
Pak Kamal dan bu Laksmi berdiskusi merencanakan untuk acara selametan calon cucu keduanya.
"Pak apa kita gak sebaiknya tanya Arman dulu tentang acara ini."
"Gak usah lah Bu,Arman pasti akan senang.Inikan untuk anak dia juga."
"Pak mudah-mudahan cucu kita sekarang perempuan ya.!"
"Kamu gak boleh gitu Bu,mau perempuan atau laki-laki itu sama saja.Yang penting selamet."
"iya juga sih pak,tapi mbo ya berdoa gak apa-apa toh pak."
****
Sementara itu di kamar yang di penuhi dengan gairah cinta.
Pagi ini tak ada kegiatan sarapan kedua pasangan itu masih tak melepaskan pelukan nya satu sama lain.
Rahma yang sudah bangun terlebih dahulu menatap wajah suaminya sungguh menjadi pandangan favoritenya saat ini.
"Ayolah sayang apakah aku setampan itu hingga kau menatap ku seperti ini."Ucap Arman namun masih dengan mata yang terpejam.Rahma yang terkaget sontak mendorong tubuh Arman.
"Awww,kau ini kasar sekali."
"Salah sendiri mengagetkan ku saja."
Arman henya tersenyum mencoba kembali memeluk Rahma.
"Ayo sekali lagi.!"Berbisik kecil di telinga Rahma menggodanya.
Namun bukannya mendengarkan suaminya,Rahma malah lari menuju kamar mandi .Arman melihat tingkah istrinya hanya tersenyum dan menyusulnya ke kamar mandi.
.
.
.
.
.
.
Setelah selesai dengan aktivitas mandi bersama istrinya.Arman mengajak Rahma pergi ke kediaman orang tua nya.Untuk menjelaskan kesalah pahaman tentang kehamilan Rahma.
"Sayang,,ayo kita ke tempat ibu dan Ayah."
__ADS_1
"Iya mas."Sejenak berfikir apa aku gak salah denger mas Arman panggil sayang.Gumam nya dalam hati.
"Loh mas,emang nya hari ini mas gak ke kantor.?"
"Gak,aku bisa mengerjakan nya di rumah.Lagi pula sudah ada asisten pribadiku yang akan mengurus semuanya."
"Tapi mas,aku harus ke Boutiq hari ini."
"Liburlah untuk hari ini."Tegas Arman
"Memang ada apa mas tiba tiba sekali ingin ke tempat Ayah dan Ibu."
"Kita harus menjelaskan pada ibu,kau tidak sedang hamil.Jika tidak di jelaskan ibu akan mengadakan pesta dadakan."
Rahma terdiam membenarkan apa yang Arman katakan.
"Ia mas benar juga."
"Ia kita akan bilang jangan bulan ini mengadakan pesta tapi bulan depan."
"Loh kok bulan depan mas,emang ada apa?"jawab Rahma aneh.
"Iya aku kan sudah menanamkan benihku padamu.Aku ingin kau hamil."
"Mas,,kamu ini ada ada saja."Memukul lengan lengan suaminya.
Rahma merasa canggung atas perubahan suaminya ini,Ia hanya menurut saja.
Kemudian Arman menaiki mobilnya ,Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Mas.Apa aku boleh bertanya.?"
"Tanyakan saja.!"
"Apa kau bisa mencintaiku?"Arman langsung menginjak rem menghentikan laju kendaraannya dan menolehkan pandangan nya pada Rahma.
Arman langsung meraih dagu Rahma dan mencium nya dengan lembut.
"Jangan banyak berfikir,kita jalani saja masa depan ku ada padamu."
Rahma tersenyum atas jawaban Arman.
Bukankan masa depan lebih penting dari pada masa lalu.
Sesampainya di kediaman pak Kamal,Arman dan Rahma segera turun dari mobil.Benar saja rumah sudah di hias dengan begitu mewah nya.
"Eehhh,kok kesini gak bilang-bilang tadinya ibu mau bikin kejutan.Tapi malah kesini duluan."
__ADS_1
Mereka segera duduk di ruang tengah yang sedang berkumpul.
"Bu,pak .Ada yang ingin saya jelaskan,sepertinya acaranya kita tunda bbulan depan saja."
Bu Laksmi merasa bingung.
"Kenapa bulan depan?Mau sekarang atau bulan depan kan sama saja nak.Lagian pamali acara udah disiapkan tapi malah di batalkan tiba-tiba."Tak mendengarkan perkataan Arman malah berlalu dan terus menata acara tersebut.
"Rahma gak hamil bu..!!!"Teriak Arman.
Bu Laksmi segera menghampiri Arman
dan memukul nya.
"Ngomong tuh jangan sembarangan pamali.!!"Terus memukuli Arman.
"Awww,,sakit bu.Rahma belum hamil bu!Tapi kita sedang berusaha kok bu."
"Dasar anak nakal.Terus yang kemarin itu tes kehamilan punya sapa toh le.."
Masih dalam mode kesal pada Arman.
"Maaf bu,itu punya temen nya Rahma."Sahut Rahma tak tega melihat suaminya di pukuli ibu nya.
"Aduh pusing."Bu Laksmi memegang kepala dan dada nya dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Ibu,,,ibu gak apa-apa?"Tanya Arman dan Rahma bebarengan.
"Ndak apa-apa bagaimana?"Sahut pak Kamal sama dengan bu Laksmi memukul Arman.
"Rahma pasti hamil pak bu,tapi bulan depan."
Kesua orang tuanya menggelengkan kepalanya.Tak menyangka anaknya sudah membohonginya.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa like komen dan vote
__ADS_1
terimakasih.