
Linda terbangun dengan kepala yang masih sangat pusing karena efek mabuk semalam, ia menengok ke sekitar bingung ada dimana.
Saat dirinya hendak bangun Linda di kejutkan oleh lelaki disebelahnya yang sedang terlelap bertelanjang dada dan di tutupi selimut setengah badan, teringat semalam ia mabuk Linda segera memeriksa tubuhnya apakah ia masih memakai baju?
Saat didapati dirinya masih lengkap memakai pakaian, ia menarik nafas dalam-dalam tanda ia bernafas lega karena ia tak melakukan apapun dengan pria ini.
Walaupun dirinya bukan lagi perawan ia tak mau sembarangan tidur dengan lelaki apalagi yang tak ia kenal.
Linda segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, namun langkahnya terhenti ketika suara seseorang menyapanya.
"Apakah tidurmu nyenyak?"tanyanya, Linda pun menghentikan langkahnya dan menoleh.
" Terima kasih." jawab Linda.
"untuk apa?" Tanya lelaki itu sambil tersenyum meledek.
Linda malas menanggapinya, ia pun segera melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
30 menit Linda selesai membersihkan tubuhnya dari aroma alkohol semalam Linda pun keluar dari kamar mandi namun dirinya sudah tak mendapati lelaki yang tidur bersamanya tadi.
__ADS_1
Tak terlalu ambil pusing Linda mengambil tasnya yang berada di atas nakas, ada selembar kertas bertuliskan nomor ponsel di bawah tas Linda.
"Rian ?" Linda membaca kertas tersebut.
"Untuk apa di memberi nomor ponsel padaku?" Tak mau berfikir panjang Linda langsung memasukan kertas tersebut ke dalam tas nya dan segera pergi dari tempat itu.
***
Siang harinya setelah rapat selesai Arman mengirimkan pesan kepada istrinya.
Sayang hari ini aku harus ke luar kota untuk mengurus cabang perusahaan yang baru. Isi pesan singkat Arman, tak lama kemudian ponselnya berdering tertera nama My pretty wife memanggil. Tak menunggu lama Arman langsung menerima panggilan tersebut.
"Sebenarnya tidak mendadak sayang, hanya saja aku lupa memberitahumu."
"Apa kau akan lama?"
"Hanya tiga hari sayang. Jika saja ini bukan mengurus cabang baru aku tak perlu repot-repot pergi."
"Baiklah, hati-hati kami bertiga menunggumu.!" Ucap Rahma sambil memutuskan sambungan telponnya. Entah kenapa rasanya begitu berat mendengar Arman akan ke luar kota padahal hanya tiga hari, tak terasa air mata Rahma mengalir begitu saja.
__ADS_1
Setelah mengubungi istrinya siang itu Arman dan juga sekertarisnya segera berangkat menuju kota tujuan menggunakan jet pribadi miliknya.
Disisi Lain...
"Kamu dari mana saja?" Tanya wanita berwajah pucat pasi.
Rian menoleh malas dan berlalu meninggalkan wanita itu.
"Kenapa kamu jadi seperti ini yan, mana janji-janjimu akan mencintai aku sampai mati. Ini memang semua salah ku yang tak bisa mengandung." Lirih Elisa seraya menghapus air matanya yang tak mau berhenti membasahi pipinya.
Elisa pernah hamil hanya saja ia mengalami keguguran dan untuk bisa hamil lagi akan sangat sulit karena rahim Elisa bermasalah.
Rian yang dahulu lain dengan Rian yang sekarang, setelah mengajak kabur dari acara pertunangan Arman dan Elisa, Rian menikahi Elisa secara siri karena belum mendapatkan restu dari orang tua Elisa.
Rian sangat menyayangi Elisa namun semua berubah ketika Rian tau bahwa Elisa rahimnya bermasalah dan akan sulit hamil.
Bahkan yang dulu Rian sangat lembut pada Elisa sekarang tega membentak dan menyiksanya bukan hanya itu terkadang Rian tak pulang dan lebih memilih tidur di luar bersama wanita lain untuk memuaskan nafsunya.
Bersambung dulu....
__ADS_1