
Arman mengecup bibir ranum Rahma dengan lembut, hingga membuat Rahma terbangun.
"Ehm mas kau sudah bangun?" Rahma dengan refleks langsung duduk dan mengucek matanya.
Kemudian menengok ke arah jendela ternyata sudah siang, baru kali ini dirinya bangun siang.
Seperti anak sekolah yang takut terlambat Rahma segera bangun dan berniat berlari ke kamar mandi namun sebelum itu Arman sudah menarik tangan Rahma.
"Mau kemana?" Tanya Arman.
"Mau mandi mas, maaf aku kesiangan dan juga aku belum menyiapkan keperluanmu bahkan aku juga belum menyiapkan sarapan untukmu." Ucap Rahma sambil melihat penampilan Arman yang sudah rapih, Rahma merasa tidak enak pada suaminya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena merasa bersalah.
Namun Arman hanya senyum kemudian menarik tubuh Rahma hingga duduk di pangkuannya.
"Jangan terlalu banyak bergerak kau sedang hamil anak keduaku." Arman menyisir rambut Rahma dengan jarinya, Rahma menggeser tubuhnya hingga menghadap Arman namun tetap dalam pangkuan Arman.
"Mas aku hamil bukan sedang sakit." Rahma terkekeh
"Tetap saja kau harus pelan pelan saat berjalan dan jangan banyak bergerak, karena aku tak ingin terjadi apa-apa pada bayi kita.!"
Bayi kita????
Ya Tuhan kebahagiaan macam apa ini ? Kenapa hanya kalimat seperti itu saja bisa membuat hatinya begitu bahagia. Ternyata sebahagia ini ketika hamil ada suami disamping kita.
Arman mengusap wajah Rahma dengan lembut membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan sampai senyum-senyum sendiri seperti itu?"
"Kau baru sadar ya bahwa suamimu ini sangatlah tampan?" Arman memicingkan matanya sambil tersenyum meledek, Rahma seketika mengerjap gugup sambil membuang muka karena malu.
Setelah selesai mandi Rahma langsung turun ke dapur, ia pun dibuat terkejut ketika sudah ada hidangan di meja makan nya pasalnya walaupun mereka memiliki pembantu tapi tidak untuk memasak Rahma ingin melayani suaminya dengan masakan buatannya sendiri.
"Mas ini kamu yang masak?" Masih merasa takjub.
"Biasa aja deh gak usah lebay.!" Jawab Arman Sambil menarik satu kursi mempersilahkan Rahma duduk.
Rahma pun segera duduk dan tak sabar ingin mencicipi masakan suaminya kemudian Rahma menyodorkan piring minta diambilkan makanan,
Arman menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri.
Arman mengambil alih piring Rahma
"Sini biar ku suapi.!"
Rahma tak menolak, ia makan dari suapan tangan Arman.
Ia mulai mengunyah makanannya,
"Mas enak sekali masakan kamu." Ucapnya dengan wajah yang berbinar.
"Biasa aja kok." Jawab Arman santai.
__ADS_1
Rahma yang tak perduli dengan jawaban Arman hanya diam dan menikmati suapan demi suapan makanan yang Arman berikan hingga kandas tak tersisa dipiringnya.
Rahma mengerucutkan bibirnya, sambil melirik ke makanan yang masih tersaji di meja.
"Ada apa?" Tanya Arman.
Rahma hanya diam dan menelan ludahnya.
"Apa kau mau nambah lagi?"
Rahma menengok ke arah Arman dan menganggukan kepalanya dengan cepat, Arman terkekeh kecil dan mengusap pucuk kepala istrinya dan kemudian menciumnya.
Apakah ketika dia mengandung Kevin memiliki nafsu makan yang besar seperti ini. Ya Tuhan sungguh berdosanya dirinya dulu tidak menemani Rahma saat mengandung anak pertamanya itu, untuk kali ini dia tidak akan menyia-nyiakan moment penting seperti ini.
Hingga kedua kalinya piring itu kandas tak tersisa.
"Mau nambah lagi?"
Rahma mendorong piringnya sedikit menjauh, dan mengeleng sambil mengambil napas panjang.
"Aku kenyang mas."
Bersambung....
maaf ya cuma sedikit.....
__ADS_1