisa gak. Aku kerumah kamu deh.


Rahma ; Aku lagi di rumah ibu. Kalo mau nanti malem aja kita ketemu, kebetulan nanti malem aku mau kencan ma mas Arman.


Dini ; Oke share lokasinya ya beb. Oh ya selamet ya yang mau kencan.hehehe


Rahma ; Udah ah. Nanti aja ledek ledekannya baayy.


Rahma memutuskan panggilan telponnya.


"Siapa sayang."


"Dini."


"Oh . Ada apa?"


Setelah menunaikan shalat Maghrib berjamaah Rahma dan Arman berpamitan kepaba Ibu yeni untuk pulang. Namun tentu tidak langsung pulang mereka melanjutkan pada rencana mereka untuk pergi berkencan dan bertemu dengan Dini dan juga calon suaminya.


Terlihat senyum di bibir kedua sahabat itu. Bagaimana tidak bahagia Dini akan segera menikah dengan Rio ayah dari anak yang dikandungnya. Meskipun Rio belum mencintai Dini sepenuhnya, sedangkan Rahma kalian pasti tau perjuangan Rahma sampai ke titik ini.


"Aku mau kasih ini." Ucap Dini sambil menyyodorkan kertas undangan pada Rahma.


"Waaah gak nyangka secepet ini."Ucap Rahma kegirangan sambil mengambil kertas undangan itu.


Mereka duduk berempat bersama pasangannya masing- masing.


"Awww lepasin aku kak. Lepasin."Suara jeritan seorang gadis. Mereka berempat pun menoleh ke arah sumber suara.


"Elisa..." Nama itu lolos dari bibir Arman dan Rahma bebarengan.


Plak..Plak..Plak 3 kali Lelaki itu menampar wajah Elisa hingga ujung bibirnya mengeluarkan darah. Kemudian Pemuda itu menarik lagi tangan Elisa kasar menyeretnya keluar Cafe itu sampai ke parkiran.


"Lepasin aku mohon kak."Jerit Elisa

__ADS_1


"Dasar wanita ****** kamu berani main gila di belakang aku kan."


"Sumpah demi Tuhan kak aku gak selingkuhin kamu."Ucap Elisa sambil bersujud di kaki pemuda itu.


"Dasar wanita murahan. Kamu pikir aku akan percaya.!"


BUGGH. Lelaki itu jatuh tersungkur, karena tonjokan Arman secara tiba-tiba.


"Mas Arman."Lirih Elisa


"Siapa loe..?" Ucap Lelaki itu seraya mengusap darah di sudut bibirnya.


"Loe siapa memperlakukan wanita seperti itu." Ucap Arman kembali menonjok Rendy.


"Mas Arman sudah ." Elisa menahan tangan Arman yang hendak melayang lagi ke wajah Rendy.


"Gue suaminya Elisa. Terserah gue mau memperlakukan dia seperti apa." Bentak Rendy.


"Lelaki seperti inikah Elisa ." Tanya Arman tegas


"Maafkan aku mas."


Kemudian Rendy membawa masuk Elisa kedalam mobil. Namun Elisa hanya menurut karena tak ingin menambah kekacauan lagi.


Sedangkan Arman diam mematung tidak bisa berbuat apapun karena Rendy mengaku suami dari Elisa.


Rahma berlari menghampiri Arman di parkiran.


"Dia siapanya Elisa mas. Kok kasar banget sih."Tanya Rahma


"Dia suaminya Elisa. Aku gak nyangka Elisa ninggalin pertunangan denganku hanya demi lelaki seperti itu." Jawab Arman tak sadar akan ucapannya.


"Jadi kamu sedih udah ditinggal sama Elisa."


"Justru aku beruntung dia ninggalin aku. Jadi aku bisa mendapatkan kamu yang jauh lebih baik dan cantik." Arman mencubit kecil pipi Rahma.


"Huuuh Gombal. Ayo mas Dini dan calon suaminya nunggu kita di dalem." Ajak Rahma seraya menggandeng lengan suaminya.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Maaf ya kalo ceritanya ngaco


__ADS_2