Memang Jodohku

Memang Jodohku
#22


__ADS_3

Arman.


Gila ini benar-benar gila disaat aku mulay membuka hati untuk istriku tiba-tiba saja Linda kembali datang.


Aku memang sangat mencintai Linda,


Tidak....Tidak....Tidak.


Jangan bodoh bukan Linda yang aku cintai melainkan mendiang istriku.Dia yang selama ini menemaniku dalam suka maupun dukaku.


Dan sekarang aku sudah memiliki istri wanita yang sudah seharusnya aku cintai dan sayangi.


Rahma masa depan ku dan Linda hanya masa lalu.


****


Arman hari ini pulang dari kantor lebih awal dari biasanya.Arman tidak langsung pulang ke rumah namun Arman pergi menuju makam mendiang istrinya.


Arman berlutut didepan makam Lidya seraya memegangi nama pada batu nisan itu.Tak tersasa air mata Arman menetes begitu saja.


"Kenapa kalian tega mempermainkan perasaan aku.Hingga aku buta tidak bisa mengenali kalian ,sebegitu besarkah rasa cintaku ini.Bahkan di batu nisan ini tertulis namamu Linda.


Maafkan aku Lidya selama kau hidup dengan ku,bahkan aku tak pernah memanggil namamu.


Tapi sungguh aku tak akan ragu rasa cintaku ini milikmu bukan milik Linda."


Arman masih memandangi batu nisan milik istrinya.


Setelah berziarah ke makam istrinya , Arman segera pulang menuju rumahnya.


Entah kenapa rasanya masih tidak bisa percaya pada takdir hidup dirinya.


Butuh waktu satu jam dari makam Lidya menuju rumah Arman,hinga Arman tiba dirumah pada waktu maghrib.

__ADS_1


"Assalamualaikum...."Ucap Arman ketika masuk kedalam rumah.


"Waalaikum salam..."sahut Rahma dan Kevin bersamaan.


Kevin langsung berlari ke arah Arman. Dan Arman langsung menggengdong putra kesayangannya.


Rahma pun segera menghampiri Arman dan mencium punggung tangan Arman tanpa berkata-kata.


Arman mengendong Kevin pergi menuju kamarnya,seperti biasa ia akan pergi mandi terlebih dahulu sebelum makan malam.


"Papah..."Ucap Kevin dan turun dari gendongan Arman.


"Hhmmm."Arman tersenyum pada Kevin.


"Tadi mamah nangis."


"Memang kenapa mamah menangis."Sambil berjongkok mensejajarkan dengan tubuh Kevin.Ternyata Kevin memang melihat Rahma menangis namun Kevin hanya diam tak mempertanyakan apapun pada Rahma.


"Dede gak tau mamah nangis kenapa.Tapi tadi dede liat Papah."Arman mengerutkan keningnya karena sedikit bingung akan ucapan Kecin.


"Mamah ngajak dede makan dekat kantor Papah.Tapi mamah gak jadi masuk ke Cafe itu pas dede liat papah lagi di peluk sama tante."Ucap kevin.


Degggg.


Arman kaget mendengar ocehan putranya.


"Apa Rahma melihat Linda memeluk aku."Lirih Arman pelan.


Jadi dia melihatnya.Ya ampun pasti dia salah paham padaku,apa yang harus ku katakan.Apa aku harus jujur padanya tentang Linda agar tidak ada kesalah pahaman.Bahkan aku sudah berbohong padanya di telpon tadi.Batin Arman


"Sayang papah mandi dulu ya,sebaiknya dede tunggu sama mamah di bawah."


"Ok pah,dede mau bantuin mamah masak."Kevin pun langsung keluar dari kamar dan berlari menuju ke dapur dimana Rahma tengah memasak untuk makan malam.Maklum anak umur segitu kemana-mana pasri lari.

__ADS_1


Arman kemudian mandi untuk membersihkan sisa sisa kotoran yang melekat pada tubuhnya.Sungguh sangat penat hari ini begitu banyak kejadian di luar dugaannya.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya.Arman segera turun menuju ruang makan dan disitu ada Rahma juga Kevin sedang menunggu Arman.


Arman menarik kursi dan mendudukan tubuhnya sementara Rahma sibuk mengambilkan nasi untuk suaminya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Kenapa Rahma diam saja.Batin Arman.


Sudah berbohong tadi siang,lalu sekarang dia malah mendiamkanku.Nyebelin kamu mas.Batin Rahma


Mereka bertiga makan bersama, Rahma dan Arman tak berbicara sama sekali.Hanya Kevin yang berceloteh bicara ini dan itu.


Apa Rahma sedang marah padaku.


Apa aku harus bicarakan kejadian tadi siang pada Rahma,walau bagaimanapun dia istriku.Tidak baik jika terus salah paham seperti ini.Batin Arman


Padahal aku tidak akan marah jika dia mau jujur dan tidak berbohong.Tapi apa ini bahkan dari pulang kerja dia hanya diam tak berbicara apapun padaku.


Apakah dia benar menjalin kasih dengan Lidya.Batin Rahma


.


.


..


.


.


Bersambung....


Hay kak mohon dukungannya.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya.


__ADS_2