
"Kenapa...Kenapa kamu tega Linda,bahkan kamu merelakan aku menikahi wanita lain.Bodohnya aku.!"Lirih Arman duduk terkulai lemas seolah oksigen di ruangan itu hilang entah kemana.
"Maafkan aku mas,ini memang semua salahku.Dulu aku mengira jika aku menikah maka aku tidak akan mempunyai kebebasan."Ucap Linda meyakinkan Arman.
Arman menatap Linda penuh kerinduan.Memang tidak dipungkiri bahwa Arman sangat cinta mati pada Linda,sampai-sampai Ia begitu bodoh sangat cinta mati nya pada wajah itu ,hingga Ia tak bisa membedakan wajah wanita yang Ia cintai.
Tunggu.
Sebenarnya siapa yang Arman cintai Linda cinta masa mudanya atau Lidya wanita yang Arman nikahi.
Aaaah Bodohnya diriku.
Arman masih menatap Linda rindu,kesal,bahagia,benci semua menjadi satu.
Arman merasa Linda istrinya bangkit dari kubur .
Arman memang tak pernah bertemu Lidya secara langsung hanya dari poto ia melihat Lidya.
Ingin rasanya memeluk Linda dalam dekapan nya.
Namun Arman sadar itu suatu kesalahan,apalagi Ia kini sudah menikah dengan Rahma ibu dari anaknya.
"Kamu tau kalau aku sudah menikah."Ucap Arman tak melepas pandangannya dari Linda.
Linda hanya menganggukan kepalanya.
"Lalu ."
"Mas ,aku tau bahkan kamu tidak mencintai wanita itu."
"Terus menurutmu siapa wanita yang aku cintai."Menjawab penuh penenkanan.
"Aku tau kamu masih mencintaiku Linda kekasihmu."
__ADS_1
"Ciih,Bahkan kamu sudah memberikan aku pada Lidya."
Dia menyamakan aku seperti anak kucing yang bisa di berikan kepada siapa saja.Batin Arman.
"Mas,kamu bisa menerima Lidya karena wajah kita sama.Jelas cintamu itu milikku."Ucap Linda seraya menggenggam kedua tangan Arman.
Tak lama kemudian Arman menarik tangannya amenjauh dari tangan Linda..
"Jangan macam-macam ini tempat umum.Kamu tau kan aku sudah menikah."
"Aku tak habis pikir pada dirimu Linda,hingga aku kehabisan kata-kata.Mungkin dulu aku mencintaimu,tapi aku tak akan salah bahwa Lidya yang sangat aku cintai bukan dirimu lagi.Bahkan sekarang aku mulai mencintai istriku.Aku harap kamu jangan mengganggu rumah tanggaku."Kemudian Arman berdiri
"Kejarlah kebebasan mu."Lalu Arman pergi meninggalkan Linda keluar dari Cafe itu.
Linda hanya duduk memandangi punggung Arman yang pergi menjauh meninggalkan dirinya.
Ya Tuhan kenapa rasanya sakit sekali,Apakah sudah tidak ada cinta lagi untuk diriku.
Maaf,,,,maaf,,,maaf.
Hanya kata itu yang bisa aku ucapkan.
Linda masih menunduk merutuki perbuatannya pada Arman.
Menangis hanya itu yang bisa Linda lakukan.
Aku berfikir Mas Arman akan langsung menerimaku.Mengingat dia sangat mencintaiku.Tapi aku salah sekarang bahkan dia sudah menikah lagi.
***
Arman keluar dari Cafe dengan emosi yang membludak.Arman menendang ban mobil nya dengan sangat kecang.
Arrggghhh....!Arman berteriak mengusap wajahnya dengan kasar.Arman segera masuk kedalam mobil miliknya dan memukul stir mobil nya.
__ADS_1
"Masih bisa-bisanya dia berkata mencintaiku.Bahkan dia memberikan aku pada Lidya."
Bodoh...Bodoh....Bodoh.
Arman terus saja merutuki dirinya.Kenapa dia bisa begitu bodoh.
Arman segera melajukan mobilnya menuju kembali kekantornya.Bahkan Arman melupakan makan siangnya karena percakapan nya dengan Linda.
Bahkan Arman juga lupa bahwa hari ini dirinya ingin memberi kejutan kecil pada Rahma.Mengagetkannya dengan datang ke Boutiqnya.
Baiklah masih ada hari esok....
*****
Sepulangnya dari Cafe Rahma pergi menuju minimarket dekat Boutiqnya,untuk membeli beberapa ice cream untuk putra nya.Dia memesan makanan via online karena tak ada minat jika dia harus pergi lagi mencari makanan.
Rahma masih melamun di dalam ruang kerjanya,memikirkan kenapa mas Arman harus berbohong pada dirinya.
Padahal kalau mas Arman jujur Rahma pun tidak akan marah.
Bahkan untuk cemburupun Rahma merasa masih belum berhak.Mengingat Arman sangat mencintai mendiang istrinya.
Sebuah kekonyolan jika dirinya harus cemburu.Memang di dalam hati kecil Rahma ,sangat mengagumi sosok Arman.
.
.
.
Bersambung....
Minta dukungannya kakak-kakak.
__ADS_1