
Di dalam Cafe
"Rahma mas Arman, maaf kami gak bisa berlama-lama. Masih banyak yang harus kami urus, kami permisi pamit dulu ya." Dini dan Rio bangkit dari duduknya.
"Iya hati-hati ya. Kapan -kapan kita makan malam bareng ya." Ucap Rahma di jawab oleh anggukan Dini. Mereka lalu pergi meninggalkan Rahma dan Arman.
Setelah bertemu dengan Dini, Rahma dan Arman pergi ke taman kota untuk melanjutkan kencannya. Sangat ramai, Pedagang kaki lima disana sini serta pengunjung yang berlalu lalang, banyak juga pasangan muda mudi.
Arman sedikit kurang nyaman dengan
keadaan ramai seperti ini pasalnya dia bersama mendiang istrinya pun belum pernah ketempat seperti ini selain tempat-tempah mewah kelas atas.
"Mas kalo Kevin ikut pasti dia suka tempat ini." Seru Rahma sambil menggandeng lengan suaminya.
"hemm."
"Mas kok kamu kaya gak seneng gitu."
"Bukan gak seneng tapi cuma kurang nyaman aja. Aku gak pernah datang ke tempat ramai seperti ini."
"Ya harus dibiasain dong mas. Kamu kan punya istrinya dari kalangan rakyat jelata,"
Arman mencubit pelan hidung Rahma gemas.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.
Secepat itu kamu melupakan aku mas, apakah kau mencintai istrimu itu?
Aku masih mengharapkan kamu mas, walaupun ini salah aku akan berusaha membuat kamu kembali kepadaku mas.
__ADS_1
Linda .
****
Linda mengajak Kevin mendatangi kantor Arman, Ia menggunakan Kevin sebagai alat untuk alasan bertemu dengan Arman.
"Tante ini kan kantor Papah."Tanya Kevin
"Iya Papah nyuruh tante bawa Kevin kesini. Katanya Papah kangen."
"oh" Kevin hanya mengikuti tuntunan tangan Linda tidak ingin banyak bertanya lagi.
sesampainya di depan ruangan Arman, Linda sempat dilarang masuk oleh sekertaris pribadi Arman. Namun ketika melihat Kevin bersamanya mau tidak mau sekertarisnya pun mengijinkan Linda masuk.
Bener-bener besar pengaruh bocah ini untuk Arman juga untuk perusahaan ini. Gak sia-sia aku mengajaknya kemari.
Tok...Tok..Tok
Linda pun masuk ke ruangan Arman, Arman melihat siapa yang datang pun tersenyum segera bangkit dari duduknya dan menghampiri putranya tanpa memperhatikan Linda disisinya.
"Sayang" Arman langsung menggendong putranya dan membawanya duduk dalam pangkuannya.
Linda masih berdiri memperhatikan Arman.
"Mas aku bawa makan siang buat kamu."ucap Linda masih memegang papperbag berisi makanan itu. Arman yang baru sadar akan kehadiran Linda karena hanya pokus pada Kevin.
"Gak usah repot-repot. Kamu bawa pulang aja."
"Kok gitu sih mas, hargain dong mas."
__ADS_1
"Siapa yang suruh lagian aku gak minta."
"Ya setidaknya hargai pemberian dari aku."Linda masih berdiri karena belum di persilahkan duduk oleh Arman.
"Yaudah taro aja dimeja. Kamu boleh pergi.!" Tanpa melirik masih pokus pada Kevin.
"Baiklah kalo gitu. Ayo Kevin kita pulang.!"Ajak Linda.
"Kevin tetap disini. Aku akan makan siang bersamanya."
"Mas kamu gak boleh gitu dong. Kan udah janji Kevin sama keluarga ku dalam satu minggu ini. Jangan mentang-mentang Lidya udah gak ada kamu sepenuhnya memiliki Kevin. Inget mas dia juga putra Lidya."
Linda memang belum mengetahui kalo Kevin bukan putranya Lidya sama seperti yang lainnya.
Arman hanya diam bingung mau menjawab apa. Memang dia juga janji dan ini belum satu minggu.
"Baiklah ayo kita makan siang bersama."Tarpaksa makan siang bareng Linda karena ingin bersama Kevin.
Aku akan cari cara agar Kevin tetap bersama keluargaku. Dengan begitu Arman akan dengan mudah kembali padaku.batin Linda
Linda membuka papperbag itu dan mengeluarkan makananya satu per satu. Kevin senang bisa makan bersama Papaphnya lagi sudah dua hari ini Kevin malas makan. Linda mengelus kepala Kevin ingin memperlihatkan pada Arman bahwa dia sayang pada Kevin.
"Makan yang banyak ya sayang." Ucap Linda.
Sebenarnya Arman sudah tau niat Linda memperalat putranya agar bisa dekat dengan dirinya. Arman harus segera mencari cara untuk memberi tahu semuanya kalo Kevin putranya dengan Rahma bukan dengan Lidya. Jika dibiarkan Linda akan seenaknya serti sekarang.
.
.
__ADS_1
.Bersambung.
Semoga kalian suka