
Linda sudah kehabisan cara untuk menarik hati Arman, namun dia tidak akan berhenti sampai disini obsesinya terhadap Arman sudah mengalahkan akal sehatnya.
Untuk menghilangkan rasa penatnya Linda pergi ke Club malam mencari kesenangannya dengan minuman-minuman yang membuat kepalanya pening.
"Mas Arman kau hanya milikku."
"Tinggalkan Rahma karena hanya aku yang mencintaimu mas."
"Kau hanya boleh menjadi milikku, jika aku tak bisa memilikimu maka orang lain pun tidak boleh memilikimu." Gumaman gumaman iya lontarkan isi hatinya. Rasa pusing yang ia rasakan semakin tajam saja, dia memukul mukul kepala demi mendapatkan kesadarannya namun sia-sia saja karena seketika dirinya ambruk tak sadarkan diri.
Tanpa Linda sadari sedari tadi ada seorang lelaki yang memperhatikannya dari kejauhan. Melihat Linda yang pingsan membuat lelaki itu berlari menghampirinya dan membawa Linda keluar ari tempat itu.
Lelaki itu membawa Linda masuk kedalam mobilnya namun dia bingung harus membawa wanita ini kemana.
"Mas Arman...Mas Arman kamu harus jadi milik aku." Ocehan Linda dalam pingsannya membuat lelaki itu mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Apakah Arman kekasihnya.? Kasihan sekali." Ujarnya dan langsung melajukan mobilnya, Lelaki itu masih kebingungan mau membawa Linda kemana.
Setelah lama dia mengemudi sambil berfikir, tibalah didepan sebuah hotel yang tampak biasa saja tak ada unsur mewah. Karena lelaki itu tidak ingin banyak pertanyaan dari pihak hotel maka dari itu dia lebih memilih hoteh yang menurutnya biasa.
Linda tersadar dari pingsannya namun masih dalam keadaan mabuk, ia menoleh ke samping ada seorang lelaki sedang duduk memperhatikannya.
"Mas Arman kenapa jauh sekali duduknya, kesini duduk di sampingku." Sambil menepuk nepuk kasur disebelahnya menyuruhnya duduk di sampingnya.
Lelaki itu pun menghampiri Linda dan berdiri di hadapan Linda, sambil tangan kanan mengulurkan tangannya ke arah Linda dan tangan kirinya di masukan kedalam saku celananya.
Linda masih belum mendapatkan kesadarannya bukannnya membalas salaman dari Rian, Linda malah menarik Rian ke kasur hingga terjatuh di atas tubuh Linda.
Linda yang menyangka Rian adalah Arman pun memeluknya dengan sangat erat.
"Mas Arman jangan tinggalin aku, untuk malam ini saja tidurlah denganku."Lirih Linda tak melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Rian yang semula ingin melepaskan pelukannya pun terpaksa hanya diam saja ketika tubuhnya dipeluk oleh Linda.
Apakah wanita ini telah dicampakan oleh lelaki sedari tadi hanya nama Arman yang dia panggil sampai-sampai dia mengira diriku ini Arman. Lirih Rian dalam hatinya.
Tidak banyak pertanyaan lagi Rian pun tertidur sambil memeluk tubuh Linda.
***
Meskipun Rahma hamil anak kedua tapi ini kali pertama bagi Arman merasakan senangnya menemani istri yang tengah mengandung anaknya, saat Kevin bahkan Arman tidak mengetahui bagaimana Rahma mengandung.
Pagi ini Arman bangun lebih dulu dari istrinya, Ia menyiapkan segala ke perluannya sendiri seperti menyiapkan baju kerja dan memasak sarapan untuk istrinya. Walaupun Arman terbilang pengusaha yang sangat sukses tapi Arman sangat pandai memasak kalau saja dirinya tak meneruskan perusahaan milik Pak Kamal, cita-cita nya sedari kecil ingin menjadi koki yang terkenal.
Setelah selesai dengan segala tugas dapurnya, Arman segera ke kamar untuk membangunkan Rahma rasa senang yang dirasa oleh Arman begitu besar hingga senyum di wajahnya tak henti sejak mengetahui istrinya hamil.
Bersambung....
__ADS_1
uuuppsss maaf banget ya cuman sedikit.