
Baru satu hari Rahma di rumah tanpa adanya sang suami rasanya begitu sangat sepi dan hampa. Dirinya yang biasanya giat pergi bekerja pun hari ini hanya tiduran diatas kasur king sizenya sambil memandangi poto suaminya di ponsel. Rahma sengaja tak lepas memegang ponsel bilamana sang suami menelpon dia bisa langsung menjawabnya.
"Mas cepet pulang aku sepi gak ada kamu," Lirih Rahma seraya telunjuknya menyentuh poto Arman.
"Kenapa rasanya aku begitu cemas kamu pergi.!" Masih memutar-mutar telunjuknya di poto Arman bagian wajahnya.
"Sepertinya dede bayi rindu papahnya." Tangannya mulai beralih ke perutnya seraya mengusapnya pelan.
Rahma langsung tersenyum senang ketika ada panggilan video masuk dari Suamiku, tak menunggu waktu lama dirinya segera menekan tanda hijau untuk menerima panggilan.
Di sebrang sana Arman terkekeh bahwa secepat itu istrinya mengangkat panggilan dari dirinya.
Arman mengerutkan dahinya yang mendapati istrinya sedang berbaring di kasur dalam keadaan belum mandi.
Dengan senyum manis Rahma yang menampakan lesung pipinya membuat Arman begitu gemas pada istrinya, walaupun rambutnya terlihat berantakan tetapi tak membuat Rahma terlihat jelek.
Terlihat Arman menutup hidungnya ,
"Mas kenapa menutup hidungmu.?" Ucap Rahma
__ADS_1
"Kau belum mandi dan baunya sudah sampai kesini." Ucap Arman terkekeh melihat ekspresi Rahma yang disebut bau.
"Ini karena dede bayinya gak mau mandi.!" Rahma membela dirinya mengusap perutnya dan ponselnya di arahkan ke arah perutnya dan setelah itu diarahkan lagi kepadanya.
"Apakah benar begitu? Kenapa baby ku tak mau mandi? Apa karena ibunya memang malas mandi." Ucap Arman pura-pura berfikir dan berhasil membuat Rahma semakin kesal.
"Maaaassss" Ucap Rahma manja seraya mengerucutkan bibirnya.
"Kau terlihat sangat cantik jika tersenyum. Tapi melihat bibirmu seperti itu kau terlihat seperti anak bebek, hahahahaha." Ledek Arman baru kali ini dirinya meledek sang istri hingga membuat Rahma kesal dan hampir menangis Dan baru kali ini juga Arman tertawa lepas.
Rahma pun merasa aneh kenapa suaminya meledek dirinya sampai tertawa begitu, sungguh membuat kesal terlebih lagi hormon ibu hamil sangat sensitive akan ucapan-ucapan sepele.
"Baiklah maaf ya sayang, nanti besok aku pulang kau mau oleh-oleh apa?"
Rahma terkejut dan senang mendengar suaminya besok akan pulang.
"Katanya 3 hari kau disana mas.?"
"Ya karena pekerjaan disini sudah selesai ditangani jadi besok siang aku bisa pulang. Kau mau ku bawakan oleh-oleh apa?"
__ADS_1
"Aku tidak ingin apa-apa, yang penting kau pulang dengan selamat dan menepati janji-janjimu" ucap Rahma.
"Janji yang mana?" Arman pura-pura lupa.
"Baru sebentar saja kau sudah melupakan janjimu padaku. Kau harus cepat pulang dan memanjakan dede bayi mas kan sudah berjanji akan selalu menemani perkembangan dede bayi."
"Iya iya aku tak mungkin melupakannya dulu aku tidak bisa memanjakan mu saat hamil kevin. Tapi kali ini aku akan selalu ada untuk mu dan juga anak-anak kita." sahut Arman
Meskipun Arman berkata demikian tapi kenapa Rahma rasanya begitu cemas pada Arman, perasaan macam apa ini? tanyanya dalam hati.
Mungkin ini karena rindu.
"Mas,,, apakah kau tidak merindukanku?" tanya Rahma ragu-ragu dan sontak saja membuat Arman kembali tertawa keras hingga suaranya memenuhi ruangan kerjanya.
"iisssh menyebalkan sekali." Ucap Rahma.
"Baiklah baiklah sayang aku sangat rindu, kau segalanya untukku." seketika menghentikan tawanya dan memandang serius wajah Rahma di ponsel.
Bersambung dulu......
__ADS_1